Senin, 19 Januari 2026

5 Kuliner Berkuah Legendaris di Malang Paling Nikmat Saat Hujan Turun

5 Kuliner Berkuah Legendaris di Malang Paling Nikmat Saat Hujan Turun
5 Kuliner Berkuah Legendaris di Malang Paling Nikmat Saat Hujan Turun

JAKARTA - Perubahan cuaca yang disertai langit mendung dan hujan ringan sering memengaruhi selera makan banyak orang. Pada kondisi seperti ini, tubuh cenderung mencari hidangan hangat yang mampu memberi rasa nyaman sekaligus mengenyangkan.

Kuliner berkuah menjadi jawaban yang hampir selalu tepat ketika udara terasa dingin. Sensasi uap panas dari mangkuk makanan mampu menghadirkan kehangatan sekaligus meningkatkan kenikmatan rasa.

Kota Malang dikenal memiliki suhu yang relatif sejuk sepanjang tahun. Saat hujan turun, suasana kota ini terasa semakin cocok untuk menikmati sajian berkuah yang kaya cita rasa.

Baca Juga

Perjalanan Cece Caramel Bangkit dari Nol Menjadi Bintang Musik Lewat TikTok LIVE

Beragam kuliner khas Malang telah lama menjadi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan. Tak sedikit di antaranya yang bertahan puluhan tahun karena konsistensi rasa dan keunikan penyajiannya.

Mulai dari bakso legendaris hingga hidangan tradisional berbasis santan, Malang menyimpan banyak pilihan kuliner berkuah. Setiap hidangan memiliki cerita dan karakter yang berbeda.

Bagi pencinta wisata kuliner, momen hujan justru menjadi waktu yang tepat untuk menjelajahi rasa. Hangatnya kuah berpadu dengan dinginnya udara menciptakan pengalaman makan yang berkesan.

Berikut ini lima rekomendasi kuliner berkuah di Kota Malang yang paling cocok disantap saat hujan turun. Daftar ini mencakup tempat ikonik yang dikenal luas hingga kuliner tradisional penuh nostalgia.

Bakso dan Mie Berkuah Ikonik di Tengah Kota

Berbicara tentang Malang, nama bakso hampir selalu muncul sebagai ikon utama. Salah satu tempat yang paling sering disebut adalah Bakso President yang telah menjadi legenda kuliner kota ini.

Bakso President dikenal dengan kuahnya yang gurih dan ringan. Pilihan baksonya sederhana, mulai dari bakso halus, bakso urat, hingga menu campur komplet yang mengenyangkan.

Keunikan Bakso President tidak hanya terletak pada rasanya. Lokasinya yang berada di dekat rel kereta api memberikan sensasi makan yang berbeda dari tempat lain.

Saat hujan turun, menikmati bakso hangat sambil mendengar suara kereta menjadi pengalaman tersendiri. Suasana ini membuat banyak pengunjung kembali lagi meski harus mengantre.

Bakso President beralamat di Jalan Batanghari No. 3, Klojen, Kota Malang. Tempat ini buka mulai pukul 08.00 hingga 21.30 WIB.

Selain bakso, Malang juga identik dengan cwi mie sebagai sajian mie berkuah khas. Hot Cui Mie menjadi salah satu destinasi favorit bagi pencinta kuliner ini.

Cwi mie disajikan dengan mie lembut, kuah hangat, dan topping sederhana namun pas di lidah. Rasanya ringan tetapi tetap mampu mengenyangkan.

Saat hujan, semangkuk cwi mie panas terasa semakin nikmat. Hidangan ini kerap memunculkan nostalgia akan kuliner khas Malang tempo dulu.

Hot Cui Mie berlokasi di Jalan Letjen S. Parman No. 56, Blimbing, Kota Malang. Jam operasionalnya mulai pukul 09.00 hingga 21.30 WIB.

Sajian Soto dan Rawon yang Kaya Rempah

Selain bakso dan mie, hidangan berkuah berbasis rempah juga menjadi favorit saat hujan. Salah satu yang paling dikenal adalah Soto Ayam Lombok yang telah berdiri sejak tahun 1955.

Soto Ayam Lombok dikenal karena konsistensi rasa yang dijaga lintas generasi. Kuahnya segar, kaya rempah, dan memiliki cita rasa khas yang mudah dikenali.

Pilihan menu di tempat ini cukup beragam. Pengunjung dapat memilih soto ayam biasa atau versi spesial sesuai selera.

Soto Ayam Lombok cocok disantap kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam. Saat hujan, kehangatan kuahnya terasa semakin menenangkan.

