Kamis, 19 Maret 2026

Tips Menikmati Gohu Ikan Segar Khas Ternate di Meja Berbuka Puasa Praktis

Tips Menikmati Gohu Ikan Segar Khas Ternate di Meja Berbuka Puasa Praktis
Tips Menikmati Gohu Ikan Segar Khas Ternate di Meja Berbuka Puasa Praktis

JAKARTA - Menjelang waktu berbuka, aroma segar ikan bercampur perasan jeruk dan bawang merah mulai memenuhi sudut-sudut pasar. Di antara deretan takjil manis, gohu ikan selalu menjadi incaran pembeli.

Di Pasar Gamalama, Mahla Muhammad nyaris tak pernah membawa pulang dagangannya. Setiap Ramadan, mangkuk-mangkuk gohu ikan seharga Rp25 ribu ludes sebelum sore berakhir.

Disantap bersama sagu dan ubi rebus hangat, hidangan ini menawarkan sensasi segar, ringan, namun tetap mengenyangkan. Gohu ikan menjadi paket lengkap pembuka puasa yang digemari masyarakat setempat.

Baca Juga

Rekomendasi Tempat Camping di Lembang Dekat Sungai Viewnya Mantap

Gohu Ikan Sebagai Identitas Kuliner Maluku Utara

“Paling dicari itu gohu ikan, apalagi bulan puasa. Selalu habis,” ujarnya sambil melayani pembeli. Menu ini bukan sekadar favorit, tetapi juga identitas rasa masyarakat Maluku Utara.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, gohu ikan telah tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kategori pengetahuan tradisional. Artinya, resep dan cara pembuatannya resmi dilindungi negara.

Budi Argap Situngkir, Kekanwil Kemenkum Maluku Utara, menegaskan pentingnya menjaga warisan kuliner ini. Pengetahuan tradisional, termasuk teknik meracik gohu ikan, lahir dan dipelihara komunitas selama ratusan tahun.

Perlindungan KIK bukan hanya soal legalitas, tetapi juga menjaga identitas budaya. Selain itu, langkah ini memastikan manfaat ekonominya kembali ke masyarakat pemiliknya.

Dari Perahu Nelayan Hingga Meja Berbuka

Sejarah gohu ikan tak lepas dari kehidupan nelayan Ternate. Ikan tuna atau cakalang yang baru ditangkap dipotong kecil, diberi perasan jeruk, bawang merah, cabai, dan sedikit minyak panas tanpa proses memasak panjang.

Kesegaran bahan adalah kunci dari kelezatan hidangan ini. Teknik sederhana namun efektif ini membuat gohu ikan tetap menjadi sajian khas yang dicintai lintas generasi.

Meski Ternate pernah menjadi pusat perdagangan rempah dunia pada abad ke-16 hingga 17, resep gohu ikan nyaris tidak berubah. Kesederhanaan inilah yang menjadi rahasia daya tariknya hingga kini.

Kini, gohu ikan tidak hanya dimiliki nelayan atau pedagang pasar. Ia telah menjadi hidangan keluarga, menu berbuka puasa, hingga simbol kebanggaan kuliner Maluku Utara.

Gohu Ikan dalam Era Kuliner Modern

Di tengah tren makanan modern dan viral, gohu ikan tetap membuktikan keistimewaannya. Rasa otentik yang lahir dari tradisi selalu memiliki tempat di hati masyarakat.

Hidangan ini juga menjadi magnet wisata kuliner bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi buka puasa ala lokal. Popularitasnya semakin meningkat karena keunikannya yang tidak ditemukan di daerah lain.

Resep sederhana tetapi kaya rasa ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional bisa bersaing dengan inovasi modern. Perpaduan kesegaran ikan, bumbu alami, dan penyajian khas Ternate menjadikannya pengalaman kuliner yang otentik.

Menjaga Warisan Budaya Lewat Kuliner

Pelestarian gohu ikan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Maluku Utara. Masyarakat setempat menyadari bahwa makanan tradisional adalah aset yang harus dijaga agar tidak hilang atau diklaim pihak lain.

Teknik memasak dan resep turun-temurun menjadi bukti kekayaan intelektual komunitas. Dengan perlindungan KIK, generasi muda dapat terus belajar dan melestarikan resep asli.

Selain itu, gohu ikan juga menjadi sumber ekonomi lokal. Pedagang, nelayan, dan produsen lokal mendapat manfaat langsung dari popularitas kuliner ini.

Kehadiran gohu ikan di meja berbuka juga mengajarkan nilai-nilai tradisi kepada anak-anak. Mereka belajar menghargai rasa asli, teknik memasak, dan sejarah makanan lokal.

Tips Menikmati Gohu Ikan di Rumah

Untuk menikmati gohu ikan, gunakan ikan segar dan bahan berkualitas. Perasan jeruk, bawang merah, cabai, dan minyak panas harus seimbang agar rasa tetap segar dan menggugah selera.

Sajikan bersama sagu atau ubi rebus hangat agar pengalaman berbuka lebih lengkap. Tekstur ikan yang lembut berpadu dengan rasa asam pedas akan menjadi sensasi tersendiri.

Penyajian yang tepat membuat gohu ikan tidak kalah menarik dibandingkan menu modern atau viral lainnya. Kelezatannya terbukti mampu mempertahankan popularitas dari generasi ke generasi.

Dengan semua keunggulan ini, gohu ikan menjadi contoh bagaimana kuliner tradisional tetap relevan di era modern. Melalui resep sederhana dan perlindungan hukum, identitas kuliner Ternate terus lestari.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rekomendasi dan Tips Untuk Staycation Bogor yang Nyaman dan Berkesan

Rekomendasi dan Tips Untuk Staycation Bogor yang Nyaman dan Berkesan

3 Resep Olahan Tempe Praktis untuk Menu Sahur Agar Tetap Sehat dan Lezat

3 Resep Olahan Tempe Praktis untuk Menu Sahur Agar Tetap Sehat dan Lezat

7 Menu Lebaran Tanpa Santan yang Tetap Gurih Nikmat dan Cocok Untuk Keluarga

7 Menu Lebaran Tanpa Santan yang Tetap Gurih Nikmat dan Cocok Untuk Keluarga

11 Ide Lauk Kering Praktis untuk Bekal Perjalanan Mudik Jauh Agar Tetap Nikmat

11 Ide Lauk Kering Praktis untuk Bekal Perjalanan Mudik Jauh Agar Tetap Nikmat

8 Inovasi Nastar Kekinian Unik dan Lezat yang Wajib Dicoba Saat Hari Raya

8 Inovasi Nastar Kekinian Unik dan Lezat yang Wajib Dicoba Saat Hari Raya