Kamis, 26 Februari 2026

Langkah Strategis Danantara Bangun Kemandirian Teknologi Melalui Kemitraan Strategis Semikonduktor Inggris

Langkah Strategis Danantara Bangun Kemandirian Teknologi Melalui Kemitraan Strategis Semikonduktor Inggris
Langkah Strategis Danantara Bangun Kemandirian Teknologi Melalui Kemitraan Strategis Semikonduktor Inggris

JAKARTA - Indonesia tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta teknologi global melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Dalam kunjungan kenegaraan ke London, Inggris, institusi pengelola investasi kedaulatan Indonesia ini resmi menjalin kolaborasi dengan Arm Limited, raksasa teknologi semikonduktor dunia.

Langkah ini bukan sekadar kerja sama bisnis biasa, melainkan fondasi bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi pemain kunci dalam rantai pasok mikropenghantar global, terutama dalam aspek desain dan hak kekayaan intelektual (IP).

Baca Juga

Astrindo Nusantara Infrastruktur Gandeng Indogas Kriya Dwiguna Perluas Bisnis Gas Bumi Nasional

Visi Besar Penguasaan Teknologi Chip dan Desain Strategis

Kemitraan yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini menandai babak baru bagi ambisi digital Indonesia. Arm Limited dikenal sebagai pemegang kendali atas desain chip yang digunakan hampir di seluruh dunia, mulai dari ponsel pintar hingga pusat data kecerdasan buatan (AI). Dengan merangkul mitra sekaliber Arm, Danantara memposisikan diri untuk mengakses teknologi tingkat tinggi yang selama ini sulit dijangkau secara mandiri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang turut mendampingi dalam proses tersebut, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup area yang sangat vital bagi masa depan. Fokus utama pengembangan akan menyasar pada desain chip untuk sektor otomotif, pusat data, hingga teknologi masa depan seperti komputasi kuantum dan kendaraan otonom. Targetnya jelas: Indonesia tidak hanya ingin menjadi konsumen, tetapi juga pemilik inovasi di bidang teknologi tinggi tersebut.

Mencetak Insinyur Lokal Melalui Transfer Teknologi Skala Masif

Salah satu poin paling krusial dalam perjanjian kerangka kerja ini adalah pengembangan sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan yang intensif. Pemerintah menargetkan lahirnya para ahli desain chip dari dalam negeri guna mengisi kebutuhan industri yang kian berkembang. Langkah konkretnya adalah melibatkan ribuan talenta lokal dalam ekosistem global yang dimiliki oleh pihak Inggris tersebut.

Airlangga menyampaikan optimisme tinggi terkait pengembangan kapasitas tenaga ahli nasional ini. "Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15.000 insinyur (engineers) kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design," tegas Airlangga. Pelatihan ini dirancang untuk memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dengan standar industri semikonduktor paling mutakhir di dunia.

Kedaulatan Intelektual dan Kepemilikan IP bagi Bangsa Indonesia

Berbeda dengan model kerja sama manufaktur pada umumnya yang hanya berfokus pada perakitan, kolaborasi antara Danantara dan Arm Limited lebih menekankan pada kepemilikan desain dan intelektual. Pemerintah ingin memastikan bahwa hasil dari pengembangan teknologi ini nantinya tetap menjadi aset milik Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga kemandirian nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam memperebutkan kendali atas teknologi mikrochip.

Visi jangka panjang dari kemitraan ini adalah agar Indonesia mampu menghasilkan produk semikonduktor yang sepenuhnya dikembangkan oleh tangan-tangan lokal. "Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia," lanjut Airlangga. Keberhasilan memegang hak kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) akan memberikan nilai tambah yang luar biasa besar bagi ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Hilirisasi Digital Sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Langkah Danantara ini merupakan bagian dari agenda besar pemerintah untuk memperkuat kedaulatan teknologi nasional secara mandiri. Hilirisasi kini tidak lagi hanya soal mineral dan komoditas alam, tetapi merambah ke sektor digital tinggi. Dengan menguasai hulu industri semikonduktor, yakni desain chip, Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekosistem digital yang lebih efisien dan kompetitif di kancah internasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menambahkan bahwa kemitraan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden untuk memperkuat penguasaan teknologi.

Menurutnya, program ini akan dijalankan secara sistematis, baik melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun dengan mendatangkan pelatih langsung dari Arm ke Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak domino yang luas bagi pengembangan industri manufaktur elektronik dan teknologi informasi di tanah air.

Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045 Lewat Industri Semikonduktor

Kemitraan antara Danantara dan Arm Limited dipandang sebagai "turbocharger" yang akan mempercepat laju ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dengan menjembatani potensi besar sumber daya manusia lokal dan teknologi mutakhir dari Inggris, Indonesia memiliki peluang untuk naik kelas menjadi negara maju dengan produktivitas tinggi. Kehadiran Danantara sebagai institusi pengelola investasi strategis menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan proyek berskala global ini.

Penandatanganan kerja sama di London ini barulah langkah awal dari perjalanan panjang. Namun, dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan penuh dari pemimpin dunia di bidang semikonduktor, cita-cita Indonesia untuk memiliki "Chip Made in Indonesia" bukan lagi sekadar mimpi.

Kedisiplinan dalam menjalankan modul pelatihan dan pengembangan desain akan menentukan seberapa cepat Indonesia bisa berdiri sejajar dengan negara-negara raksasa teknologi lainnya di masa depan.

Regan

Regan

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II Bahas Situasi Palestina Gaza

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II Bahas Situasi Palestina Gaza

Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi Siap Bertemu Presiden MBZ

Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi Siap Bertemu Presiden MBZ

XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global

XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global

Strategi Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Listrik Lebih Aman Efisien

Strategi Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Listrik Lebih Aman Efisien

Kia Bangkit di IIMS 2026, Optimistis Kuasai Pasar Otomotif Indonesia

Kia Bangkit di IIMS 2026, Optimistis Kuasai Pasar Otomotif Indonesia