PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Biomassa Sorgum

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 22 Mei 2026
PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Biomassa Sorgum
PLN EPI dan Sorbu Agro Energi mengembangkan bioenergi sorgum di Gorontalo (FOTO: NET)

JAKARTA - Langkah strategis dalam menyokong proses transisi energi dan mencapai target net zero emission (NZE) kini diperkuat lewat pengembangan bioenergi yang memanfaatkan sorgum.

Inisiatif ini direalisasikan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) lewat kemitraan strategis dengan PT Sorbu Agro Energi.

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa biomassa mempunyai kelebihan dalam menekan emisi karbon secara instan lewat substitusi batu bara di pembangkit listrik.

“Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi,” ujarnya dikutip Kamis (21/5/2026).

Pemanfaatan bioenergi yang berbasis sorgum ini dianggap bukan cuma menyokong transisi energi, namun juga selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah demi memperkokoh ketahanan pangan serta energi nasional.

Pada saat ini, sejumlah negara seperti Korea Selatan dan Jepang tengah gencar mendongkrak pemanfaatan biomassa sembari berburu sumber pasokan yang baru.

PLN EPI sendiri tercatat telah sukses menggarap kurang lebih 14 jenis biomassa demi mencukupi kebutuhan cofiring PLTU.

Sampai sekarang, perseroan telah mengamankan kontrak pasokan biomassa hingga kisaran 1 juta ton yang didapat dari hampir 100 kolaborasi bersama bermacam mitra.

Lewat kemitraan itu, PLN EPI memosisikan diri sebagai offtaker biomassa sekaligus pembangun ekosistem energi primer, sedangkan kegiatan budi daya ditangani oleh mitra.

Perseroan senantiasa memberikan garansi kepastian penyerapan serta pola bisnis yang berkelanjutan bagi pelaku usaha yang terlibat.

“Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budidaya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan,” tambah Hokkop.

Direktur PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, memaparkan bahwa pihaknya saat ini memegang konsesi lahan kurang lebih 10.000 hektare di Gorontalo dengan peluang perluasan hingga 40.000 hektare lewat program perhutanan sosial.

Fase perdana pengembangan ini bakal digulirkan di Desa Totopo, Gorontalo, di atas lahan seluas 218 hektare yang berjarak cuma 56 kilometer dari PLTU Anggrek, Gorontalo Utara.

Agenda ini bakal digarap memakai metode pentahelix yang memadukan peran Pemerintah/BUMN, swasta, masyarakat/komunitas, akademisi, dan media.

“Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo,” ujarnya.

Cakupan dari kerja sama ini meliputi studi pengembangan bioenergi, pendirian biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga penjajakan pemanfaatan sumber daya hayati lainnya demi menyokong transisi energi nasional.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua