ATAMBUA - Generasi muda dinilai memiliki atensi yang semakin meningkat terhadap persoalan energi terbarukan dan kelestarian lingkungan.
Timbulnya pemahaman ini disebabkan oleh dampak perubahan iklim yang semakin konkret dirasakan dalam kegiatan sehari-hari.
Pernyataan ini disampaikan oleh Stefania Supardji, wisudawan terbaik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, dalam wawancara di Pro 2 RRI Atambua.
Ia menilai bahwa isu energi terbarukan kini telah menjadi fokus utama bagi kelompok anak muda.
“Dulu mungkin terasa jauh tapi sekarang dampaknya mulai terasa,” ujarnya pada Senin, 4 Mei 2026. Ia menjelaskan situasi cuaca belakangan ini yang kian sukar diterka.
Stefania melihat Generasi Z (Gen Z) mempunyai level kesadaran yang lebih kuat karena masalah lingkungan berkaitan erat dengan masa depan mereka.
Maka dari itu, diskusi tentang energi terbarukan bukan lagi sekadar topik pembicaraan biasa.
Ia juga percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dalam keseharian bisa menghasilkan dampak yang masif.
Salah satu implementasi konkretnya adalah dengan menghemat konsumsi energi listrik di rumah.
“Mematikan alat elektronik saat tidak dipakai adalah kebiasaan sederhana yang penting,” katanya. Selain itu, ia mengajak publik untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Stefania menegaskan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari gaya hidup sederhana setiap harinya.
Menurutnya, kepedulian pada alam harus muncul dari kesadaran setiap individu.