Pertamina NRE Ajak Mahasiswa ITB Pahami Carbon Trading

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 25 Mei 2026
Pertamina NRE Ajak Mahasiswa ITB Pahami Carbon Trading
Pertamina NRE dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 (FOTO: NET)

BANDUNG - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), yang merupakan subholding energi baru terbarukan milik Pertamina, mensosialisasikan konsep perdagangan karbon (carbon trading) kepada mahasiswa lewat kegiatan Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Langkah tersebut ditempuh sejalan dengan meningkatnya perhatian global terhadap isu perubahan iklim serta percepatan proses transisi energi menuju ekosistem ekonomi rendah karbon.

Kegiatan PGTC 2026 yang mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact” ini hadir sebagai ruang diskusi antara pelaku industri dan kalangan mahasiswa untuk membedah tantangan sekaligus peluang energi di masa depan.

Dalam agenda tersebut, Pertamina NRE menghadirkan stan interaktif yang berfungsi sebagai media edukasi terkait mekanisme perdagangan karbon, langkah reduksi emisi melalui instrumen kredit karbon, hingga realisasi proyek energi rendah karbon demi menyokong target net zero emission (NZE) Indonesia tahun 2060.

“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina New & Renewable Energy, Sri Nur Hidayati dikutip Minggu (24/5/2026).

Sistem perdagangan karbon sendiri merupakan sebuah mekanisme yang merangsang penurunan emisi melalui aktivitas jual-beli kredit emisi.

Entitas yang berhasil memangkas emisi secara masif memiliki peluang untuk menjual kredit karbon mereka kepada pihak lain yang tingkat emisinya masih di atas ambang batas.

Penerapan skema ini dinilai mampu memotivasi lebih banyak sektor untuk menekan emisi lantaran menawarkan nilai ekonomi yang menjanjikan.

Di samping itu, masyarakat luas juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif melalui program carbon offset atau kompensasi emisi karbon.

Proses tersebut diimplementasikan dengan memberikan dukungan pada aneka proyek penurunan emisi, seperti aksi penanaman pohon atau penciptaan energi bersih guna menyetimbangkan emisi yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.

Sri Nur Hidayati menyampaikan bahwa tren green jobs atau lapangan kerja ramah lingkungan terus mengalami pertumbuhan yang masif sejalan dengan besarnya atensi dunia pada sektor energi bersih dan prinsip keberlanjutan.

Kondisi tersebut membuka ruang bagi generasi muda untuk mengasah dan membangun kapabilitas di sektor energi masa depan.

Sri Nur Hidayati berpandangan bahwa agenda transisi energi tidak hanya menghadirkan tantangan bagi para pelaku usaha, melainkan juga memicu serapan tenaga kerja baru yang memiliki kompetensi relevan di bidang teknologi rendah karbon serta keberlanjutan.

Pada kesempatan sebelumnya, Pertamina NRE juga aktif melangsungkan kampanye penekanan emisi lewat program carbon offset yang bersinergi dengan aplikasi Livin’ by Mandiri.

Melalui kemitraan strategis tersebut, publik diajak untuk lebih familier dengan sistem kompensasi emisi karbon lewat pembelian kredit karbon demi menyokong jalannya proyek penurunan emisi yang sudah terverifikasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua