PGTC 2026: Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 26 Mei 2026
PGTC 2026: Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon
PGTC 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA – Menanggapi besarnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan transisi energi, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyosialisasikan perdagangan karbon kepada para mahasiswa melalui program Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung pada 21 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya Pertamina NRE untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa seputar kontribusi penting perdagangan karbon dalam menyokong reduksi emisi sekaligus percepatan ekonomi rendah karbon di tanah air.

Ajang Pertamina Goes to Campus 2026 yang mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact” ini menjadi wadah penghubung bagi pelaku industri dan mahasiswa untuk membedah tantangan serta potensi dunia energi di masa depan.

Pada acara tersebut, Pertamina NRE menghadirkan stan interaktif yang memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai mekanisme perdagangan karbon, proses reduksi emisi via kredit karbon, hingga aneka proyek energi rendah karbon yang selaras dengan sasaran Net Zero Emission (NZE) 2060.

Perdagangan karbon atau carbon trading merupakan sebuah sistem yang menstimulasi penurunan emisi karbon.

Secara ringkas, entitas yang sukses menekan polusi secara lebih masif bisa menjual hasil reduksi emisinya ke pihak lain yang memproduksi emisi dalam jumlah tinggi.

Sistem ini memotivasi berbagai kalangan untuk giat memangkas emisi lantaran mempunyai nilai ekonomis.

Publik secara luas juga bisa ikut serta lewat program carbon offset, semisal menyokong gerakan penanaman pohon atau proyek energi ramah lingkungan demi mengompensasi emisi dari mobilitas harian mereka.

Besarnya ketertarikan mahasiswa terlihat sepanjang acara berlangsung, terutama ketika sesi diskusi mengenai penerapan perdagangan karbon serta kontribusi generasi muda dalam transisi energi di Indonesia.

Banyak pengunjung menyambangi stan Pertamina NRE demi memperoleh informasi terkait tren perdagangan karbon dan prospek karier hijau (green jobs) yang kian tumbuh seiring perhatian dunia pada energi bersih.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menuturkan bahwa agenda ini merupakan bentuk komitmen nyata korporasi dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa perihal dinamika transisi energi dan aspek keberlanjutan.

“Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Sri.

Sri mengimbuhkan bahwa Pertamina NRE turut memaparkan potensi green jobs yang pada beberapa tahun belakangan menjadi tren global sejalan dengan makin tingginya perhatian dunia pada energi bersih dan keberlanjutan.

Berdasarkan penuturannya, transisi energi tak sekadar memicu tantangan, namun juga membentangkan peluang karier serta penguatan kompetensi baru bagi generasi muda.

Di masa sebelumnya, Pertamina NRE gencar mengampanyekan kesadaran publik mengenai pemotongan emisi lewat program carbon offset yang bekerja sama dengan aplikasi Livin’ by Mandiri.

Melalui gerakan itu, masyarakat, khususnya para pengguna Livin’ by Mandiri, diperkenalkan pada konsep carbon offset, yakni sistem kompensasi atas emisi karbon lewat pembelian kredit karbon yang menyokong proyek-proyek reduksi emisi terverifikasi.

Keikutsertaan Pertamina NRE pada PGTC 2026 menjadi bagian dari komitmen korporasi demi menyokong rencana dekarbonisasi nasional lewat ekspansi energi bersih, penguatan literasi perdagangan karbon, serta peningkatan kompetensi generasi muda di lini energi berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua