DSSA Lakukan Stock Split 1:25 Agar Saham Lebih Terjangkau Bagi Investor Baru
- Kamis, 12 Maret 2026
JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memperoleh persetujuan para pemegang saham untuk melaksanakan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:25. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu, 11 Maret 2026.
Rencana stock split ini menjadi bagian dari visi jangka panjang DSSA untuk membuat saham lebih terjangkau tanpa mengubah nilai ekonomi kepemilikan. DSSA optimistis langkah ini membuka peluang akses lebih luas bagi calon investor yang ingin ikut dalam perjalanan bisnis perusahaan.
Tujuan Strategis Stock Split
Baca JugaHK Mengajar Jadi Wadah Inspirasi dan Beasiswa bagi Pelajar di Sekitar Koridor JTTS
Transformasi ini diharapkan memperkuat struktur kepemilikan saham sekaligus membangun hubungan inklusif dengan seluruh lapisan pemodal di Indonesia. Dengan demikian, DSSA tidak hanya meningkatkan likuiditas saham tetapi juga memperluas partisipasi investor.
Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya, menyatakan kebijakan ini memberikan nilai tambah bagi pasar modal Indonesia. Stock split dilakukan untuk menambah jumlah lembar saham yang beredar sehingga harganya lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.
Mendorong Praktik Tata Kelola dan Akuntabilitas
"Dengan menjangkau basis investor yang lebih luas, kami berharap dapat lebih mendorong penguatan praktik tata kelola perusahaan serta meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas kami sebagai perusahaan terbuka," ujar Krisnan, Kamis, 12 Maret 2026.
Stock split diharapkan meningkatkan volume perdagangan saham DSSA secara signifikan. Jumlah saham beredar akan meningkat dari 7.705.523.200 lembar menjadi 192.638.080.000 lembar saham sehingga menciptakan volume perdagangan harian yang lebih dinamis dan persepsi pasar yang lebih positif.
Pelaksanaan Sesuai Prinsip Transparansi
Pelaksanaan stock split akan menyesuaikan jumlah lembar saham secara proporsional tanpa mengubah hak suara maupun nilai ekonomi kepemilikan saham. DSSA memastikan setiap langkah dilakukan dengan prinsip transparansi dan perlindungan hak-hak pemegang saham.
Langkah ini juga dipandang penting untuk meningkatkan partisipasi investor ritel dalam pasar modal Indonesia. Dengan jumlah saham yang lebih banyak dan harga lebih terjangkau, saham DSSA diharapkan lebih mudah diakses oleh investor baru.
Jadwal Pelaksanaan Stock Split
Pengajuan permohonan pencatatan saham tambahan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 26 Maret 2026. Keterbukaan informasi sehubungan dengan pelaksanaan stock split dijadwalkan 1 April 2026, sementara akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi pada 6 April 2026.
Perdagangan saham dengan nilai nominal baru akan mulai efektif pada 7 April 2026. DSSA akan menindaklanjuti hasil RUPSLB dengan memproses administrasi pelaksanaan stock split sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












