Cristian Chivu Masih Berkuasa Di Liga Italia Namun Nasibnya Ujung Tanduk
- Selasa, 24 Februari 2026
JAKARTA - Inter Milan saat ini tengah berada dalam pusaran dinamika kepelatihan yang cukup kontradiktif. Di satu sisi, tim asuhan Cristian Chivu baru saja memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Italia setelah kemenangan krusial atas Lecce di pekan ke-26.
Namun, di sisi lain, bayang-bayang perubahan di kursi kepelatihan mulai muncul ke permukaan. Rumor mengenai potensi hadirnya sosok nahkoda baru bagi Si Ular Besar kian kencang berembus, meski Chivu sendiri sebenarnya baru saja mencatatkan rekor poin tertinggi bagi pelatih debutan di Inter, melampaui capaian nama-nama besar di masa lalu.
Ketidakpastian ini seolah menjadi kontras di tengah performa domestik Inter Milan yang sangat stabil. Meski memimpin perburuan Scudetto dengan selisih poin yang cukup jauh dari AC Milan, kegagalan di kompetisi Eropa baru-baru ini tampaknya menjadi pemantik spekulasi mengenai masa depan sang pelatih asal Rumania tersebut.
Baca Juga7 Kuliner Khas Jawa Tengah Paling Diburu Saat Ramadan, Cocok Jadi Takjil dan Menu Berbuka Favorit
Manajemen klub kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan kestabilan yang dibangun Chivu atau melakukan penyegaran guna mengejar ambisi yang lebih tinggi di level internasional pada musim mendatang.
Nasib Cristian Chivu Berada Di Persimpangan Jalan Akibat Peforma Eropa
Meskipun Inter Milan tampil sangat dominan di panggung domestik, posisi Cristian Chivu dilaporkan mulai goyah menyusul kekalahan mengejutkan di ajang Liga Champions. Kekalahan 1-3 dari klub Norwegia, Bodo/Glimt, di leg pertama babak playoff dianggap sebagai rapor merah yang mencoreng kegemilangan Inter di Serie A.
Banyak pihak menilai bahwa manajemen Inter sangat mengidamkan kesuksesan di kancah Eropa, dan ketidakmampuan tim menunjukkan performa solid di level tersebut membuat nasib Chivu kini disebut-sebut berada di ujung tanduk.
Tekanan bagi Chivu semakin besar karena ia harus membuktikan kapasitasnya dalam laga penentuan di leg kedua yang akan digelar di San Siro. Kegagalan untuk membalikkan keadaan tidak hanya akan mengakhiri petualangan Inter di Eropa, tetapi juga bisa mempercepat proses pencarian pelatih baru oleh petinggi klub.
Meski Chivu telah menanamkan dedikasi yang luar biasa, standar tinggi yang ditetapkan oleh Inter Milan sering kali tidak memberikan banyak ruang bagi kegagalan, terutama saat menghadapi tim yang di atas kertas tidak lebih diunggulkan.
Munculnya Nama Diego Simeone Dalam Radar Pencarian Pelatih Baru
Di tengah ketidakpastian nasib Chivu, muncul laporan mengejutkan yang menyebutkan bahwa Inter Milan telah melakukan pendekatan terhadap Diego Simeone. Kabar yang santer beredar menyebutkan bahwa pelatih veteran Atletico Madrid tersebut telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menangani Nerazzurri di masa depan.
Simeone, yang memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Inter sebagai mantan pemain, dianggap sebagai sosok ideal yang memiliki karakter kuat dan pengalaman internasional yang mumpuni untuk membawa Inter kembali disegani di kompetisi antarklub Eropa.
Meskipun banyak pendukung Inter yang tetap membela Chivu karena keberhasilannya memuncaki Liga Italia, godaan untuk mendatangkan pelatih sekelas Simeone sulit untuk diabaikan. Kabar mengenai pre-contract ini tentu saja menjadi gangguan bagi stabilitas tim di saat mereka sedang fokus dalam perburuan gelar juara.
