Bongkar Ekstrem Baterai BYD, Tahan Gergaji dan Palu Berjam-jam

lade Battery dibongkar para blogger di China (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Selasa, 26 Mei 2026 | 10:47:27 WIB

Beijing - BYD kembali menjadi pusat perhatian setelah proses pembongkaran baterai Blade generasi kedua disiarkan secara langsung lewat tayangan livestream.

Sesi siaran tersebut memikat atensi publik lantaran tim pembedah memakai aneka perkakas berat layaknya gerinda tangan, linggis, gergaji mesin hingga palu demi menjebol paket baterai mobil listrik BYD.

Dilansir dari Carnewschina, tayangan livestream itu bergulir kurang lebih enam sampai delapan jam sebelum akhirnya tim mampu menyentuh sel baterai di dalam wadahnya.

Aksi pembongkaran ini mencuat usai ramainya perbincangan di jagat maya China mengenai teknologi pengisian daya cepat BYD serta temperatur baterai kala pengisian kilat berdaya tinggi dilakukan.

Obrolan seputar sistem pengisian kilat milik BYD tadinya marak diulas sehabis rentetan pengujian lewat livestream memperlihatkan keandalan pengisian daya baterai mobil listrik termutakhir milik produsen tersebut.

Mengacu pada cuplikan video dan tangkapan layar yang tersebar di lini masa media sosial China, tim pembedah berupaya membongkar baterai memakai beraneka alat berat lewat beberapa tahapan.

Banyak warganet melabeli aksi itu sebagai pembongkaran ekstrem akibat taktik yang diterapkan tergolong agresif serta menyita waktu yang teramat panjang.

Sepanjang aksi pembongkaran berjalan, para pemirsa livestream mengabarkan tidak tampak adanya kepulan asap ataupun percikan api kendati baterai dihantam berulang kali dan dipotong menggunakan perkakas listrik.

Fokus masyarakat dalam tayangan livestream itu mayoritas mengarah pada ketangguhan konstruksi baterai Blade generasi kedua.

Perbincangan di media sosial mengulas tentang cara penguncian paket baterai, bahan thermal, sampai penguatan struktur yang dianggap sangat kokoh.

Tim pembongkar dilaporkan hanya mendapati sedikit catatan minor mengenai mutu pengerjaan, semisal pengaplikasian lem perekat yang dianggap kurang merata di sejumlah titik baterai.

Kendati demikian, tayangan livestream tersebut pun memanen kecaman dari beberapa pengamat otomotif di China.

Pihak-pihak tersebut meragukan standardisasi profesional serta prosedur keamanan yang dijalankan sepanjang aksi pembongkaran itu berjalan.

Sejumlah kalangan menyayangkan tidak tampaknya perangkat pemadam api ataupun baju pelindung isolator yang dipakai oleh tim pembedah selama siaran langsung berlangsung.

Di lain sisi, BYD tempo hari juga dilaporkan membenarkan adanya kendala pasokan baterai menyusul melonjaknya orderan mobil listrik yang mengusung teknologi pengisian daya cepat.

Siaran langsung pembongkaran ini sekaligus mengekspos tipe Fang Cheng Bao Ti3 yang mengadopsi baterai Blade generasi kedua.

SUV listrik berukuran ringkas dengan konsep off-road itu dilego mulai angka 153.800 yuan atau setara Rp340 jutaan.

Varian ini menyokong teknologi pengisian daya kilat yang digadang-gadang sanggup mengisi energi dari 10 persen menuju 70 persen cuma dalam tempo kisaran lima menit.

Adapun pengisian hingga nyaris penuh diklaim dapat diselesaikan dalam rentang waktu kurang lebih sembilan menit pada situasi yang optimal.

Reporter: David Ilham