Krakatau Steel Targetkan Pendapatan Konsolidasi 1,6 Miliar Dolar AS Lewat Transformasi KRAS Reborn
- Rabu, 11 Maret 2026
JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) menargetkan pendapatan konsolidasi hingga US$1,6 miliar atau sekitar Rp26,98 triliun. Target ini ditetapkan usai perusahaan melakukan transformasi kinerja yang disebut fase reborn.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyebut bahwa inisiatif tahun ini menjadi titik penting untuk memperkuat posisi di industri baja. Perusahaan kini bergerak dari fase bertahan menuju penguatan dan ekspansi bisnis.
KRAS tidak hanya fokus pada industri baja, tetapi juga mengembangkan lini bisnis pendukung lain. Kawasan industri, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, hingga pembangkit listrik menjadi fokus tambahan.
Baca JugaJadwal Bus DAMRI Jakarta Ke Bandara Soekarno Hatta Terbaru 2026
Visi KRAS Reborn dan Target Strategis 2026
“Melalui KRAS Reborn, perseroan menetapkan visi untuk mencapai target pendapatan konsolidasi sebesar US$1,6 miliar sebagaimana tertuang dalam RKAP 2026,” ujar Akbar pada Selasa, 10 Maret 2026. Target ini menjadi tolok ukur bukan sekadar angka finansial, melainkan transformasi mentalitas perusahaan.
Transformasi ini menekankan kolaborasi lintas entitas antara holding dan anak perusahaan. Fokus utama adalah penyelesaian proyek yang berdampak langsung pada profitabilitas dan efisiensi.
Setiap proyek yang dijalankan diarahkan agar memiliki efek positif bagi pencapaian target strategis. Pendekatan ini juga memastikan KRAS beroperasi lebih adaptif terhadap dinamika pasar baja nasional dan global.
Hilirisasi dan Penguatan Industri Maritim
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio KRAS, Hernowo, menargetkan kinerja keuangan tetap positif sepanjang 2026. Hal ini sejalan dengan mandat hilirisasi dari Danantara untuk memperkuat industri baja domestik.
Perseroan diminta terlibat dalam pengolahan pasir besi dan bijih besi menjadi baja. Selain itu, pengembangan stainless steel berbasis nikel menjadi fokus untuk mendukung industri lokal.
“Tahun lalu kinerja sudah hijau, selanjutnya tidak boleh merah lagi,” tegas Hernowo. Penekanan ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga tren positif kinerja finansial.
KRAS juga akan berperan dalam program revitalisasi galangan kapal nasional. Saat ini, perseroan rutin memasok 400.000 ton baja untuk kebutuhan industri galangan kapal domestik.
Dukungan Terhadap Industri Kapal Nasional
Upaya penguatan industri maritim Indonesia menjadi prioritas utama KRAS. Amanat dari Danantara meminta perseroan memasok baja ke PT PAL sebagai pionir galangan kapal.
Hernowo optimis penyerapan baja ke industri lokal akan semakin masif. Hal ini diharapkan memperkuat ketahanan industri maritim nasional sekaligus meminimalisir ketergantungan pada impor.
Penggunaan bahan baku lokal menjadi kunci agar industri galangan kapal domestik tumbuh signifikan. “Kalau dibangun di domestik semua bisa double dengan catatan materialnya tidak impor,” jelas Hernowo.
Menurutnya, pemanfaatan baja domestik akan meningkatkan kapasitas industri kapal nasional secara signifikan. Ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam penguatan ekosistem industri dalam negeri.
Kinerja Keuangan dan Restrukturisasi KRAS
Berdasarkan Laporan Keuangan kuartal III/2025, KRAS membukukan laba bersih sebesar US$24 juta. Keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas restrukturisasi kewajiban dan efisiensi operasional perusahaan.
Program pelunasan dipercepat juga berperan memperbaiki struktur keuangan KRAS secara signifikan. Langkah-langkah tersebut memastikan perusahaan lebih siap menghadapi tantangan bisnis dan meningkatkan profitabilitas.
Restrukturisasi keuangan ini menjadi landasan bagi KRAS untuk mendukung proyek strategis jangka panjang. Dengan modal finansial yang lebih sehat, perusahaan mampu mengimplementasikan program KRAS Reborn secara optimal.
Proyek Strategis dan Kolaborasi Lintas Entitas
KRAS Reborn mengedepankan kolaborasi antara holding dan anak perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan proyek strategis dengan lebih efisien dan terukur.
Fokus proyek adalah memberikan dampak nyata bagi profitabilitas serta memastikan target konsolidasi tercapai. Setiap unit bisnis diarahkan untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan keahliannya masing-masing.
Kolaborasi ini juga mendukung penguatan lini bisnis non-baja seperti kawasan industri, logistik, dan energi. Sinergi yang terjadi meningkatkan efektivitas operasional dan mengurangi biaya produksi secara keseluruhan.
Penguatan Posisi di Industri Baja Global dan Domestik
Dengan strategi KRAS Reborn, perusahaan siap memperkuat posisi di industri baja global. Diversifikasi lini bisnis dan hilirisasi produk menjadi langkah penting untuk memperluas pangsa pasar.
KRAS menargetkan tidak hanya menjadi pemain utama di domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar ekspor. Hal ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk tumbuh berkelanjutan dan berorientasi pada profitabilitas jangka panjang.
Pendekatan yang dilakukan KRAS memastikan pertumbuhan industri baja nasional lebih stabil. Efisiensi operasional dan pengelolaan proyek strategis menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Selain itu, penguatan industri maritim dan kapal domestik akan menyerap produksi baja lokal secara maksimal. Hal ini menjadi bukti nyata kontribusi KRAS terhadap pembangunan industri nasional.
Kolaborasi antara KRAS, anak perusahaan, dan Danantara memastikan proyek strategis berjalan lancar. Sinergi ini juga mendorong pencapaian target konsolidasi dan profitabilitas perusahaan lebih cepat.
Dengan strategi KRAS Reborn, perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan finansial. Fokus utama tetap pada penguatan ekosistem industri, pemberdayaan sumber daya lokal, dan ketahanan industri nasional.
Kinerja positif tahun ini menjadi indikator kesiapan KRAS menghadapi tantangan global. Transformasi mentalitas dan strategi kolaboratif membentuk fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.
KRAS Reborn menunjukkan bahwa transformasi perusahaan bukan sekadar rebranding, tetapi perubahan fundamental dalam manajemen, operasi, dan strategi bisnis. Semua lini diarahkan agar dapat mendukung pencapaian target strategis.
Dengan fondasi yang lebih kuat, KRAS siap menghadapi persaingan global. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan industri baja dan keberlanjutan bisnis di Indonesia.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Samsung Siapkan Kacamata Pintar AI: Inovasi Baru dalam Dunia Teknologi Wearable
- Rabu, 11 Maret 2026








