Sempat Fluktuatif, Harga Emas Domestik dan Global Kembali Melesat
JAKARTA - Tren kenaikan harga emas saat ini dinilai masih memiliki ruang untuk terus tumbuh dalam jangka panjang jika dibandingkan dengan siklus yang terjadi sebelumnya.
Faktor-faktor fundamental yang menyokong emas sebagai aset berharga tetap kokoh di luar adanya fluktuasi dalam jangka pendek, khususnya mengenai kebutuhan akan diversifikasi portofolio, aksi bank sentral yang terus mengoleksi emas, serta fungsinya sebagai pelindung nilai.
Melansir dari pembaruan terkini pada tanggal 12 Juni, pergerakan pasar emas di dalam negeri memperlihatkan pembalikan arah yang positif, baik pada kategori emas batangan maupun emas cincin.
Pada pukul 6:00 pagi di tanggal 12 Juni, nominal emas batangan yang dirilis oleh Doji dan SJC berada di angka 133,4 juta VND/ounce untuk posisi beli dan 138,4 juta VND/ounce untuk posisi jual, yang berarti terdapat kenaikan sebesar 100.000 VND/ounce dari sesi sebelumnya.
Di sisi lain, nilai untuk cincin emas di Doji terpantau menyentuh level 133,4 juta VND/ounce untuk transaksi beli dan 138,4 juta VND/ounce untuk transaksi jual, mengalami apresiasi senilai 100.000 VND/ounce.
Sementara itu, grafik emas di pasar global lewat platform Kitco berada di level $4.235 per ons, melonjak sebesar $188 per ons jika dikomparasikan dengan kondisi pada pagi hari kemarin.
Saat memproyeksikan pergerakan harga emas di kancah global, sejumlah pengamat menilai bahwa beban terberat bagi pasar internasional saat ini bersumber dari kebijakan suku bunga resmi.
Indikator inflasi di Amerika Serikat sepanjang bulan Mei memperlihatkan lonjakan pada harga konsumen, di mana lini energi masih memegang andil yang krusial.
Dalam sebuah wawancara dengan Kitco News, Thorsten Polliet, Profesor Emeritus Ekonomi di Universitas Bayreuth dan penerbit Boom and Bust Report, mengatakan bahwa meskipun harga emas terus turun, tren kenaikan jangka panjang tetap tidak terputus.
Penurunan nilai emas dari titik tertingginya saat ini sepatutnya dinilai sebagai fase koreksi yang wajar pasca terjadinya lonjakan yang sangat masif, sekalipun dinamika dan pergerakan harga belakangan ini memicu kekecewaan bagi sebagian penanam modal.
Nilai komoditas emas berpotensi terkoreksi ke zona yang lebih rendah dalam rentang waktu pendek, namun proyeksi fundamental ekonomi makro secara menyeluruh bakal senantiasa menyodorkan sokongan yang kokoh bagi logam mulia tersebut.