Bahlil Sebut Pemerintah Masih Kaji Insentif Kenaikan Pertamax

Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:20:36 WIB

JAKARTA - Menteri Energi dan Saya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa pihak pemerintah sampai sekarang ini belum menetapkan keputusan resmi mengenai penyaluran insentif kepada warga menyusul dampak melonjaknya harga BBM non-subsidi varian Pertamax dan Pertamax Green.

Kendati demikian, dirinya membenarkan kalau pihak pemerintah kini tengah mendalami proses kajian terkait penyaluran insentif tersebut, meski hal itu sebetulnya tidak berhubungan langsung atas kenaikan harga Pertamax.

"Kami belum ada keputusan sama sekali, kami lagi lakukan kajian," kata Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis malam (11/6/2026).

Berdasarkan penuturannya, pihak pemerintah sedang merumuskan beragam studi mengenai pilihan insentif yang ada.

Akan tetapi, prioritas utama dari pihak pemerintah tetap diarahkan untuk warga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Dirinya berpandangan bahwa para konsumen BBM non-subsidi pada dasarnya ialah warga dengan kondisi finansial yang jauh lebih mapan jika disandingkan dengan kalangan kurang mampu yang masih memerlukan bantuan subsidi.

"Yang penting adalah kami itu menjaga saudara-saudara kami yang ekonomi ke bawah. Ini subsidi sementara yang non subsidi ini saudara-saudara kami yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik dari saudara-saudara yang memang harus disubsidi"

Seandainya kelak insentif tersebut jadi digulirkan, Bahlil memastikan bahwa kebijakan itu diambil demi memproteksi kemampuan daya beli warga di tengah situasi guncangan ekonomi sekarang ini.

Mengenai meroketnya harga BBM non-subsidi, Bahlil memaparkan bahwa langkah penyesuaian tarif itu berjalan dengan mengikuti sistem mekanisme pasar yang berlaku.

Dirinya menjamin bahwa kalkulasi harga sudah dirumuskan secara cermat serta bijaksana oleh PT Pertamina berkolaborasi dengan pihak badan usaha sekaligus para pelaku bisnis yang lain.

Reporter: David Ilham