Jasa Marga Tutup Tahun 2025 dengan Laba Turun, Meski Pendapatan Tol Tetap Meningkat Signifikan
- Rabu, 04 Maret 2026
JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menutup tahun 2025 dengan penurunan laba bersih, meski pendapatan tol menunjukkan tren positif. Laporan keuangan yang dirilis Selasa, 3 Maret 2026, mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,65 triliun.
Penurunan Laba dan Laba Per Saham
Angka tersebut turun 19,26% secara tahunan dari Rp4,53 triliun pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham JSMR menyusut menjadi Rp504 pada akhir 2025 dari Rp625 pada akhir 2024.
Baca JugaJasa Raharja Perkuat Sinergi Nasional untuk Keselamatan Transportasi Mudik Lebaran 2026
Kinerja Pendapatan Sepanjang 2025
Total pendapatan JSMR sepanjang 2025 tercatat Rp29,89 triliun, turun 5,87% dibanding Rp31,75 triliun pada 2024. Penurunan ini dipengaruhi merosotnya kontribusi segmen konstruksi, yang menjadi salah satu pilar pendapatan perusahaan.
Pendapatan tol tetap tumbuh menjadi Rp18,15 triliun pada 2025, naik dari Rp17,22 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, pendapatan dari segmen konstruksi turun tajam menjadi Rp10,07 triliun dari Rp13,02 triliun, sementara pendapatan usaha lainnya meningkat menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,51 triliun.
Efisiensi Biaya dan Laba Operasional
Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp18,10 triliun pada 2025, turun dari Rp20,44 triliun pada 2024. Efisiensi ini mendorong laba bruto naik menjadi Rp11,78 triliun dibanding Rp11,31 triliun sebelumnya, sedangkan laba usaha sedikit meningkat menjadi Rp9,64 triliun dari Rp9,5 triliun.
Meski laba operasional membaik, lonjakan total beban pajak penghasilan menjadi Rp1,54 triliun dari sebelumnya Rp157,65 miliar menekan laba bersih. Selain itu, beban komprehensif lain tahun berjalan meningkat menjadi Rp203,93 miliar dari Rp137,37 miliar, menambah tekanan pada hasil akhir.
Posisi Neraca dan Pertumbuhan Aset
Total aset JSMR per 31 Desember 2025 mencapai Rp159,99 triliun, naik dari Rp148,71 triliun pada akhir 2024. Total liabilitas juga membengkak menjadi Rp97,63 triliun dari Rp89,88 triliun, sementara total ekuitas tumbuh menjadi Rp62,36 triliun dari Rp58,83 triliun.
Kenaikan aset dan ekuitas menunjukkan perusahaan tetap mampu memperkuat struktur keuangan meski laba bersih mengalami tekanan. Hal ini menegaskan kemampuan JSMR menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika bisnis sepanjang 2025.
Prospek dan Strategi ke Depan
Meski laba bersih turun, JSMR mencatat pertumbuhan di lini tol, yang menjadi kontributor utama pendapatan. Perusahaan juga fokus mempertahankan profitabilitas operasional dan efisiensi biaya sebagai strategi menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Efisiensi beban dan pertumbuhan aset diharapkan memberikan ruang bagi JSMR untuk tetap menyalurkan proyek infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan tol. Investor disarankan memantau kinerja tol sebagai indikator kesehatan keuangan perusahaan di tahun-tahun mendatang.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Menu Sehat dan Praktis Untuk Sahur dan Buka Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar
- Rabu, 04 Maret 2026
Cara Mudah Membuat Nasi Goreng Tinggi Protein yang Sehat dan Mengenyangkan
- Rabu, 04 Maret 2026
7 Resep Olahan Ubi Tradisional yang Cocok untuk Menu Berbuka Puasa Ramadhan
- Rabu, 04 Maret 2026
Berita Lainnya
5 Menu Sehat dan Praktis Untuk Sahur dan Buka Puasa Agar Tubuh Tetap Bugar
- Rabu, 04 Maret 2026
Cara Mudah Membuat Nasi Goreng Tinggi Protein yang Sehat dan Mengenyangkan
- Rabu, 04 Maret 2026
7 Resep Olahan Ubi Tradisional yang Cocok untuk Menu Berbuka Puasa Ramadhan
- Rabu, 04 Maret 2026








