Prediksi Dominasi Mobil Listrik Murni 2026 di China Geser Unit Hybrid
- Senin, 13 April 2026
JAKARTA - Ekosistem otomotif di China diprediksi akan segera memasuki era baru yang didominasi secara penuh oleh penggunaan kendaraan listrik murni dalam waktu dekat ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Ouyang Minggao selaku Profesor ternama dari Universitas Tsinghua pada acara Forum Pengembangan Kendaraan Listrik Cerdas di Beijing baru-baru ini. Ouyang menekankan bahwa efisiensi energi yang dimiliki oleh kendaraan listrik murni jauh melampaui jenis kendaraan lain yang saat ini masih beroperasi secara masif.
Menurut data teknis yang dipaparkan pada Sabtu 11 April 2026 dan Minggu 12 April 2026 kendaraan listrik murni dua kali lebih efisien dari hidrogen. Bahkan jika dibandingkan dengan mesin pembakaran internal yang menggunakan bahan bakar sintetis efisiensi kendaraan listrik murni tercatat bisa mencapai empat kali lipat lebih baik. Keunggulan fundamental dalam sektor penggunaan energi inilah yang menjadi alasan utama mengapa model hybrid diprediksi akan mulai ditinggalkan oleh konsumen global.
Target Penjualan Masa Depan
Ouyang juga memberikan gambaran mengenai peta jalan industri otomotif di China yang sangat ambisius dalam mencapai target emisi nol bersih di masa mendatang. Pada tahun 2030 mendatang pangsa pasar kendaraan energi baru diproyeksikan akan menembus angka di atas 70 persen dengan komposisi yang sangat mengesankan. Dalam periode tersebut rasio antara Battery Electric Vehicle atau BEV dibandingkan dengan model plug-in hybrid diprediksi akan berada pada angka perbandingan 7:3.
Baca JugaCofiring Biomassa Dinilai Hanya Perpanjang Masa Operasional PLTU
Tren pertumbuhan ini dipastikan akan terus berlanjut hingga tahun 2035 dengan target pangsa pasar yang mencapai lebih dari 80 persen secara nasional. Pada tahun tersebut dominasi kendaraan listrik murni akan semakin mutlak dengan perbandingan rasio terhadap kendaraan hybrid yang meningkat tajam menjadi 8:2. Puncaknya pada tahun 2040 pasar otomotif akan benar-benar berubah dengan rasio penggunaan kendaraan murni listrik mencapai 9:1 terhadap model lainnya.
Tantangan Teknologi Baterai Terbaru
Meskipun saat ini banyak pelaku industri yang mulai melirik teknologi baterai solid-state Ouyang memberikan catatan penting agar para produsen tidak terburu-buru mengadopsinya. Ia menilai bahwa teknologi tersebut masih memiliki sejumlah tantangan teknis yang cukup berat terutama pada aspek stabilitas kimia dan juga reaksi antarmuka. Baterai dengan kepadatan energi mencapai 300 Wh/kg tersebut diperkirakan baru akan benar-benar siap untuk dikomersialkan secara luas menjelang akhir dekade 2030-an.
Kendati demikian China tetap memegang peranan kunci dalam inovasi teknologi baterai dunia dengan kontribusi mencapai 44 persen terhadap seluruh paten global. Pemerintah setempat juga terus mendorong penurunan biaya produksi bahan elektrolit agar harga kendaraan listrik di masa depan menjadi semakin terjangkau bagi masyarakat. Kemajuan ini menunjukkan bahwa China telah siap secara infrastruktur untuk memimpin pasar baterai dunia dengan standar keamanan yang jauh lebih ketat.
Evolusi Keamanan Sektor Otomotif
Sejarah perkembangan keamanan baterai di China telah melewati berbagai tahapan krusial untuk memastikan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan raya di sana. Pada tahun 2014 pemerintah sempat mengambil kebijakan tegas dengan menghentikan penggunaan baterai jenis ternary pada moda transportasi bus umum karena alasan keselamatan. Titik balik industri terjadi pada tahun 2020 saat perusahaan BYD meluncurkan inovasi baterai blade lithium iron phosphate yang mengubah standar keamanan global.
Ke depannya standar keamanan akan semakin diperketat dengan mewajibkan seluruh unit baterai agar tidak mudah meledak atau terbakar dalam kondisi apa pun. China juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem penilaian keamanan yang komprehensif agar setara dengan standar yang diterapkan oleh negara-negara maju lainnya. Integrasi teknologi cerdas dalam sistem manajemen baterai juga menjadi fokus utama dalam transformasi model bisnis otomotif yang lebih modern dan efisien.
Visi Transportasi Ramah Lingkungan
Sektor kendaraan komersial juga tidak luput dari target elektrifikasi besar-besaran yang dicanangkan oleh pemerintah pusat demi menekan tingkat polusi udara yang ada. Pangsa pasar untuk kategori kendaraan komersial energi baru ini diprediksi akan menyentuh angka 50 persen pada tahun 2030 dan 60 persen pada 2035. Jika rencana ini berjalan lancar maka pada tahun 2040 sebanyak 70 persen kendaraan komersial yang beroperasi di jalanan China sudah berbasis listrik.
Total populasi kendaraan energi baru di negara tersebut diperkirakan akan mencapai jumlah yang fantastis yakni 380 juta unit pada tahun 2040. Sejalan dengan hal itu penggunaan listrik hijau sebagai sumber tenaga utama kendaraan juga ditargetkan melampaui angka 50 persen dalam beberapa tahun mendatang. Transisi ini menjadi bukti nyata bahwa kendaraan listrik merupakan solusi jangka panjang yang paling efektif dalam mendukung terciptanya ekosistem energi bersih dunia.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












