Kamis, 12 Maret 2026

Danantara Indonesia Klaim Sukses Tarik Investasi Asing Hingga Ratusan Triliun Rupiah

Danantara Indonesia Klaim Sukses Tarik Investasi Asing Hingga Ratusan Triliun Rupiah
Danantara Indonesia Klaim Sukses Tarik Investasi Asing Hingga Ratusan Triliun Rupiah

JAKARTA - Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) mengklaim berhasil mengantongi komitmen investasi asing dan memperluas kapasitas pembiayaan nasional hingga ratusan triliun rupiah dalam satu tahun pertama operasionalnya. CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa DIM fokus menarik investasi strategis serta memperluas kemitraan internasional.

Hingga kini, DIM telah menjalin 11 kemitraan strategis global melalui berbagai memorandum of understanding (MoU). “Dalam tahun pertama operasionalnya, DIM telah menjalin 11 kemitraan strategis global melalui berbagai memorandum of understanding (MoU) dengan komitmen investasi yang mencapai sekitar Rp 346 triliun, guna menyalurkan investasi asing dan keahlian global ke berbagai sektor prioritas di Indonesia,” ujar Rosan, Rabu, 11 Maret 2026.

Perluasan Kapasitas Pembiayaan Nasional

Baca Juga

DSSA Lakukan Stock Split 1:25 Agar Saham Lebih Terjangkau Bagi Investor Baru

Tak hanya menarik modal asing, DIM juga memperluas kapasitas investasi nasional dengan menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp 150 triliun. Angka ini diperoleh melalui kombinasi berbagai instrumen keuangan seperti pinjaman, penyertaan modal, penerbitan patriot bonds, dan fasilitas revolving credit facility (RCF) dari institusi global.

Rosan menekankan bahwa kombinasi instrumen ini memungkinkan DIM mendukung proyek prioritas di Indonesia secara lebih fleksibel. Pendekatan ini juga diharapkan meningkatkan efisiensi pemanfaatan aset negara dan memperkuat ekosistem investasi domestik.

Investasi Strategis Dalam dan Luar Negeri

DIM mulai terjun ke berbagai proyek investasi strategis baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Salah satunya adalah partisipasi dalam pengembangan proyek Kampung Haji di Mekkah yang diharapkan memperkuat ekosistem halal global dan meningkatkan multiplier effect ekonomi bagi Indonesia.

Di dalam negeri, DIM mendorong investasi pada proyek pembangunan nasional, termasuk co-investment pada fasilitas waste-to-energy. Proyek ini diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional hingga Rp 1,3 triliun–Rp 1,6 triliun per tahun selama masa konstruksi.

Komitmen Profesionalisme dan Tata Kelola

Melalui momentum satu tahun ini, Danantara menegaskan komitmennya memperkuat fondasi tata kelola dan meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara. Rosan menekankan bahwa profesionalitas menjadi kunci dalam mendorong investasi yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang.

Peningkatan kapasitas pengelolaan aset juga diharapkan memperkuat kepercayaan investor domestik maupun internasional. Dengan pendekatan ini, DIM ingin memastikan bahwa setiap proyek investasi memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Dampak Investasi terhadap Perekonomian Nasional

Kehadiran DIM diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor strategis dan menciptakan peluang kerja baru. Rosan menegaskan bahwa setiap proyek yang dijalankan DIM harus memiliki multiplier effect positif bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Dengan keberhasilan satu tahun operasional ini, DIM menegaskan perannya sebagai penghubung antara investasi global dan proyek prioritas nasional. Langkah ini sekaligus menjadi pijakan untuk memperluas skala investasi yang berdampak signifikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kalbe Farma Siapkan Strategi Bisnis Inovatif 2026 untuk Memperkuat Semua Divisi Usaha

Kalbe Farma Siapkan Strategi Bisnis Inovatif 2026 untuk Memperkuat Semua Divisi Usaha

Avian Brands Raih Peringkat A+ dalam Laporan Keberlanjutan Terbaik di Indonesia

Avian Brands Raih Peringkat A+ dalam Laporan Keberlanjutan Terbaik di Indonesia

Industri Perbankan Syariah Optimistis Ketua OJK Friderica Widyasari Bawa Inovasi Besar

Industri Perbankan Syariah Optimistis Ketua OJK Friderica Widyasari Bawa Inovasi Besar

OJK Resmi Atur ETF Emas, Bareksa Optimis Dorong Diversifikasi Investasi Masyarakat

OJK Resmi Atur ETF Emas, Bareksa Optimis Dorong Diversifikasi Investasi Masyarakat

Peningkatan Wajib Pajak Tarif Tertinggi Jadi Indikator Kepatuhan Pajak di Indonesia

Peningkatan Wajib Pajak Tarif Tertinggi Jadi Indikator Kepatuhan Pajak di Indonesia