SKK Migas Dorong Percepatan Perbaikan Turbin Pembangkit Listrik MCTN

SKK Migas Dorong Percepatan Perbaikan Turbin MCTN di Purwakarta (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Rabu, 10 Juni 2026 | 09:59:08 WIB

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memacu langkah percepatan penanganan kerusakan fasilitas penunjang operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

SKK Migas bertindak sebagai mediator yang menghubungkan PT Sulzer agar segera menuntaskan perbaikan komponen turbin pembangkit listrik PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang menyuplai daya listrik untuk operasional PHR selaku pengelola Blok Rokan.

Fasilitas pembangkit MCTN ini merupakan sumber pasokan setrum utama untuk menggerakkan pompa-pompa penyedot minyak bumi di wilayah kerja Blok Rokan.

Terganggunya fungsi pembangkit MCTN tersebut memicu penurunan volume produksi minyak mentah di kawasan Blok Rokan.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan bahwa titik terang penanganan ini mengemuka dalam forum koordinasi bersama Direktur Utama PHR Muhammad Arifin, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Joko, Deputi Operasi SKK Migas Surya, Direktur Utama MCTN Djunaidi, jajaran manajemen PT Sulzer, beserta utusan dari PLN, MCTN, Ditjen Migas, dan SKK Migas.

Djoko memaparkan mengenai jalannya proses pemulihan komponen yang pada rencana awalnya diproyeksikan tuntas per tanggal 30 Juni 2026.

“Dirtekling Migas menyampaikan bahwa hasil kunjungan kemarin dilaporkan perbaikan di PT Sulzer akan selesai pada tanggal 30 Juni dan selanjutnya diberangkatkan ke Riau,” kata Djoko dalam keterangannya, Selasa (9/6).

Meski demikian, pendalaman diskusi berikutnya memperlihatkan adanya celah untuk memajukan lini masa pengiriman logsitik.

Komponen pendukung tersebut berpeluang dilepas dari fasilitas PT Sulzer pada 20 Juni menuju Pelabuhan Patimban, lalu diteruskan ke Riau memakai kapal penyeberangan Ro-Ro dengan estimasi durasi pelayaran sekitar dua hari.

“Artinya, ada potensi maju 10 hari dari jadwal sebelumnya,” ujar Djoko.

Pihak manajemen PT Sulzer turut mengonfirmasi adanya ruang untuk memangkas waktu pengerjaan lebih jauh, menyesuaikan bentuk kesepakatan bersama PT MCTN.

Lebih dari itu, Djoko membeberkan agenda kunjungan lanjutan dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) ke workshop PT Sulzer guna merundingkan potensi pemangkasan waktu pengerjaan berikutnya.

“Besok giliran Ditjen Gatrik berkunjung ke PT Sulzer untuk mendiskusikan potensi percepatan dari target 20 Juni tersebut, sehingga minggu depan diharapkan pekerjaan sudah selesai dan peralatan dapat langsung dikirim ke Riau,” ujarnya.

Demi memastikan kelancaran dan ketepatan waktu perbaikan sarana tersebut, SKK Migas menyatakan komitmen penuh untuk mengulurkan asistensi bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Ia menaruh harapan besar agar mata rantai perbaikan hingga distribusi barang logistik ini berjalan mulus tanpa mengabaikan faktor keamanan kerja serta mutu hasil akhir.

“Kami SKK Migas menawarkan bantuan untuk percepatan tersebut jika membutuhkan personel maupun dukungan biaya apabila diperlukan,” kata Djoko.

Reporter: David Ilham