Kolaborasi Energi RI-China Meluas Lewat Ajang ICEE 2026
- Sabtu, 16 Mei 2026
JAKARTA - Penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan China di sektor energi serta pertambangan menjadi sorotan utama dalam gelaran Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo.
Hubungan kedua negara tersebut dinilai tidak lagi sekadar perdagangan komoditas biasa, melainkan mulai melangkah ke arah kemitraan strategis dalam rantai pasok energi regional, yang mencakup pengembangan teknologi pertambangan, efisiensi logistik, hingga transformasi industri rendah karbon.
Head of Marketing MMS Resources Muhamad Saly Putra menyampaikan bahwa kondisi pasar global saat ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan jangka panjang, komunikasi yang terbuka, serta kepastian pasokan energi antara Indonesia dan China.
Baca Juga
“Forum seperti ICEE menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan China saat ini tidak lagi sebatas hubungan perdagangan biasa, tetapi sudah berkembang menjadi kemitraan strategis dalam rantai pasok energi regional. Kami melihat adanya kebutuhan besar terhadap continuity of supply, reliability, dan kerja sama jangka panjang dari Indonesia,” ujar Saly dalam pernyataan tertulis, Jumat (15/5/2026).
Menurut dia, China masih memegang peran sebagai mitra utama bagi industri batu bara Indonesia.
Berdasarkan data dari Kpler, sekitar 42 persen ekspor batu bara Indonesia setiap tahunnya dialokasikan ke China, dengan volume ekspor yang menyentuh angka kisaran 305 juta ton pada tahun 2025.
Besarnya hubungan dagang tersebut, lanjut Saly, membuat stabilitas dan keberlanjutan kerja sama kedua negara menjadi kian krusial, baik demi keberlanjutan industri energi Indonesia maupun untuk menjaga keamanan pasokan energi China.
“Indonesia masih memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pasar China. Karena itu, forum seperti ICEE menjadi penting untuk memperkuat mutual understanding, membuka peluang kolaborasi baru, serta membangun hubungan industri yang lebih sustainable ke depan,” lanjutnya.
Hubungan kolaborasi industri antara Indonesia dan China di sektor energi pun dinilai kian meluas.
Hal tersebut terlihat jelas dari keterlibatan berbagai pihak dalam ajang ICEE 2026, mulai dari perusahaan tambang, trader energi, asosiasi batu bara China, asosiasi logistik, perwakilan pemerintah daerah, hingga perusahaan teknologi pertambangan dan energi dari kedua belah negara.
Menurut Saly, kehadiran dari para pemangku kepentingan tersebut membuka peluang yang sangat strategis dalam pengembangan industri pertambangan yang jauh lebih modern serta adaptif terhadap berbagai tantangan global.
“Yang hadir di sini bukan hanya buyer dan seller, tetapi juga asosiasi industri, perusahaan teknologi, hingga perwakilan provinsi dari China. Ini membuka ruang diskusi yang jauh lebih strategis, mulai dari pengembangan teknologi pertambangan, efisiensi logistik, digitalisasi operasional, hingga potensi kolaborasi untuk mendukung industri energi yang lebih rendah emisi,” kata dia.
Bagi MMS Resources, kolaborasi lintas negara tersebut dinilai sebagai elemen krusial untuk menjaga keberlanjutan industri energi nasional di tengah dinamika global yang terjadi.
Sebagai subholding pertambangan dari MMSGI yang bergerak dalam bidang integrated mining management serta pengelolaan rantai pasok pertambangan, MMS Resources menilai penguatan jejaring global dan kemampuan membaca arah transformasi industri energi regional sebagai langkah yang sangat strategis bagi perusahaan.
Ajang ICEE 2026 ini mempertemukan para pelaku industri, asosiasi, pihak pemerintah, hingga penyedia teknologi dari Indonesia dan China guna membahas arah baru industri energi yang dinilai kian hijau, efisien, serta terintegrasi.
Di dalam forum tersebut, isu mengenai green mining, digitalisasi pertambangan, clean coal technology, integrasi energi baru, hingga transformasi industri rendah karbon menjadi fokus utama dalam pembahasan.
Lebih dari 150 perusahaan energi dan pertambangan berskala global turut serta berpartisipasi dalam ICEE 2026, termasuk di antaranya perusahaan teknologi dan alat berat yang berasal dari China.
Melalui keikutsertaan dalam forum tersebut, MMS Resources menegaskan komitmen penuhnya untuk memperkuat peran sebagai mitra industri pertambangan yang adaptif, berorientasi jangka panjang, serta mendukung transformasi sektor energi Indonesia menuju masa depan yang jauh lebih berkelanjutan.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












