Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di ITB
JAKARTA - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mensosialisasikan konsep perdagangan karbon kepada kalangan mahasiswa dalam gelaran Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Langkah ini dilakukan untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai andil perdagangan karbon dalam mereduksi emisi sekaligus menyokong percepatan ekonomi rendah karbon.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menuturkan bahwa edukasi mengenai perdagangan karbon menjadi sangat krusial seiring meningkatnya urgensi global terhadap isu perubahan iklim serta transisi energi.
“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Sri dalam keterangannya.
Berdasarkan penuturan Sri, transisi energi bukan sekadar menghadirkan tantangan, melainkan juga melahirkan peluang baru, seperti munculnya green jobs yang kian diminati selaras dengan fokus pada energi bersih dan keberlanjutan.
“Hal ini menunjukkan bahwa transisi energi juga membuka peluang karier dan pengembangan kompetensi baru bagi generasi muda,” katanya.
Mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact”, PGTC 2026 menjadi sarana bagi para pelaku industri energi dan mahasiswa untuk bertukar pikiran mengenai prospek serta tantangan sektor energi di masa depan.
Pada kegiatan tersebut, Pertamina NRE menghadirkan stan interaktif yang mengedukasi pengunjung mengenai mekanisme perdagangan karbon, metode pemangkasan emisi lewat kredit karbon, hingga proyek energi rendah karbon guna menyukseskan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Perdagangan karbon sendiri ialah sebuah mekanisme yang memfasilitasi entitas dengan capaian penurunan emisi tinggi untuk menjual unit karbon mereka kepada pihak yang menghasilkan emisi lebih besar.
Sistem ini diperkirakan dapat memacu laju penurunan emisi melalui penyediaan insentif ekonomi bagi upaya mitigasi perubahan iklim.
Di samping itu, Pertamina NRE juga memperkenalkan konsep carbon offset kepada para mahasiswa.
Lewat skema ini, masyarakat luas dapat ikut serta mengompensasi jejak karbon dari aktivitas harian mereka dengan cara mendanai proyek pemangkasan emisi, seperti pembangunan energi bersih dan kegiatan reboisasi.
Antusiasme mahasiswa terlihat sangat positif di sepanjang acara, terutama ketika sesi diskusi terkait penerapan perdagangan karbon serta potensi andil mereka dalam menyokong transisi energi nasional.
Pada kesempatan terdahulu, Pertamina NRE pun telah aktif mengampanyekan gerakan penurunan emisi karbon melalui program carbon offset yang bekerja sama dengan aplikasi Livin’ by Mandiri.
Agenda itu memperkenalkan sistem kompensasi emisi lewat pembelian kredit karbon dari berbagai proyek yang telah tervalidasi.
Partisipasi Pertamina NRE dalam PGTC 2026 merupakan langkah konkret komitmen perusahaan dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional melalui ekspansi energi bersih, peningkatan literasi perdagangan karbon, dan penguatan kapasitas generasi muda di sektor energi yang berkelanjutan.