MedcoEnergi Pacu Sektor Migas dan Energi Terbarukan

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 22 Mei 2026
MedcoEnergi Pacu Sektor Migas dan Energi Terbarukan
Ilustrasi Offshore PSC PT Medco Energi Internasional Tbk (FOTO: NET)

TANGERANG - Sikapi dinamika geopolitik global serta volatilitas pasar energi dunia, PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) memperkokoh strategi bisnis lewat metode 'dual track'.

Langkah tersebut ditempuh dengan mengakselerasi pengembangan sektor minyak dan gas bumi (migas) sekaligus memperbesar kapasitas energi terbarukan.

Senior Vice President Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi, memaparkan hal tersebut dalam sesi diskusi “MedcoEnergi Today: Value. Focus. Growth.” pada pergelaran IPA Convex 2026, ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Iwan memastikan bahwa tema besar strategi perusahaan tahun 2026 adalah “Value Focus Growth” yang dijadikan kerangka utama bagi pengembangan bisnis MedcoEnergi ke depan.

“Strategi tim MedcoEnergi pada tahun 2026 adalah Value Focus Growth. Ini merupakan tema strategi yang kami pilih untuk menjadi framework perusahaan di tahun 2026 dan masa mendatang,” kata Iwan Prajogi.

MedcoEnergi membukukan kenaikan produksi migas pada Kuartal I 2026 sebesar 170 mboepd, atau tumbuh 18 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan penjelasan Iwan, peningkatan produksi ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Produksi migas pada Kuartal I 2026 meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Seluruh proyek pengembangan juga berjalan sesuai jadwal,” jelasnya.

Pada sektor hulu, MedcoEnergi memacu sejumlah proyek strategis baik di dalam negeri maupun di tingkat regional.

Corridor PSC di Sumatra Selatan saat ini sudah berproduksi secara penuh di bawah kepemilikan 70 persen MedcoEnergi, sementara proyek Sakakemang PSC ditargetkan meraih Final Investment Decision (FID) pada Kuartal III 2026 dengan target produksi perdana pada 2027.

Di samping itu, proyek Senoro Phase 2A di Sulawesi ditargetkan dapat beroperasi secara penuh pada pertengahan tahun ini.

Iwan menerangkan bahwa aset migas perusahaan tersebar luas dari Aceh hingga Sulawesi, termasuk keterlibatan dalam LNG train joint venture serta operasional hulu migas lainnya.

MedcoEnergi juga terus memperbesar bisnis kelistrikan serta eksplorasi energi baru.

Iwan menguraikan beberapa blok eksplorasi seperti Sakakemang dan Wilayah Kerja (WK) Nawasena yang akan memasuki tahapan penandatanganan kerja sama terbaru.

“Insyaallah hari ini kami akan melakukan penandatanganan WK terbaru MedcoEnergi,” ungkapnya.

Perusahaan juga melebarkan ekspansi regional melalui pengembangan blok baru di Malaysia bernama Cendramas yang efektif mulai 23 September 2026.

Pada sektor ketenagalistrikan, kapasitas terpasang MedcoEnergi sepanjang 2025 telah menembus angka lebih dari 1.000 MW dengan total penjualan listrik menyentuh 4.371 GWh.

Kenaikan kapasitas ini menjadi pijakan strategis perusahaan dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih serta berkelanjutan bagi Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua