Kamis, 14 Mei 2026

TransJakarta Sesuaikan Jam Operasional dan Gratiskan Layanan untuk Mudik Lebaran 1447 H

TransJakarta Sesuaikan Jam Operasional dan Gratiskan Layanan untuk Mudik Lebaran 1447 H
TransJakarta Sesuaikan Jam Operasional dan Gratiskan Layanan untuk Mudik Lebaran 1447 H

JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyiapkan penyesuaian jam operasional armadanya saat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Operasional bus akan dimulai antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB untuk menyesuaikan aktivitas masyarakat.

Penyesuaian Jam Operasional Berdasarkan Pengalaman

Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, menyebut penyesuaian jam operasional ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat melayani hari besar keagamaan. “Belajar dari pengalaman kita melayani di hari-hari besar, biasanya pada saat hari H Lebaran, itu kita menyesuaikan jam operasional," ujar Welfizon di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Baca Juga

HK Mengajar Jadi Wadah Inspirasi dan Beasiswa bagi Pelajar di Sekitar Koridor JTTS

Selain menyesuaikan kebutuhan masyarakat, kebijakan ini juga memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan, terutama pramudi, untuk menunaikan salat Idulfitri. Pagi hari biasanya masyarakat fokus salat dan bersilaturahmi, sehingga aktivitas perjalanan baru meningkat menjelang siang.

“Mulai operasi kita perkirakan mungkin jam 09.00 atau jam 10.00. Biasanya silaturahmi mulai jam 10.00 atau bahkan setelah Zuhur. Jadi nanti kita akan sesuaikan jam operasionalnya,” jelas Welfizon.

Pembebasan Biaya Layanan Transportasi

TransJakarta juga berencana membebaskan biaya layanan untuk semua moda angkutan selama Lebaran 1447 H. Namun, jangka waktu pemberlakuannya masih menunggu kepastian dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Welfizon menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan komitmen Pemprov DKI Jakarta pada hari besar keagamaan. “Kemarin juga ada Festival Ramadan dan nanti pada saat Lebaran juga ada Nyepi,” kata Welfizon.

Tanggal pasti pembebasan biaya layanan akan mengikuti Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Apakah berlaku mulai 1 Syawal (20 Maret 2026) atau termasuk hari berikutnya, pihak TransJakarta akan menyesuaikan sesuai SK resmi.

Penyesuaian Teknis Sistem Pembayaran

Welfizon menjelaskan bahwa biaya Rp1 yang muncul di sistem hanyalah formalitas teknis untuk menandakan perpindahan rupiah. “Secara sistem di TJ, MRT dan yang lain itu, 0 tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Rp1 dan 0 sebenarnya tidak beda jauh, tapi secara teknologinya karena ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu, makanya konversi dari 0 menjadi Rp1,” terangnya.

Kebijakan ini diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. TransJakarta menyiapkan operasional dan sistem pembayaran yang adaptif sehingga perjalanan lebih lancar dan aman bagi seluruh penumpang.

Keputusan untuk menyesuaikan jam operasional sekaligus memberikan layanan gratis menjadi bagian dari upaya TransJakarta mendukung kenyamanan warga Jakarta dan sekitarnya. Hal ini juga menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap mobilitas masyarakat pada hari besar keagamaan.

Dengan persiapan ini, TransJakarta diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan memberikan layanan transportasi publik yang efisien selama Lebaran. Penyesuaian jam operasional dan kebijakan tarif gratis juga menjadi bentuk inovasi layanan yang responsif terhadap kebutuhan warga.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PLN IP Integrasikan PLTS dan Pasar Karbon Melalui Strategi Beyond kWh

PLN IP Integrasikan PLTS dan Pasar Karbon Melalui Strategi Beyond kWh

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah