JAKARTA - Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai wilayah kepulauan yang terdiri dari ratusan pulau besar dan kecil. Kondisi geografis seperti ini menjadikan transportasi laut sebagai urat nadi kehidupan masyarakat. Salah satu penyedia layanan yang hadir sejak lama adalah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Sejak tahun 1986, ASDP telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga NTT. Kapal feri yang dioperasikan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan juga jembatan yang menghubungkan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat antarpulau. Dengan adanya feri, warga dapat bepergian dengan lebih mudah untuk bekerja, berdagang, berobat, maupun berkunjung ke sanak saudara.
Dari Masa ke Masa: Feri sebagai Tulang Punggung Mobilitas
Baca JugaJadwal Lengkap Kapal Pelni KM Bukit Siguntang dan KM Sirimau Januari hingga Februari 2026 Terbaru
Pada era 1980-an hingga 1990-an, ketika penerbangan di wilayah timur Indonesia masih terbatas dan biaya tiket pesawat relatif tinggi, keberadaan kapal feri terasa sangat vital. Moda transportasi ini menawarkan solusi yang terjangkau sekaligus lebih luas jangkauannya.
Bagi masyarakat pesisir dan kepulauan, kapal feri ibarat penghubung yang menyatukan wilayah-wilayah yang dipisahkan oleh lautan. Hingga kini pun, meski maskapai penerbangan sudah berkembang, feri tetap menjadi pilihan utama banyak warga karena harga tiketnya lebih ramah di kantong.
Tidak hanya itu, kehadiran feri ASDP juga mendorong perekonomian lokal. Banyak komoditas hasil bumi dan perikanan dapat diperdagangkan antarwilayah berkat kelancaran distribusi yang difasilitasi transportasi laut ini. Dengan kata lain, feri tidak sekadar mengangkut penumpang, tetapi juga membawa denyut ekonomi masyarakat NTT.
Tarif Terjangkau untuk Masyarakat
Salah satu alasan utama kapal feri tetap diminati adalah harga tiketnya yang terjangkau. Rata-rata tarif perjalanan laut ASDP di wilayah NTT berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 250.000. Besaran tarif tersebut tergantung rute yang ditempuh serta regulasi yang ditetapkan pemerintah daerah.
Bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi, angka ini jauh lebih ekonomis dibandingkan ongkos penerbangan. Tarif yang relatif stabil juga memberi kepastian bagi warga yang harus bepergian secara rutin, misalnya untuk bekerja di pulau tetangga atau mengakses layanan kesehatan di kota yang lebih besar.
Selain itu, sistem penetapan tarif oleh pemerintah daerah memastikan harga tiket tetap berada dalam jangkauan masyarakat luas. Hal ini membuat kapal feri tidak kehilangan relevansinya meskipun tersedia moda transportasi lain yang lebih cepat.
Kontribusi Feri dalam Kehidupan Sehari-Hari
Hampir setiap aktivitas masyarakat kepulauan di NTT bersinggungan dengan layanan feri. Banyak pelajar dan mahasiswa yang bergantung pada transportasi laut ini untuk menempuh pendidikan di kota. Para pedagang kecil dan nelayan juga memanfaatkan jalur feri untuk menjual hasil tangkapan atau produk mereka ke pasar yang lebih besar.
Selain fungsi ekonominya, feri juga memiliki dimensi sosial. Hubungan antarwilayah dan antarwarga dapat terjalin lebih erat berkat kemudahan akses. Kunjungan keluarga, kegiatan adat, hingga acara keagamaan sering kali melibatkan perjalanan laut menggunakan kapal ASDP.
Tidak berlebihan jika disebut bahwa feri adalah bagian dari denyut kehidupan sehari-hari masyarakat NTT. Ia hadir bukan sekadar sebagai sarana transportasi, melainkan simbol keterhubungan yang nyata.
Harapan di Masa Depan
Seiring perkembangan zaman, tantangan baru muncul. Permintaan layanan transportasi semakin meningkat, baik dari sisi jumlah penumpang maupun volume barang. Modernisasi armada, peningkatan kapasitas pelabuhan, dan perbaikan jadwal keberangkatan menjadi langkah yang diharapkan masyarakat.
Meski demikian, fondasi yang telah diletakkan sejak 1986 menunjukkan betapa besar peran ASDP dalam membangun konektivitas di NTT. Selama hampir empat dekade, kapal feri telah membuktikan diri sebagai moda transportasi yang tangguh, terjangkau, dan dapat diandalkan.
Ke depan, harapannya layanan ini bisa semakin ditingkatkan, baik dari sisi kenyamanan maupun keamanan. Dengan begitu, kapal feri tidak hanya menjadi pilihan ekonomis, tetapi juga solusi transportasi modern yang terus relevan dengan kebutuhan masyarakat kepulauan.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Kuliner Berkuah Legendaris di Malang Paling Nikmat Saat Hujan Turun
- Senin, 19 Januari 2026
5 Tempat Cwie Mie Malang Legendaris dan Favorit yang Selalu Ramai Pengunjung
- Senin, 19 Januari 2026
Resep Lidah Kucing Renyah Tanpa Cetakan, Kue Kering Imlek Favorit Keluarga
- Senin, 19 Januari 2026
Rekomendasi 3 Tempat Iga Bakar Jakarta dengan Bumbu Meresap dan Rasa Juara
- Senin, 19 Januari 2026
4 Kuliner Semarang Paling Diburu yang Selalu Ramai Antrean Panjang Setiap Hari
- Senin, 19 Januari 2026
Berita Lainnya
Event Otomotif Diharapkan Dongkrak Ekonomi Warga Daerah Lewat Perputaran UMKM Lokal
- Senin, 19 Januari 2026
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Nasional Senin 19 Januari 2026 Hari Ini
- Senin, 19 Januari 2026
BMKG : Cuaca Jakarta Senin Ini Didominasi Awan Hujan Sedang Hingga Petir
- Senin, 19 Januari 2026













