Pertamina-SLB Berkolaborasi Genjot Produksi Migas dan Teknologi

Pertamina-SLB (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Rabu, 10 Juni 2026 | 09:59:08 WIB

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memperkokoh kolaborasi dengan perusahaan teknologi energi global SLB sebagai upaya strategis meningkatkan hasil produksi migas serta memacu efisiensi dan keberlanjutan operasional.

Sinergi ini ditujukan untuk memperkokoh ketahanan energi nasional lewat pemanfaatan teknologi serta inovasi dari sektor hulu hingga hilir.

Melalui keterangan resmi pada Senin (8/6/2026), Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, memaparkan bahwa kemitraan dengan perusahaan teknologi global menjadi salah satu kunci untuk membuka potensi produksi yang lebih besar.

Kolaborasi tersebut bakal dipusatkan pada beberapa bidang strategis, mulai dari studi bawah permukaan, perekahan multitahap (multistage fracturing), pengembangan sumber daya nonkonvensional, hingga pengaplikasian teknologi peningkatan perolehan minyak (enhanced oil recovery).

Bukan hanya menyokong optimalisasi produksi di sektor hulu, Pertamina dan SLB pun menyasar peningkatan efisiensi operasional lewat pengembangan energi bersih serta digitalisasi.

Pusat kerja sama ini meliputi pemanfaatan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS), pengembangan potensi panas bumi, serta penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna mendongkrak efektivitas operasi dan daya saing perusahaan.

Oki menilai transfer teknologi melalui kolaborasi tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurutnya, inovasi yang dihasilkan dari kemitraan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja operasional dan mendukung pertumbuhan produksi migas, tetapi juga mempercepat pengembangan solusi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sebagai realisasi dari kesepakatan itu, Pertamina dan SLB berkomitmen menerjemahkan bermacam prioritas kerja sama ke dalam program-program yang konkret.

Tindakan ini diharapkan mampu menyokong target transisi energi nasional sekaligus memperkokoh kemandirian energi Indonesia dalam jangka panjang.

Reporter: David Ilham