Kamis, 14 Mei 2026

Prabowo Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Libatkan Sejumlah Menteri Terkait Nasional

Prabowo Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Libatkan Sejumlah Menteri Terkait Nasional
Prabowo Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Libatkan Sejumlah Menteri Terkait Nasional

JAKARTA - Upaya penanganan sampah di Indonesia kini diarahkan ke solusi yang lebih strategis dan berkelanjutan. 

Pemerintah tidak lagi sekadar berfokus pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi mulai mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi yang bernilai ekonomi. Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah konkret dengan mengumpulkan sejumlah menteri guna membahas percepatan implementasi program pengolahan sampah menjadi energi. Inisiatif ini diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah.

Baca Juga

Bahlil Ungkap Uni Eropa Minta Pasokan Batu Bara 20 Juta Ton ke RI

Pertemuan Strategis di Hambalang

Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Rabu. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo ingin agar sampah bisa segera dikelola menjadi energi.

"Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi Bapak Rosan Roeslani bersama beberapa Menteri Kabinet Merah Putih lainnya di kediaman Hambalang, Rabu 25 Maret 2026," ujar Seskab Teddy Indra Wijaya dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet, Rabu malam.

Pertemuan tersebut menjadi forum penting untuk menyelaraskan langkah antar kementerian dalam mempercepat realisasi program pengelolaan sampah berbasis energi di Indonesia.

Laporan Program Waste To Energy

Teddy menjelaskan, dalam rapat tersebut Rosan melaporkan perkembangan program Waste To Energy (WTE) atau program pengelolaan sampah menjadi energi di seluruh Indonesia. Program ini menyasar kota-kota besar dengan tingkat produksi sampah tinggi.

Kota-kota yang menjadi fokus antara lain DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, hingga Bali. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki kebutuhan mendesak untuk solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Melalui laporan tersebut, pemerintah pusat memperoleh gambaran mengenai progres sekaligus tantangan dalam implementasi teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Dorongan Pemanfaatan Sampah Jadi Energi

Teddy menyebut, Prabowo ingin sampah yang tidak tertangani dengan baik untuk bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Hal ini menjadi langkah penting dalam mengurangi dampak lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah.

"Presiden Prabowo menginginkan pemerintah pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan dan dimanfaatkan untuk menjadi energi terutama energi listrik," imbuhnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat.

Keterlibatan Sejumlah Menteri Kunci

Dalam rapat tersebut, tampak hadir Rosan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Mendikti Saintek Brian Yuliarto.

Kehadiran para pejabat lintas sektor menunjukkan bahwa program ini membutuhkan koordinasi yang kuat antara berbagai kementerian. Mulai dari aspek investasi, energi, keuangan, hingga pengembangan teknologi menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

Sinergi antar kementerian diharapkan dapat mempercepat implementasi program sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

Langkah Awal Menuju Solusi Berkelanjutan

Langkah pemerintah dalam mendorong pengolahan sampah menjadi energi menjadi sinyal kuat perubahan arah kebijakan lingkungan di Indonesia. Dengan pendekatan ini, masalah sampah diharapkan dapat diatasi secara lebih komprehensif.

Selain mengurangi volume sampah yang menumpuk, program ini juga berpotensi menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Hal ini sekaligus mendukung upaya diversifikasi energi nasional.

Ke depan, implementasi program Waste To Energy akan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Sanksi Tegas Menanti Kendaraan Parkir Sembarangan di Jalan Margonda

Sanksi Tegas Menanti Kendaraan Parkir Sembarangan di Jalan Margonda