Kebiasaan Buruk Pengemudi yang Bikin Jarak Tempuh Mobil Listrik Turun
- Senin, 11 Mei 2026
YOGYAKARTA - Mobil listrik kini kian digemari masyarakat lantaran dinilai memiliki biaya operasional yang jauh lebih efisien serta lebih ramah bagi lingkungan.
Akan tetapi, cukup banyak pemilik kendaraan listrik yang tidak menyadari bahwa mereka sering melakukan kebiasaan buruk dalam berkendara, yang berakibat pada konsumsi energi baterai yang boros dan berkurangnya jarak tempuh.
Jayan Sentanuhady, selaku Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkapkan terdapat sejumlah kebiasaan umum pengguna mobil listrik yang memberikan pengaruh negatif terhadap efisiensi daya baterai.
Baca JugaCofiring Biomassa Dinilai Hanya Perpanjang Masa Operasional PLTU
Ia berpendapat bahwa salah satu tindakan yang semestinya dijauhi oleh pengemudi adalah melakukan akselerasi secara tiba-tiba atau agresif.
Sifat mobil listrik yang dibekali torsi instan sering kali memicu pengendara untuk menginjak pedal gas secara penuh ketika mobil baru mulai bergerak.
“Padahal konsumsi daya listrik paling besar terjadi ketika awal jalan. Selain beban menggerakkan mobil yang berat, butuh daya lebih besar, gas pol juga akan mengurangi daya lebih banyak,” ujar Jayan kepada Kompas.com, belum lama ini.
Jayan memaparkan bahwa cara mengemudi yang agresif memang memberikan sensasi menyenangkan berkat respons tenaga yang sangat cepat.
Namun, perilaku itu menyebabkan cadangan energi pada baterai lebih lekas habis sehingga jangkauan jarak kendaraan pun menjadi kian terbatas.
Hal ini dikarenakan baterai merupakan sumber energi utama bagi mobil listrik yang kapasitasnya telah ditentukan pada masing-masing model.
“Mobil listrik yang kerap dipakai ngebut sampai kecepatan tinggi juga bisa lebih boros, karena daya listrik akan terkuras lebih banyak. Waktu tempuhnya mungkin lebih cepat, tapi jarak tempuh jadi lebih pendek,” kata Jayan.
Di samping faktor cara berkendara, pengoperasian fitur air conditioner (AC) juga turut andil dalam menentukan tingkat pemakaian daya baterai.
Mengatur suhu AC pada level yang terlalu rendah, khususnya saat kondisi cuaca sedang terik, dapat menambah beban kerja pada sistem pendinginan kabin.
“Komponen AC mobil listrik tak lagi membebani motor listrik atau performa, tapi membebani baterai, sehingga daya listrik akan terus terkuras selama AC hidup. Makin dingin target yang harus dicapai, beban kerjanya makin berat,” ujar Jayan.
Oleh sebab itu, para pengguna mobil listrik dianjurkan untuk berkendara dengan lebih tenang dan mengatur pemakaian AC secara proporsional supaya efisiensi baterai terjaga dan jarak tempuh tetap maksimal.
David Ilham
variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Manchester United Incar Shea Charles Murah Untuk Gantikan Casemiro Musim Panas
- Jumat, 10 April 2026
Chelsea Tolak Real Madrid Demi Pertahankan Bek Muda Josh Acheampong Masa Depan
- Jumat, 10 April 2026
Liverpool Semakin Dekat Amankan Kontrak Baru Ibrahima Konate Di Anfield Musim Ini
- Jumat, 10 April 2026












