Baznas Bersama Pemerintah Luncurkan THR Ramadan, Maksimalkan Zakat untuk Masyarakat
- Jumat, 13 Maret 2026
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyambut terpilihnya Sodik Mudjahid sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurutnya, kepemimpinan baru ini diharapkan membawa semangat segar dan meningkatkan produktivitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
"Selamat kepada Pak Sodik Mudjahid yang baru saja menjadi Ketua Baznas. Kita harapkan semangat baru ini juga membawa kolaborasi kita semakin produktif di hari-hari yang akan datang," ujar Menko Muhaimin Iskandar dalam acara bertajuk "Selasar Hangat, Harmoni Lintas Keyakinan Kolaborasi Joyful Ramadan, Indonesia Berdaya melalui Tebar Harapan Ramadhan (THR)" di Jakarta.
Potensi Sosial Zakat yang Harus Dimaksimalkan
Baca JugaPolda Metro Jaya Buka Layanan SIM Keliling Jakarta, Perpanjangan SIM Lebih Mudah
Muhaimin menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi sosial yang sangat besar. Pengelolaan yang baik akan membantu kaum miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak dan berdaya.
"Setidaknya ada 23 juta kaum yang belum sejahtera, masih dalam posisi kesulitan ekonomi. Itu tanggung jawab kita dan itu menjadi bagian dari 8,25 persen penduduk bangsa kita yang masih mengalami kemiskinan, dan 0,85 persen masih berada dalam kemiskinan ekstrem," jelasnya.
Dia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga zakat sangat penting agar distribusi bantuan tepat sasaran. Efektivitas program ini juga akan memengaruhi pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh di tingkat nasional.
Program Tebar Harapan Ramadhan (THR) dan Distribusi Zakat
Dalam rangka Ramadan, pemerintah bersama lembaga zakat dan filantropi meluncurkan program Tebar Harapan Ramadhan (THR). Program ini menyalurkan 2 juta paket zakat fitrah kepada mustahik di seluruh Indonesia dengan total nilai bantuan mencapai Rp441,9 miliar.
Melalui THR, diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan dampak nyata dari zakat yang terkumpul. Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat dan filantropi masyarakat luas.
Kolaborasi Lembaga Zakat dan Filantropi Nasional
Pelaksanaan THR melibatkan 184 Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan 234 organisasi filantropi yang tergabung dalam platform Indonesia Berdaya. Langkah ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menanggulangi kemiskinan dan memberdayakan masyarakat.
Muhaimin menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi contoh nyata kolaborasi produktif antara pemerintah, lembaga zakat, dan organisasi filantropi. Melalui kolaborasi, berbagai program pemberdayaan dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
Peran Baznas dalam Memberdayakan Masyarakat
Sodik Mudjahid sebagai Ketua Baznas diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan ZIS dengan pendekatan yang lebih strategis dan inklusif. Fokusnya tidak hanya pada distribusi zakat, tetapi juga pada pemberdayaan mustahik agar dapat mandiri secara ekonomi.
Pendekatan ini akan mengubah peran Baznas dari sekadar menyalurkan zakat menjadi agen perubahan sosial yang berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, Baznas bisa menjadi contoh pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
Optimalisasi Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan
Program THR dan kolaborasi Baznas dengan berbagai lembaga merupakan upaya nyata mengurangi kemiskinan ekstrem. Setiap paket zakat yang disalurkan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan membuka peluang mereka untuk berdaya.
Muhaimin menekankan pentingnya terus memonitor efektivitas program ini. Evaluasi yang konsisten akan memastikan bahwa setiap bantuan sampai pada penerima yang benar-benar membutuhkan.
Mendorong Partisipasi Masyarakat dalam Filantropi
Selain pemerintah, partisipasi masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Kesadaran berzakat dan berinfak yang tinggi akan memperkuat fondasi sosial ekonomi nasional.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, Baznas dapat mengumpulkan lebih banyak ZIS. Dana tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk memperluas cakupan bantuan dan program pemberdayaan.
Pandangan Masa Depan Baznas yang Produktif
Abdul Muhaimin Iskandar optimistis dengan kepemimpinan baru, Baznas dapat lebih produktif dan inovatif. Peran strategis Baznas ke depan diharapkan tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan sosial.
Kolaborasi dengan lembaga filantropi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi utama untuk mencapai visi tersebut. Jika dikelola dengan tepat, Baznas bisa menjadi model pengelolaan zakat yang modern dan efektif di tingkat nasional.
Dengan strategi yang tepat, kolaborasi lintas sektor, dan pengelolaan ZIS yang optimal, Baznas di bawah Sodik Mudjahid diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Transformasi ini juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera.
Nathasya Zallianty
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Buka Layanan SIM Keliling Jakarta, Perpanjangan SIM Lebih Mudah
- Jumat, 13 Maret 2026
Korlantas Polri Gunakan Drone, ETLE, dan Body Cam Pantau Arus Mudik Lebaran 2026
- Jumat, 13 Maret 2026
Berita Lainnya
Waskita Karya Dapat Kontrak Besar Bangun RSUD Cendrawasih Dobo Maluku
- Jumat, 13 Maret 2026








