Kamis, 26 Februari 2026

Laba Bersih PT Indo Tambangraya Megah 2025 Turun Hampir Setengah Tahun Ini

Laba Bersih PT Indo Tambangraya Megah 2025 Turun Hampir Setengah Tahun Ini
Laba Bersih PT Indo Tambangraya Megah 2025 Turun Hampir Setengah Tahun Ini

JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang 2025 seiring dengan melemahnya harga batu bara global. Berdasarkan laporan keuangan 2025 yang diaudit, ITMG meraih pendapatan bersih US$1,88 miliar atau turun 18,35% year-on-year (YoY) dari US$2,3 miliar pada 2024.

Pendapatan bersih tersebut berasal dari penjualan batu bara ke pihak ketiga sebesar US$1,84 miliar, penjualan ke pihak berelasi US$18,19 juta, jasa pihak ketiga US$4,64 juta, serta keuntungan dari transaksi swap batu bara US$10,56 juta. Pelanggan utama pihak ketiga ITMG termasuk China Bai Gui International Trade Ltd. US$213,02 juta dan Marubeni Corporation US$188,36 juta.

Seiring turunnya pendapatan, beban pokok pendapatan ITMG juga menurun dari US$1,6 miliar pada 2024 menjadi US$1,39 miliar pada 2025. Perusahaan mencatat beban umum dan administrasi US$44,9 juta, beban keuangan US$11,13 juta, dan beban pajak penghasilan US$92,54 juta.

Baca Juga

Astrindo Nusantara Infrastruktur Gandeng Indogas Kriya Dwiguna Perluas Bisnis Gas Bumi Nasional

Alhasil, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih ITMG mengalami penurunan signifikan. Pada 2025, laba bersih tercatat sebesar US$190,94 juta atau turun 48,96% YoY dibandingkan US$374,12 juta pada 2024.

Dampak Penurunan Harga Batu Bara terhadap Operasional dan Strategi ITMG

Penurunan harga batu bara global menjadi faktor utama yang menekan kinerja keuangan ITMG. Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan penjualan ke berbagai pelanggan strategis, baik domestik maupun internasional.

Perusahaan menekankan bahwa meskipun laba menurun hampir setengah dari capaian tahun sebelumnya, struktur biaya yang efisien membantu meringankan dampak penurunan pendapatan. Hal ini terlihat dari pengurangan beban pokok dan pengelolaan biaya operasional yang lebih terkendali.

Selain itu, ITMG terus memonitor pasar batu bara global untuk menyesuaikan strategi penjualan dan produksi. Penyesuaian ini dianggap penting agar perusahaan tetap kompetitif dan mampu mempertahankan pangsa pasar di tengah volatilitas harga komoditas.

Profil Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ITMG di Akhir 2025

Pada akhir 2025, ITMG memiliki total aset senilai US$2,4 miliar. Liabilitas tercatat sebesar US$497,73 juta, sementara jumlah ekuitas perusahaan mencapai US$1,9 miliar.

Struktur keuangan tersebut mencerminkan posisi perusahaan yang tetap solid meski menghadapi tekanan pasar. Ekuitas yang kuat memberikan ruang bagi ITMG untuk mengeksekusi strategi jangka panjang dan menahan fluktuasi harga batu bara global.

Perusahaan menegaskan bahwa pengelolaan aset dan liabilitas tetap menjadi fokus utama. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan operasional serta stabilitas finansial di tengah tantangan industri batu bara.

Prospek dan Tantangan Industri Batu Bara Indonesia

Penurunan laba ITMG pada 2025 menjadi cerminan tantangan yang dihadapi industri batu bara Indonesia. Fluktuasi harga global, permintaan dari pasar ekspor, dan dinamika energi dunia menjadi faktor kunci yang memengaruhi kinerja perusahaan.

Meski demikian, perusahaan tetap optimistis dengan potensi pertumbuhan jangka panjang sektor batu bara. Diversifikasi pelanggan dan strategi manajemen biaya menjadi kunci bagi ITMG untuk menjaga profitabilitas dan daya saing di tengah ketidakpastian pasar.

ITMG menegaskan bahwa meski laba menurun, komitmen terhadap efisiensi operasional dan kualitas produksi tetap dijalankan. Hal ini termasuk menjaga hubungan dengan pelanggan strategis serta memastikan pasokan batu bara berjalan lancar sesuai kontrak yang ada.

Perusahaan juga mempersiapkan langkah-langkah adaptif terhadap dinamika harga batu bara global. Strategi ini mencakup negosiasi harga, optimalisasi biaya, dan pengembangan proyek-proyek baru yang mendukung keberlanjutan bisnis.

Dengan struktur aset yang kuat dan fokus pada manajemen risiko, ITMG menilai mampu menghadapi ketidakpastian pasar dengan lebih stabil. Posisi keuangan yang sehat menjadi modal penting untuk tetap eksis di pasar batu bara internasional.

Perusahaan menekankan pentingnya inovasi dalam strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Hal ini termasuk penggunaan teknologi dalam operasional tambang dan pemrosesan batu bara agar lebih produktif dan ramah lingkungan.

Langkah-langkah tersebut diharapkan membantu ITMG mempertahankan kinerja meski pasar global menghadapi tekanan. Dengan demikian, perusahaan dapat tetap memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan menjaga stabilitas industri batu bara nasional.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II Bahas Situasi Palestina Gaza

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II Bahas Situasi Palestina Gaza

Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi Siap Bertemu Presiden MBZ

Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi Siap Bertemu Presiden MBZ

XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global

XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global

Strategi Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Listrik Lebih Aman Efisien

Strategi Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Listrik Lebih Aman Efisien

Kia Bangkit di IIMS 2026, Optimistis Kuasai Pasar Otomotif Indonesia

Kia Bangkit di IIMS 2026, Optimistis Kuasai Pasar Otomotif Indonesia