Warung soto ini beralamat di Jalan Lombok No. 1, Klojen, Kota Malang. Jam bukanya mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Bagi penggemar rawon, Malang juga memiliki destinasi yang hampir selalu masuk daftar wajib. Rawon Nguling menjadi salah satu tempat yang dikenal luas karena cita rasanya yang khas.

Kuah rawon yang hitam pekat berasal dari penggunaan kluwek berkualitas. Aroma khasnya berpadu dengan potongan daging empuk yang dimasak hingga meresap.

Menikmati rawon hangat saat hujan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Rasa gurih dan dalam dari kuahnya mampu menghangatkan tubuh dengan cepat.

Rawon Nguling sering disajikan bersama nasi putih, nasi pecel, atau urap sebagai pendamping. Kombinasi ini membuat hidangan terasa semakin lengkap.

Tempat makan ini berlokasi di Jalan Zainul Arifin No. 62, Klojen, Kota Malang. Jam operasionalnya dimulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Kuliner Tradisional Berkuah yang Sarat Nuansa Rumahan

Selain kuliner populer, Malang juga memiliki hidangan tradisional yang tak kalah menarik. Orem-orem menjadi salah satu makanan khas yang sederhana namun penuh cita rasa.

Orem-orem berbahan dasar irisan ketupat yang disiram kuah santan kuning. Kuahnya kaya rempah dan memiliki rasa gurih yang lembut.

Potongan tempe yang dimasak hingga empuk menjadi ciri khas hidangan ini. Kombinasi ketupat dan tempe menciptakan tekstur yang nyaman di lidah.

Saat hujan turun, orem-orem terasa sangat cocok disantap. Kuah santannya yang hangat menghadirkan rasa rumahan yang menenangkan.

Salah satu tempat yang dikenal menyajikan orem-orem adalah Orem-orem AREMA. Kuliner ini sering dicari oleh mereka yang ingin mencicipi rasa tradisional khas Malang.

Orem-orem AREMA beralamat di Jalan Galunggung No. 56F, Klojen, Kota Malang. Tempat ini buka mulai pukul 09.30 hingga 15.30 WIB.

Perlu diperhatikan bahwa Orem-orem AREMA tutup setiap hari Jumat. Pengunjung disarankan datang lebih awal karena kerap habis sebelum jam tutup.

Menikmati Hujan Lewat Semangkuk Kehangatan

Hujan di Kota Malang sering menghadirkan suasana yang khas dan menenangkan. Udara sejuk berpadu dengan aroma tanah basah menciptakan momen yang pas untuk menikmati kuliner.

Kuliner berkuah bukan sekadar pengisi perut saat lapar. Hidangan ini juga menjadi cara untuk menikmati suasana dan memperlambat ritme aktivitas.

Dari bakso legendaris hingga orem-orem tradisional, Malang menawarkan pilihan yang beragam. Setiap tempat memiliki karakter dan cerita yang memperkaya pengalaman kuliner.

Menikmati makanan hangat saat hujan juga menjadi bagian dari kebiasaan sosial masyarakat. Momen ini sering dimanfaatkan untuk berkumpul dan berbagi cerita.

Lima rekomendasi kuliner berkuah di atas dapat menjadi pilihan saat hujan turun. Semuanya menawarkan kehangatan rasa yang sesuai dengan suasana Kota Malang.

Dengan memilih tempat yang tepat, hujan tidak lagi menjadi penghalang aktivitas. Sebaliknya, hujan justru menjadi alasan untuk menikmati sajian terbaik kota ini.

Kuliner berkuah di Malang membuktikan bahwa rasa dan suasana dapat berjalan beriringan. Setiap suapan menghadirkan kehangatan yang sulit dilupakan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Mengolah Kulit Pisang Jadi Camilan Lezat Bergizi Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomis

Cara Mengolah Kulit Pisang Jadi Camilan Lezat Bergizi Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomis

Cara Membuat Jenang Lembut Tidak Lengket Tanpa Bau Tepung Tradisional

Cara Membuat Jenang Lembut Tidak Lengket Tanpa Bau Tepung Tradisional

Tujuh Cara Membuat Jus Buah Lebih Segar Alami Nikmat Tidak Enek

Tujuh Cara Membuat Jus Buah Lebih Segar Alami Nikmat Tidak Enek

Cara Mengolah Daun Cabai Jadi Lauk Sehat Gurih Praktis Jarang Diketahui

Cara Mengolah Daun Cabai Jadi Lauk Sehat Gurih Praktis Jarang Diketahui

Olahan Camilan Kulit Manggis Lezat Sehat Praktis Dibuat Sendiri di Rumah

Olahan Camilan Kulit Manggis Lezat Sehat Praktis Dibuat Sendiri di Rumah