Manajemen klub dituntut untuk segera memberikan klarifikasi atau setidaknya menjaga suasana internal agar tetap kondusif, mengingat Chivu masih terikat kontrak dan secara statistik sedang memberikan hasil yang sangat positif bagi klub di liga domestik.
Tantangan Berat Tanpa Lautaro Martinez Di Laga Krusial Mendatang
Masalah bagi Cristian Chivu tidak hanya berhenti pada rumor kepelatihan. Inter Milan harus menghadapi tantangan teknis yang sangat berat dengan absennya sang kapten sekaligus mesin gol utama, Lautaro Martinez. Cedera otot yang dialami Lautaro pada laga sebelumnya memaksanya untuk menepi selama sekitar satu bulan.
Hal ini merupakan pukulan telak, mengingat kontribusi Lautaro sangat krusial dalam skema penyerangan Inter yang sangat mengandalkan ketajaman dan kepemimpinannya di atas lapangan hijau.
Tanpa Lautaro, Chivu harus memutar otak untuk meramu strategi di lini depan, terutama saat melakoni laga hidup mati di Liga Champions. Kehadiran Marcus Thuram dan pemain muda seperti Francesco Pio Esposito akan menjadi tumpuan harapan baru bagi publik San Siro.
Kemampuan Chivu dalam mengatasi krisis pemain bintang ini akan menjadi ujian terakhir yang sangat menentukan bagi kelangsungan kariernya. Jika ia mampu membawa Inter bangkit tanpa sang kapten, maka keraguan terhadapnya mungkin akan perlahan terkikis oleh prestasi nyata di lapangan.
Optimisme Dan Keyakinan Skuad Inter Milan Menuju Akhir Musim
Terlepas dari segala spekulasi yang ada, Cristian Chivu tetap menunjukkan sikap yang tenang dan profesional. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini hanyalah memberikan yang terbaik di setiap pertandingan sisa.
Kemenangan 2-0 atas Lecce menjadi bukti bahwa para pemain tetap berada di belakang sang pelatih dan memiliki mentalitas pemenang. Chivu percaya bahwa timnya memiliki kedewasaan dan karakter yang kuat untuk menjawab semua kritik melalui hasil di lapangan, bukan melalui perang kata-kata di media massa.
Perjalanan Inter Milan hingga akhir Februari 2026 ini akan menjadi drama yang menarik untuk diikuti. Apakah Chivu akan mampu mempertahankan posisinya dengan meraih Scudetto dan melakukan comeback dramatis di Eropa, ataukah era baru di bawah kendali pelatih ternama akan segera dimulai? Yang pasti, Inter Milan tetaplah kekuatan utama di Italia saat ini, dan setiap keputusan yang diambil oleh manajemen akan berdampak besar pada peta persaingan sepak bola di tanah para gladiator tersebut dalam beberapa musim ke depan.
Regan
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Swasembada Pangan Melalui Food Estate Modern Menuju Kemandirian Nasional
- Selasa, 24 Februari 2026
Logistik Berat Masuk Babak Baru: Kalista Dan Toyota Tsusho Uji Coba Truk Kontainer Elektrik
- Selasa, 24 Februari 2026
Persiapan Lebaran: KAI Logistik Mobilisasi 12 Lokomotif Dari Sumatera Ke Jawa
- Selasa, 24 Februari 2026
Panduan Krusial Membeli Rumah KPR Periksa Lima Dokumen Utama Selain Cicilan
- Selasa, 24 Februari 2026
Berita Lainnya
Logistik Berat Masuk Babak Baru: Kalista Dan Toyota Tsusho Uji Coba Truk Kontainer Elektrik
- Selasa, 24 Februari 2026
Persiapan Lebaran: KAI Logistik Mobilisasi 12 Lokomotif Dari Sumatera Ke Jawa
- Selasa, 24 Februari 2026
Panduan Krusial Membeli Rumah KPR Periksa Lima Dokumen Utama Selain Cicilan
- Selasa, 24 Februari 2026
Panduan Lengkap Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Delapan Puluh Juta
- Selasa, 24 Februari 2026






.jpg)

