PLN Kalselteng Catat Lonjakan Konsumsi Listrik Hingga Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- Rabu, 04 Maret 2026
JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mencatat penjualan listrik mencapai 6.253,79 gigawatt hour (GWh) pada 2025. Angka ini naik 5,09 persen dibanding 2024 yang sebesar 5.950,92 GWh, menunjukkan pertumbuhan signifikan kebutuhan energi di wilayah ini.
Transformasi PLN Tingkatkan Kesiapan Layanan Listrik
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyatakan bahwa transformasi PLN sejak 2020 membuat perusahaan lebih siap merespons pertumbuhan permintaan listrik. Perubahan ini membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus menghadirkan layanan yang andal dan berkualitas bagi masyarakat.
Baca JugaJasa Marga Tutup Tahun 2025 dengan Laba Turun, Meski Pendapatan Tol Tetap Meningkat Signifikan
Transformasi tersebut mencakup penguatan infrastruktur, modernisasi sistem distribusi, serta peningkatan kapasitas operasional. Hasilnya, PLN mampu memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat dari berbagai sektor dengan lebih efisien.
Kontribusi Rumah Tangga, Industri, dan Bisnis
Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 didukung segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor utama. Hal ini menunjukkan listrik menjadi enabler penting bagi aktivitas ekonomi dan produktivitas di Kalselteng.
Sektor rumah tangga menjadi kontributor terbesar dengan capaian 3.391,75 GWh pada 2025, naik 3,93 persen atau meningkat 128,24 GWh dibanding 2024. Peningkatan ini seiring pertumbuhan jumlah pelanggan dan makin banyaknya pemakaian peralatan listrik di rumah tangga.
Kinerja Sektor Industri dan Pertambangan
Sektor industri mencatat konsumsi listrik sebesar 1.023,87 GWh, meningkat 3,41 persen YoY atau 33,78 GWh. Pertumbuhan ini didorong oleh pelanggan industri perkebunan kelapa sawit serta aktivitas pertambangan batu bara, bijih besi, baja, dan logam yang beralih menggunakan listrik PLN sebagai sumber energi utama.
Selain itu, industri pengolahan lain juga memperkuat permintaan listrik, menandakan transisi menuju energi bersih dan lebih efisien. PLN memastikan pasokan listrik bagi industri berjalan stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Lonjakan Konsumsi di Sektor Bisnis dan Komersial
Sektor bisnis mencatat konsumsi sebesar 1.219,83 GWh, tumbuh 10,72 persen YoY dengan kenaikan 118,14 GWh. Peningkatan signifikan ini dipengaruhi bertambahnya pusat perbelanjaan dan kawasan komersial, termasuk Duta Mall Palangka Raya yang mulai beroperasi.
Kenaikan konsumsi listrik sektor bisnis menunjukkan aktivitas ekonomi di Kalselteng mulai pulih dan berkembang. Hal ini mencerminkan potensi daerah sebagai pusat perdagangan dan layanan modern.
Dampak Positif terhadap Ekonomi Daerah
Menurut Iwan, meningkatnya konsumsi listrik di Kalselteng mencerminkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Kondisi ini turut berdampak positif pada pendapatan asli daerah melalui pajak dan aktivitas usaha yang semakin berkembang.
PLN UID Kalselteng memastikan pasokan listrik tetap andal di seluruh wilayah untuk mendukung aktivitas masyarakat dan industri. Layanan listrik yang stabil diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi lokal dan mendorong investasi baru di sektor energi dan industri.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Menu Sehat dan Praktis Untuk Sahur dan Buka Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar
- Rabu, 04 Maret 2026
Cara Mudah Membuat Nasi Goreng Tinggi Protein yang Sehat dan Mengenyangkan
- Rabu, 04 Maret 2026
7 Resep Olahan Ubi Tradisional yang Cocok untuk Menu Berbuka Puasa Ramadhan
- Rabu, 04 Maret 2026
Berita Lainnya
5 Menu Sehat dan Praktis Untuk Sahur dan Buka Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar
- Rabu, 04 Maret 2026
Cara Mudah Membuat Nasi Goreng Tinggi Protein yang Sehat dan Mengenyangkan
- Rabu, 04 Maret 2026
7 Resep Olahan Ubi Tradisional yang Cocok untuk Menu Berbuka Puasa Ramadhan
- Rabu, 04 Maret 2026








