Dorong Energi Bersih, Proyek PLTP Dieng 2 Ditarget Rampung 2028

Dorong Energi Bersih (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Jumat, 26 Juni 2026 | 15:53:07 WIB

WONOSOBO - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 1×55 Megawatt (MW) resmi dimulai.

Proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung dan beroperasi komersial pada 28 Maret 2028.

PLTP Dieng Unit 2 digarap oleh PT Geo Dipa Energi dengan kontraktor EPC JO Timas Rekayasa Engineering.

Total durasi pengerjaan 820 hari atau sekitar 28 bulan, mencakup desain, pengadaan, konstruksi, hingga pengujian.

"Proyek Geothermal Power Plant Unit 2 merupakan pekerjaan lingkup Engineering, Procurement, Construction, dan Commissioning untuk pembangunan PLTP dengan kapasitas 1×55 MW," ujar dari Sumbernya dalam sambutan groundbreaking, di lokasi PLTP Dieng Unit 2 Wonosobo, Jawa Tengah Kamis(25/6/2026).

Meski baru dimulai efektif sejak 29 Desember 2025, progres proyek telah mencapai 15,03%, melampaui target rencana 14,1%.

Rinciannya, progres engineering/ 37,37%, pengadaan 16,58%, dan konstruksi 6,52%.

Saat ini tahap engineering mencakup desain sistem perpipaan uap dan sistem kelistrikan yang seluruhnya dikerjakan insinyur dalam negeri.

Untuk pengadaan, peralatan utama seperti turbin generator dan kondenser sudah masuk tahap pabrikasi.

"Kami berkomitmen memaksimalkan komponen dalam negeri sesuai ketentuan yang berlaku," tegas dari Sumbernya.

Kementerian Keuangan menyebut PLTP Dieng Unit 2 didukung APBN lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp1,3 triliun kepada PT Geo Dipa Energi.

Proyek ini bagian dari program nasional pembangunan pembangkit 100 GW dengan target kontribusi energi bersih 78%.

"PLTP Dieng Unit 2 mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional," kata perwakilan Kemenkeu.

Proyek diharapkan beroperasi penuh pertengahan 2028.

Dari sisi ketenagakerjaan, konstruksi PLTP Dieng Unit 2 diperkirakan menyerap sekitar 800 orang di puncak pekerjaan.

Kontraktor menargetkan minimal 20% tenaga kerja lokal dan 20% dari tenaga kerja lokal diisi perempuan.

"Strategi ini untuk memastikan keberhasilan proyek sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian daerah," ujar dari Sumbernya.

PT Geo Dipa Energi menegaskan pembangunan Unit 2 mengedepankan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, tata kelola yang baik, serta pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.

"Dari sini kami hadirkan energi bersih untuk Indonesia, dari energi bersih kami membangun masa depan yang lebih hijau," kata dari Sumbernya.

Proyek juga akan memberi dampak ganda yakni menambah pasokan listrik domestik yang stabil sekaligus mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.

Kemenkeu berharap PLTP Dieng 2 menjadi role model pengembangan panas bumi nasional dari sisi teknologi, tata kelola, dan manfaat bagi masyarakat.

PLTP Dieng Unit 2 berlokasi di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Proyek mendapat dukungan dari Kementerian ESDM, Pemprov Jateng, Pemkab Wonosobo, Pemkab Banjarnegara, hingga Asian Development Bank.

Geo Dipa juga menyiapkan lanjutan proyek PLTP Dieng Unit 3 dan Unit 4 yang saat ini tengah memasuki tahap pembahasan pendanaan.

dari Sumbernya mengatakan persiapan untuk Unit 3 dan Unit 4 juga sudah dimulai dengan pencarian sumber dana.

"Kami sudah siapkan juga PLTP Dieng Unit 3 dan 4. Harapan kami dalam semester II-2026 ini kami sudah mendapatkan kepastian dari pemberi dana," kata dari Sumbernya.

Adapun, PLTP Dieng Unit 2 menyerap investasi senilai US$ 350 juta atau setara Rp6,2 triliun.

Dana itu digunakan untuk pengeboran 10 sumur ditambah dengan pembangunan pembangkit listrik.

dari Sumbernya menjelaskan konsep pembangunan PLTP Dieng Unit 2 ini akan direplikasi untuk Unit 3 dan Unit 4 nantinya.

"Hari ini kami juga mengajukan hal yang serupa untuk melakukan akselerasi dengan mereplikasi apa yang di Dieng 2 untuk menjadi Dieng 3. Jadi mungkin akan sebangun dan setipe yang mau kami bangun," tutur dari Sumbernya.

Jika proyek PLTP Dieng ini berlanjut, perusahaan dapat mengejar target kontribusi 400 megawatt (MW) listrik panas bumi yang disumbang dari Dieng.

"Kalau ini (PLTP Dieng 2) masuk, di Dieng berarti kami sudah punya 100–120 MW dari target 400 MW. Makanya Dieng 3 harus masuk lagi, Dieng 4 harus masuk lagi," jelas dari Sumbernya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melihat kawasan pegunungan Dieng masih menyimpan potensi panas bumi yang sangat besar untuk dimanfaatkan, terutama sebagai sumber energi listrik.

dari Sumbernya mengungkapkan adanya potensi besar yang bisa menjadi tambahan lokasi PLTP.

"Sisi lain dataran tinggi Dieng ini masih menyimpan cadangan energi yang sangat besar dan belum sepenuhnya dioptimalkan," kata dari Sumbernya.

Melihat potensi itu, dari Sumbernya meminta PT Geo Dipa Energi (Persero) untuk turut memanfaatkannya.

Ada dua kawasan baru yang disebutnya perlu dilakukan upaya eksplorasi lebih lanjut, yakni kawasan Kawah Candradimuka dan Mangunan-Wanayasa.

"Contoh nyata adalah bagaimana perlunya untuk mempercepat eksplorasi secara detail dengan studi pada area Kawah Candradimuka serta area Mangunan-Wanayasa," ujar dari Sumbernya.

"Penguatan hulu melalui eksplorasi yang masif ini tentu saja akan sangat krusial dalam menjamin keberlanjutan pasokan uap jangka panjang dan pemenuhan bauran energi menuju net zero emission pada tahun 2060," sambung dari Sumbernya.

dari Sumbernya melihat adanya peluang pengembangan tersebut.

Apalagi, pemerintah memberikan mandat agar perusahaan mampu berkontribusi sebesar 400 MW dari kawasan Dieng.

"Hari ini Dieng itu diharapkan oleh pemerintah, melalui kontrak dengan PLN itu sampai 400 MW. Hari ini kami sudah membuktikan bahwa kemampuan reservoir Dieng itu sampai 355 MW. Jadi kami masih tinggal mencari sebesar 45 MW lagi," kata dari Sumbernya.

Kawah Candradimuka dan Mangunan-Wanayasa turut menjadi sasaran berikutnya, selain memaksimalkan kawasan Sikidang.

"Seperti yang Pak Direktur Panas Bumi sampaikan, Candradimuka dan Mangunan-Wanayasa menjadi target berikutnya. Kami juga punya Sikidang, Sikidang juga mau kami garap lebih besar lagi," kata dari Sumbernya.

Reporter: David Ilham