Satu Tahun Saboak: Ikon Baru dan Simbol Sinergi Ekonomi Kupang

dr Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Selasa, 23 Juni 2026 | 16:03:02 WIB

KUPANG - Pemerintah Kota Kupang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) di Taman Nostalgia, Minggu (21/6).

Momen ini menjadi waktu untuk merenungkan kembali perjalanan setahun Saboak yang kini menjelma sebagai wadah ekonomi, kreativitas, serta tempat berkumpulnya warga Kota Kupang.

Agenda ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, S.H., bersama perwakilan instansi vertikal, jajaran perangkat daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat luas.

Saat memberikan sambutan, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengutarakan apresiasinya kepada semua elemen yang ikut andil menjaga eksistensi Saboak hingga tetap bertahan sampai sekarang.

"Saya dari lubuk hati yang paling dalam ingin mengucapkan limpah terima kasih kepada semua yang sudah berkolaborasi menjaga Saboak bisa ada sampai hari ini," ujar Wali Kota.

Rasa terima kasih tersebut secara khusus dialamatkan kepada Dinas Pariwisata, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, UPTD Pertamanan, beserta para sponsor dan juga komunitas yang terlibat.

Wali Kota memaparkan bahwa ide awal Saboak muncul dari hasil diskusinya bersama Wakil Wali Kota guna menghidupkan Taman Nostalgia agar tidak sekadar menjadi area terbuka hijau saja, melainkan sebuah ruang publik yang memiliki daya hidup.

Walaupun kondisi fiskal daerah cukup terbatas ketika mereka dilantik pada Februari 2025, Pemerintah Kota tetap berupaya melahirkan inovasi baru.

"Kami melakukan efisiensi. Saya dan Ibu Wakil tidak membeli mobil dinas baru dan memanfaatkan anggaran yang ada untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bank Mandiri, Taspen dan para sponsor lainnya. Dari kolaborasi itulah Saboak bisa lahir," ungkapnya.

Ia menggarisbawahi bahwa kesuksesan Saboak menjadi bukti nyata kalau sebuah program tidak melulu bergantung pada besarnya dana, melainkan dari kuatnya kerja sama yang dibangun.

Hingga saat ini, perputaran uang di Saboak sudah menembus angka sekitar Rp6,3 miliar, dengan rata-rata nilai transaksi mencapai Rp80 juta setiap pekannya.

"Ini adalah uang yang berputar untuk masyarakat. Pemerintah Kota tidak mengambil retribusi dari lapak-lapak ini. Semua benar-benar untuk dan oleh masyarakat sendiri," tegasnya.

Wali Kota juga memotivasi para generasi muda untuk terus mengasah kreativitas mereka.

"Lebih baik memulai daripada menunggu semuanya sempurna. Better start than wait perfect. Mulai saja dulu, jalankan, lalu jika ada hambatan kami cari solusi bersama," pesannya.

Pemerintah Kota memiliki rencana untuk menambah durasi pasar malam ini menjadi tiga hari seminggu, yakni pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, dibarengi dengan peningkatan kualitas sarana pendukung.

Wali Kota pun mengajak warga untuk senantiasa menjaga kebersihan area tersebut.

"Ini milik kami bersama. Dari kami, oleh kami, dan untuk kami. Karena itu mari kami jaga bersama-sama," ajaknya.

Mengenai persoalan HAKI, ia mengingatkan betapa krusialnya pendaftaran merek bagi para pelaku UMKM.

"Kami sudah dibantu mengurus kekayaan intelektual ini. Ini penting sekali seperti yang Pak Bawono sampaikan tadi. Mama-mama UMKM juga harus mendaftarkan, terutama yang punya inovasi-inovasi di bidang makanan dan kuliner. Jangan lupa untuk segera mendaftarkan ke Kementerian Hukum," ujarnya.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, turut menegaskan bahwa keberhasilan program Saboak ini tidak bisa dipisahkan dari semangat gotong royong semua pihak.

Kendati sempat menemui sejumlah kendala seperti datangnya musim hujan, pihak pemerintah bakal terus berkomitmen mendukung pergerakan UMKM lewat rencana pembuatan platform digital.

"Ke depan, Pemerintah Kota Kupang akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, ikut memberikan apresiasi terhadap langkah pemkot tersebut dan menekankan pentingnya perlindungan hak merek bagi UMKM demi kepastian hukum sekaligus mendongkrak nilai ekonomi usaha mereka.

Reporter: David Ilham