Nissan China Tarik 68.265 Unit Mobil Listrik dan Hybrid

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 26 Mei 2026
Nissan China Tarik 68.265 Unit Mobil Listrik dan Hybrid
Ragam kendaraan Nissan yang dipamerkan di Beijing Auto Show (FOTO: NET)

JAKARTA - Nissan kembali mengadakan program penarikan kembali atau recall untuk perbaikan pada hampir 70 ribu unit kendaraannya di China.

Tindakan ini diterapkan usai ditemukannya indikasi masalah pada bagian pedal akselerator yang bisa berdampak pada keselamatan dalam berkendara.

Aktivitas recall ini melibatkan varian mobil listrik Nissan N7 dan versi hybrid Nissan N6.

Merujuk pada informasi dari otoritas regulasi setempat, State Administration for Market Regulation (SAMR), yang dilansir melalui Carnewschina, jumlah total kendaraan yang terlibat dalam masalah ini ialah sebanyak 68.265 unit.

Secara spesifik, jumlah tersebut mencakup 49.465 unit model Nissan N7 serta 18.800 unit tipe Nissan N6.

Persoalan ini bersumber dari rancangan konstruksi pada sistem pedal akselerator.

Dalam masa pemakaian yang lama, bagian dalam komponen itu berisiko aus hingga menyebabkan terjadinya gesekan di antara elemen pedal.

Keadaan seperti ini berpeluang menghambat tuas pedal untuk kembali menuju posisi semula sesudah ditekan oleh pengendara.

Apabila tetap dibiarkan, kendala pada fungsi kerja pedal gas ini berisiko menaikkan potensi terjadinya kecelakaan.

Laju kendaraan dikhawatirkan tidak bereaksi seperti semestinya ketika supir melepas injakan pedal akselerator, terutama dalam situasi jalanan yang sesak atau ketika sedang berbelok.

Guna mengatasinya, pihak Dongfeng Nissan bakal melakukan pergantian komponen pedal akselerator secara utuh pada unit yang bermasalah tanpa dipungut biaya.

Khusus untuk tipe Nissan N6, perusahaan manufaktur ini pun bakal memperbarui pedal rem memakai rancangan terkini supaya sepadan dengan wujud pedal akselerator hasil revisi.

Agenda penarikan unit ini direncanakan bakal mulai dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026.

Pihak Nissan bersama seluruh jaringan diler resminya bakal mengabari para pemilik mobil lewat surat tertulis, sambungan telepon, ataupun pesan singkat demi kelanjutan proses perbaikan.

Sampai detik ini, pihak otoritas belum mempublikasikan adanya kabar mengenai insiden tabrakan atau korban luka yang dipicu oleh kendala teknis tersebut.

Nissan secara resmi telah meluncurkan varian facelift bagi produk kei car andalannya, yakni Sakura.

Kendaraan listrik berdimensi ringkas yang sangat diminati di Jepang ini memperoleh sejumlah penyegaran, khususnya di area eksterior, demi mengimbangi persaingan pasar yang kian ketat.

Dikutip dari laman Carscoops, Selasa (26/5/2026), model Nissan Sakura paling gres menampilkan bentuk grille beserta bumper depan yang telah didesain ulang.

Sentuhan baru tersebut menjadikan tampilannya terkesan lebih modern sekaligus selaras dengan pakem estetika global teranyar dari Nissan.

Di samping itu, varian ini pun memperoleh opsi kelir anyar bertajuk 'Minamono Sakura', yang mengambil ide dari keindahan kelopak bunga sakura saat mengapung di permukaan air.

Ketika menilik ke area dalam kabin, penyempurnaan yang diaplikasikan tidak terlalu masif.

Salah satu pembaruan yang cukup fungsional adalah tersedianya cup holder tambahan, yang mampu mengoptimalkan kepraktisan ruang kabin demi mendukung aktivitas harian.

Selebihnya, gaya penataan interior masih mempertahankan konsep awal yang tampak simpel serta mengutamakan fungsi.

Terkait dengan aspek performa, tidak terdapat perubahan yang berarti.

Varian Nissan Sakura facelift ini masih tetap memercayakan sistem penggerak listrik yang sama, yaitu berupa satu unit motor listrik berdaya 63 hp (47 kW / 64 PS) dengan torsi puncak mencapai 195 Nm.

Komponen baterai lithium-ion berkapasitas 20 kWh pun tetap dipertahankan, dengan jarak tempuh maksimal menyentuh 180 km mengacu pada pengujian siklus WLTC.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua