Kamis, 14 Mei 2026

MPMX 2025: Tantangan Industri Otomotif dan Strategi Perusahaan Hadapi Pasar Lemah

MPMX 2025: Tantangan Industri Otomotif dan Strategi Perusahaan Hadapi Pasar Lemah
MPMX 2025: Tantangan Industri Otomotif dan Strategi Perusahaan Hadapi Pasar Lemah

JAKARTA - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat laba bruto Rp 1,36 triliun sepanjang 2025. Angka ini naik tipis 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,33 triliun.

Meski laba bruto naik, pendapatan neto perseroan justru turun 1,4 persen menjadi Rp 16,15 triliun. Perseroan menilai tahun 2025 penuh tantangan operasional dan kinerja keuangan di bawah capaian 2024.

Dinamika Pasar dan Dampaknya pada Kinerja MPMX

Baca Juga

Bahlil Ungkap Uni Eropa Minta Pasokan Batu Bara 20 Juta Ton ke RI

Berbagai faktor makroekonomi memengaruhi pasar, termasuk tekanan daya beli masyarakat dan suku bunga yang relatif tinggi. Moderasi pertumbuhan konsumsi domestik turut menjadi tantangan bagi perseroan.

“Kondisi tersebut tercermin pada melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor terkait konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua. Namun tekanan di tahun 2025 menjadi momentum untuk evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional, dan meningkatkan adaptabilitas organisasi,” ujar Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati.

Segmen Distribusi dan Ritel Kendaraan Roda Dua

Di segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia membukukan pendapatan Rp 15,2 triliun, melemah 2 persen yoy. Penjualan segmen distribusi mencapai 699 ribu unit, sementara penjualan suku cadang meningkat 3,5 persen yoy.

Penurunan kinerja ini sejalan dengan moderasi permintaan kendaraan roda dua di pasar domestik. Sementara itu, bisnis ritel MPMotor berhasil menjual 187 ribu unit dan pendapatan aftermarket meningkat 24 persen yoy.

Kinerja Segmen Asuransi dan Investasi

Segmen MPMInsurance mempertahankan momentum pemulihan dengan pendapatan Rp 927,8 miliar atau naik 1,6 persen yoy. Kinerja didorong oleh produk rekayasa dan properti, meskipun kendaraan bermotor melemah dan klaim meningkat 1 persen yoy.

Selain itu, hasil investasi perseroan pada ekuitas, obligasi, dan reksa dana meningkat signifikan. Pertumbuhan hasil investasi 45 persen yoy berkontribusi pada peningkatan laba bersih MPMInsurance sebesar 69,7 persen yoy.

Segmen Penyewaan Kendaraan dan Penjualan Mobil Bekas

MPMRent mempertahankan armada di kisaran 15.000 unit dengan tingkat utilisasi 92 persen. Mayoritas armada berasal dari mobil penumpang dengan klien di sektor layanan keuangan, perdagangan, dan distribusi.

Penjualan mobil bekas melalui Auksi meningkat 6 persen yoy menjadi 4.000 unit. Perseroan berencana mengintegrasikan hingga 10 kantor cabang MPMRent sebagai cabang Auksi untuk memperluas cakupan operasional dan partisipasi peserta lelang.

Segmen Jasa Keuangan dan Pembagian Dividen

Jaccs MPM Finance Indonesia masih fokus pada pengendalian risiko, pemulihan, dan efisiensi operasional. Kerugian bersih dari operasional melemah 53 persen menjadi Rp 437 miliar.

Pada 2025, perseroan membagikan dividen Rp 120 per saham. Pembagian dividen ini dilakukan secara konsisten untuk memastikan kepentingan pemegang saham jangka panjang terpenuhi.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Sanksi Tegas Menanti Kendaraan Parkir Sembarangan di Jalan Margonda

Sanksi Tegas Menanti Kendaraan Parkir Sembarangan di Jalan Margonda