Rabu, 13 Mei 2026

Lampaui Target, PIS Sukses Reduksi 51 Ribu Ton Emisi Karbon di 2024

Lampaui Target, PIS Sukses Reduksi 51 Ribu Ton Emisi Karbon di 2024
PT Pertamina International Shipping (FOTO; NET)

JAKARTA - PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil menekan emisi karbon hingga 51,09 ribu ton CO2e sepanjang tahun 2024 sebagai wujud nyata dekarbonisasi logistik laut.

Angka tersebut menunjukkan performa sebesar 146,4 persen, yang berarti telah melewati target awal yang ditetapkan sebesar 34,89 ribu ton.

Efisiensi yang dilakukan melalui 111 program, termasuk pengaturan kecepatan pada kapal MT Pertamina Pride, MT PNS Serena, dan MT Quantum Harmony, menjadi kunci utama keberhasilan ini.

Baca Juga

Cofiring Biomassa Dinilai Hanya Perpanjang Masa Operasional PLTU

PIS menetapkan sasaran pengurangan emisi yang lebih tinggi untuk tahun 2025, yakni sebesar 45.213 ton CO2e.

"Kami bertekad terus mendorong transformasi menuju bisnis logistik energi yang lebih hijau dan efisien. Capaian dekarbonisasi yang melampaui target menjadi penyemangat PIS dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan," ujar Eka Suhendra, Direktur Perencanaan Bisnis PIS.

Modernisasi armada dengan mengoperasikan kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) berteknologi bahan bakar ganda rendah emisi menjadi strategi utama perusahaan.

Upaya ini dipilih sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara perkembangan bisnis dan aspek kelestarian lingkungan.

Eka memaparkan bahwa pencapaian ini mendorong PIS untuk mematok target reduksi emisi yang lebih menantang pada 2025 senilai 45.213 ton CO2e sebagai bentuk dukungan pada agenda Net Zero Emission pemerintah.

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pemerintah menuju Net Zero Emission," ujar Eka Suhendra.

Terkait operasional, tercatat 58 unit dari 106 kapal PIS meraih skor rata-rata 3,15 dalam standar Ship Inspection Report (SIRE).

Perusahaan pun mengukir catatan 40,5 juta jam kerja aman tanpa ada insiden kecelakaan fatal yang menimpa awak kapal.

Eka menyebutkan bahwa modernisasi armada merupakan salah satu taktik inti untuk mewujudkan ambisi dekarbonisasi tersebut.

Penggunaan kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) dengan teknologi dual-fuel rendah emisi dinilai sangat tepat baik untuk kepentingan bisnis maupun lingkungan.

"Menurut Eka, salah satu jurus jitu dalam mencapai ambisi dekarbonisasi adalah melalui modernisasi armada, diantaranya dengan kehadiran kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) dengan teknologi bahan bakar ganda (dual-fuel) rendah emisi merupakan langkah strategis dari sisi bisnis dan lingkungan," ujar Eka Suhendra.

PIS juga menerapkan energi surya dan teknologi otomatisasi di Terminal Tanjung Sekong guna membangun ekosistem terminal hijau.

Berkat konsistensi tersebut, PIS meraih rating ESG dengan skor BBB dari MSCI, yang merupakan posisi puncak di sektor pelayaran tanah air.

"Dengan berbagai capaian tersebut, PIS akan terus menjaga kelancaran distribusi energi nasional, serta menegaskan posisi sebagai pemain global yang mengedepankan keberlanjutan dan teknologi hijau dalam industri logistik energi," tutup Eka Suhendra.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Sanksi Tegas Menanti Kendaraan Parkir Sembarangan di Jalan Margonda

Sanksi Tegas Menanti Kendaraan Parkir Sembarangan di Jalan Margonda