Sempat Ditahan Israel, 9 Relawan WNI Tiba di Bandara Soetta

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 25 Mei 2026
Sempat Ditahan Israel, 9 Relawan WNI Tiba di Bandara Soetta
9 Relawan WNI Tiba di Bandara Soetta (FOTO: NET)

JAKARTA - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat menjadi korban penangkapan Israel akhirnya tiba kembali di Tanah Air setelah melalui proses yang panjang.

Penahanan ini diawali ketika tentara Israel menghadang beberapa armada kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5).

Penangkapan secara bertahap terhadap armada GSF tersebut mengakibatkan sembilan relawan asal WNI turut diamankan.

Seluruh relawan GSF, termasuk sembilan WNI, sudah dilepaskan pada Kamis (21/5) waktu setempat dan diterbangkan ke Turki memakai pesawat sewaan pihak berwenang setempat.

Sejumlah WNI mengabarkan sempat mendapatkan tindakan tidak manusiawi selama masa penahanan, termasuk kekerasan fisik seperti pemukulan dan penyetruman.

Daftar 9 WNI yang ditahan militer Israel (berdasarkan laporan GPCI):

Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) - Kapal Zapyro

Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) - Kapal Zapyro

Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) - Kapal Josef

Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) - Kapal Kasr-1

Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) - Kapal Kasr-1

Bambang Noroyono (REPUBLIKA) - Kapal BoraLize

Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) - Kapal Ozgurluk

Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) - Kapal Ozgurluk

Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) - Kapal Ozgurluk

Kesembilan WNI tersebut sampai di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (24/5/2026) sekira pukul 16.25 WIB, dengan memakai syal keffiyeh khas Palestina.

Keluarga menyambut kepulangan mereka dengan penuh keharuan, sembari membawa spanduk serta bendera Palestina.

Disambut Menlu

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyambut secara langsung ketibaan para relawan.

Ia memastikan bahwa WNI yang menderita trauma fisik bakal memperoleh perawatan medis lebih lanjut.

"Terima kasih, selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan keluarga dan tadi dari laporan ada beberapa rekan kami yang mengalami trauma fisik yang akan juga ditangani lebih lanjut," kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026).

Sugiono juga mengutarakan apresiasi kepada bermacam pihak atas bantuan pembebasan serta pemulangan para WNI.

"Terima kasih kepada bapak Presiden atas arahannya, kepada para anggota Komisi I, pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI, Global Sumud Flotilla," ucap dia.

"Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir yang juga telah membantu khususnya lagi terlebih khusus lagi pemerintah Turki yang juga membantu penjemputan saudara-saudara kami ini dari Ashdod," sambungnya.

Cerita WNI Saat Ditangkap Israel

Salah satu relawan, Herman Budianto Sudarsono, tidak mampu membendung air mata ketika mengisahkan penyiksaan yang mereka rasakan selama ditahan.

"Banyak sekali yang mengalami cedera-cedera berat, rusuk patah ada sekitar 40 orang patah tangan patah kaki ya patah hidung ada yang ditembak dan seterusnya," kata Herman.

Ia pun membeberkan adanya indikasi pelecehan seksual selama proses penahanan yang panjang tersebut.

"Bahkan banyak juga kasus-kasus pelecehan seksual yang diterima oleh baik laki-laki maupun perempuan ketika proses yang panjang tersebut. Belum lagi hal-hal yang lain terkait dengan kondisi ketika kami ada di penjara dan seterusnya diperlakukan seperti hewan," ucapnya.

Herman mengimbuhkan bahwa kepedihan mereka tidak sebanding dengan keadaan warga Palestina.

"Ya tapi semua ini Insyaallah tidak menjadikan kami menjadi orang yang merasa paling berjasa hanya yang sangat kecil sekali yang kami lakukan untuk Palestina. Karena saudara kami yang di Palestina jauh lebih menderita dibandingkan dengan kami," ujarnya sambil menangis.

Sementara itu, relawan Rahendro Heruwibowo mengaku sempat diinjak hingga disetrum oleh serdadu Israel.

"Saya dipukul kepala ya, sudah saya nggak tahu berapa kali ya. Terus badan depan, belakang, dan saya jatuh juga sempat diinjak. Terakhir saya disetrum sehingga akhirnya saya teriak cukup kencang, baru mereka akhirnya melepaskan," ucapnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua