Kamis, 14 Mei 2026

Cadangan Migas 5 TCF Ditemukan di Lepas Pantai Kaltim, Investasi 8 M USD

Cadangan Migas 5 TCF Ditemukan di Lepas Pantai Kaltim, Investasi 8 M USD
Pengeboran minya lepas pantai milik Pertamina. (FOTO: NET)

JAKARTA - Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memaparkan hasil Drill Stem Test (DST) pada sumur eksplorasi lepas pantai (offshore) Kalimantan Timur yang dilakukan dalam dua pekan terakhir menunjukkan capaian yang sangat positif.

Menurut Djoko, hasil uji alir tersebut selaras dengan estimasi awal bahwa reservoir migas di area itu menyimpan potensi besar serta kualitas yang sangat layak untuk dikembangkan secara komersial.

“DST sumur eksplorasi offshore Kaltim yang telah dilaksanakan minggu lalu dan minggu ini telah dinyatakan selesai. Hasilnya sangat menggembirakan sekali sesuai prediksi awal,” ujar Djoko Siswanto dikutip dari berbagai sumber, Kamis, (7/5/2026).

Baca Juga

Cofiring Biomassa Dinilai Hanya Perpanjang Masa Operasional PLTU

Ia menerangkan, dari satu sumur yang diuji melalui DST, didapatkan potensi produksi gas menyentuh 200 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dan kondensat sekitar 12.000 barel per hari (BOPD).

Melihat kapasitas itu, pengembangan lapangan diprediksi cukup menggunakan lima sumur dalam satu anjungan lepas pantai. Apabila semua sumur berfungsi maksimal, total produksi diproyeksikan menembus 1.000 MMSCFD gas dan 60.000 BOPD kondensat.

Djoko menganggap skema pengembangan ini tergolong efisien dan berpeluang menjadi salah satu proyek migas strategis nasional untuk beberapa tahun ke depan.

Kini, proyek tengah dalam tahap sertifikasi cadangan oleh lembaga internasional maupun domestik seperti Lemigas Kementerian ESDM dan LAPI ITB. Proses ini ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Merujuk pada estimasi awal, cadangan gas di offshore Kalimantan Timur tersebut ditaksir mencapai angka 5 triliun kaki kubik (TCF).

Pasca sertifikasi usai, langkah selanjutnya ialah penyusunan desain pengembangan lapangan, yang mencakup penentuan jumlah sumur produksi, pembangunan platform offshore, fasilitas produksi, hingga analisis keekonomian proyek.

Djoko menyebutkan bahwa pengembangan lapangan ini diperkirakan memerlukan investasi kurang lebih 8 miliar dolar AS. Di samping itu, proyek ini dipastikan bakal mengaktifkan kembali kilang LNG Bontang di Kalimantan Timur yang selama ini tidak beroperasi (idle).

“Reaktivasi kilang LNG idle diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,5 triliun,” katanya.

Baginya, kehadiran investasi jumbo tersebut akan memberi pengaruh signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Selain menyerap tenaga kerja secara kontinu, proyek ini ditargetkan mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) paling sedikit 50 persen.

Djoko menyambung bahwa penerimaan negara dan daerah juga diprediksi akan terkerek naik seiring berjalannya pengembangan proyek migas ini.

SKK Migas mematok target proyek offshore Kalimantan Timur tersebut mulai beroperasi (onstream) pada 2029. Hasil produksi gas dan kondensat nantinya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan domestik demi memperkokoh ketahanan energi nasional.

“Gas dan kondensatnya diprioritaskan untuk kepentingan dalam negeri terlebih dahulu sesuai amanat Undang-Undang Migas,” ujar Djoko.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Riset Aurora: Proyek Baterai Hijau Eropa Naik Pesat Menjelang 2030

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Canggih! Tukar Baterai Motor Listrik di SPBKLU Hanya 3 Menit

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Pemerintah Bedakan Subsidi EV, BYD Tunggu Regulasi Resmi Terkait LFP

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Kisah Pemulung Klender: Punya Dana Darurat dari Tabungan Sampah

Sanksi Tegas Menanti Kendaraan Parkir Sembarangan di Jalan Margonda

Sanksi Tegas Menanti Kendaraan Parkir Sembarangan di Jalan Margonda