Sambas Berpotensi Hasilkan 466 MW Listrik dari Energi Bersih

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 26 Mei 2026
Sambas Berpotensi Hasilkan 466 MW Listrik dari Energi Bersih
Sambas Berpotensi Hasilkan 466 MW Listrik (FOTO: NET)

PONTIANAK - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjungpura Pontianak tengah melakukan riset mengenai potensi pengembangan tiga varian energi terbarukan di kawasan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

“Kami sudah menemukan tiga jenis energi terbarukan unggulan Kabupaten Sambas yang dapat dikembangkan potensinya untuk mendukung kebutuhan listrik sekaligus menekan emisi karbon di Kalbar,” kata Ketua Tim Peneliti, Dr Erdi dari LPPM Untan di Pontianak, Kalbar, Senin.

Ketika menjelaskan progres riset yang bertajuk “Analisis potensi energi terbarukan sebagai alternatif pengurangan emisi karbon di Kalbar”, Erdi menyebutkan bahwa tiga varian energi terbarukan andalan di Kabupaten Sambas yang berpeluang besar untuk dioptimalkan meliputi energi surya, air, serta biomassa.

Melalui ketiga macam energi bersih tersebut, diproyeksikan ada sekitar 466 megawatt daya listrik yang bisa dihasilkan demi mencukupi kebutuhan pasokan setrum warga, terutama di Kabupaten Sambas yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Berdasarkan penjelasan Erdi, studi yang digarap bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Barat ini memperlihatkan bahwa dari ketiga opsi energi bersih tersebut, potensi tenaga surya menjadi yang paling dominan dengan angka 45 persen, lalu disusul oleh energi biomassa sebesar 35 persen, dan tenaga air sebanyak 20 persen.

“Kami juga telah memetakan wilayah atau basis potensial tiga jenis energi terbarukan ini, seperti energi surya sangat potensial dikembangkan di Kecamatan Paloh, Tebas, Teluk Keramat, Sejangkung dan Sajingan Besar,” katanya.

Di sisi lain, untuk potensi dari sektor tenaga air mempunyai peluang dikembangkan di sepanjang kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sambas, DAS Sebangkau, serta DAS Paloh.

Lalu untuk pengelolaan biomassa dapat difokuskan pada 11 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) swasta dalam skala besar yang beroperasi di area Kabupaten Sambas, dengan estimasi kapasitas daya realistis mencapai 93,8 MW.

Ia menyambung kembali bahwa pemanfaatan tiga model energi ramah lingkungan ini diprediksi dapat mengurangi emisi gas rumah kaca di wilayah Kabupaten Sambas berkisar antara 32 ribu hingga 97 ribu ton CO2 per tahun, dari angka dasar awal sebesar 108 ribu sampai 162 ribu ton CO2 per tahun.

Bukan hanya itu, langkah optimalisasi energi bersih di daerah tersebut bakal ikut menyokong komitmen pemerintah Indonesia dalam mereduksi emisi gas rumah kaca yang ditargetkan menyentuh 31,89 persen lewat usaha mandiri dan 43,20 persen apabila mendapat bantuan internasional di tahun 2030 kelak.

“Pengembangan pembangkit energi terbarukan ini juga akan menambah bauran energi bersih, selain itu menambah kehandalan daya listrik karena sampai saat ini PLN masih mengimpor listrik dari Malaysia untuk menerangi Kalbar,” katanya.

Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Kalimantan Barat, Haryanto yang bertindak selaku penanggap mengutarakan bahwa pemanfaatan energi biomassa, khususnya yang bersumber dari limbah cair kelapa sawit, punya prospek yang sangat cerah untuk dijalankan mengingat di Kalimantan Barat terdapat lebih dari 100 perusahaan kelapa sawit dalam skala besar.

“Apalagi sudah ada program Palm Oil Mill Effluent atau POME atau limbah cair kelapa sawit yang mampu menghasilkan gas metan yang berguna untuk energi listrik alternatif dan sudah ada juga kolaborasi dengan PLN tinggal realisasinya saja,” katanya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua