Sabtu, 16 Mei 2026

Yamaha Uji Fase Kedua Motor Listrik Sistem Swap Battery

Yamaha Uji Fase Kedua Motor Listrik Sistem Swap Battery
Motor listrik Yamaha Neo's (FOTO: NET)

JAKARTA - Kompetisi sepeda motor listrik tampaknya benar-benar menjadi target utama bagi produsen sepeda motor di Indonesia.

Walaupun pangsa pasarnya dinilai masih sangat minim jika dibandingkan dengan motor konvensional, namun secara bertahap pasarnya terus mengalami pertumbuhan.

Kondisi tersebut yang mendorong Yamaha melaksanakan studi mendalam mengenai sepeda motor listrik yang menerapkan sistem swap battery.

Baca Juga

Rusia Lanjutkan Proyek Migas Blok Tuna Mulai Juni 2026

Mempunyai konsep yang berbeda dari proyek terdahulu yakni E01 yang mengandalkan baterai tanam, dalam tahapan ini Yamaha bakal bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa ride sharing.

Langkah ini diambil dengan tujuan untuk mengukur serta menguji performa dari kendaraan listrik swap battery yang nantinya digunakan oleh para pengemudi ojek online.

Sebab, para pengemudi tersebut yang terlibat langsung dalam memfasilitasi pergerakan warga di area urban, sekaligus memetakan peluang bisnis yang dapat tercipta.

Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Satoshi Takagi menyatakan bahwa Yamaha mempunyai komitmen kuat untuk menawarkan solusi transportasi yang selaras dengan isu lingkungan hidup dan sosial.

"Saat ini Yamaha memasuki fase kedua pengujian EV dengan menggunakan model swap battery. Bekerja sama dengan salah satu penyedia jasa layanan ride sharing. Melalui proyek ini kami akan melihat bagaimana efektivitas kendaraan EV Yamaha dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan dan juga potensi bisnisnya," ujar Satoshi Takagi dalam pernyataannya.

Ekspektasi perusahaan ke depannya, lewat serangkaian riset menyeluruh yang dijalankan, pabrikan ini bakal benar-benar sanggup menyuguhkan moda transportasi yang ramah lingkungan.

Khususnya demi mengakomodasi keperluan transportasi serta tren gaya hidup para pelanggan di tanah air.

Melalui format kemitraan bersama penyedia platform ride sharing tersebut, perusahaan ini pun ikut memacu terbentuknya sebuah jaringan ekosistem yang bernilai guna.

Lantaran langkah ini mempermudah pengguna untuk menjangkau fasilitas transportasi demi memenuhi pelbagai kebutuhan sekaligus mengatasi hambatan problem sosial.

Sebab varian yang dipakai dalam riset kali ini berbasis EV swap battery, pihak manajemen bakal bersinergi dengan para mitra terkait demi menghadirkan stasiun penukaran baterai secara independen.

Setidaknya fasilitas tersebut sudah didistribusikan ke sejumlah lokasi yang strategis di kawasan Jabodetabek.

Lewat pengadaan stasiun swab battery mandiri itu, korporasi tersebut juga bakal mendalami ekosistem pengelolaan baterai moda transportasi listrik secara komprehensif, mulai dari sektor hulu hingga ke hilir.

David Ilham

David Ilham

variaenergi.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kepri Optimalkan Participating Interest Migas demi Ekonomi Daerah

Kepri Optimalkan Participating Interest Migas demi Ekonomi Daerah

Aplikasi Xstar Diakselerasi untuk BBM Subsidi Tepat Sasaran di Kepri

Aplikasi Xstar Diakselerasi untuk BBM Subsidi Tepat Sasaran di Kepri

Zarubezhneft, Perusahaan Migas Rusia yang Siap Investasi di RI

Zarubezhneft, Perusahaan Migas Rusia yang Siap Investasi di RI

Azhari Akhiri Masa Jabatan di SKK Migas Kalimantan-Sulawesi

Azhari Akhiri Masa Jabatan di SKK Migas Kalimantan-Sulawesi

Harga Emas dan Tembaga Turun, Saham Pertambangan Merosot

Harga Emas dan Tembaga Turun, Saham Pertambangan Merosot