Transformasi Digital PHR Bawa Era Baru Industri Hulu Migas

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 28 Mei 2026
Transformasi Digital PHR Bawa Era Baru Industri Hulu Migas
Transformasi Digital PHR (FOTO: NET)

DEPOK - Era digitalisasi saat ini sudah menjadi bagian penting yang nyata dalam dunia energi.

Seiring pesatnya inovasi teknologi, sektor hulu migas kian bertransformasi menuju pola operasional yang lebih cerdas, efisien, serta berbasis integrasi data.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 lewat pelaksanaan agenda Diskusi Sharing Update Literasi (Disrupsi) yang bertempat di Auditorium Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).

Melalui tema besar Implementasi Digitalisasi di Industri Energi, acara tersebut mempertemukan pihak korporasi dengan kalangan kampus guna membedah pergeseran lanskap sektor energi nasional akibat sentuhan teknologi.

Di samping membagikan pengalaman nyata, PHR turut memperluas wawasan para mahasiswa mengenai hambatan sekaligus prospek industri migas masa kini yang sangat mengandalkan pembaharuan digital.

Dalam penjelasannya, PHR memperlihatkan implementasi nyata sistem digital yang telah berjalan di lini bisnis mereka.

Penerapan itu meliputi pengoptimalan peran corporate secretary lewat integrated corporate secretary dashboard, hingga pembangunan sistem Process Control Network (PCN) Regional 1 demi memastikan keterhubungan operasional serta proteksi siber yang lebih kuat.

Pemanfaatan instrumen berbasis data pun menjadi fokus mendasar.

PHR menggunakan Data Science, Artificial Intelligence (AI), dan sistem otomatisasi demi mengoptimalkan durasi analisis, mendongkrak capaian produksi, sekaligus memangkas potensi bahaya kerja di area migas yang sarat tantangan.

Senior Manager IT Operations PHR, Elan Kusuma Kurniawan menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan strategis dalam menjaga keberlanjutan industri energi. “Digitalisasi merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan industri energi. Melalui pemanfaatan data, otomasi, dan teknologi digital yang terintegrasi, kami terus mendorong peningkatan efisiensi, keandalan operasi, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat,” ujar Elan.

Selain memaparkan kecanggihan teknologi, PHR menyediakan ruang kerja sama untuk mengasah potensi generasi muda lewat jalur Kerja Praktik, Magang, hingga penyusunan Tugas Akhir.

Inisiatif ini merupakan wujud keterlibatan aktif perusahaan dalam mencetak SDM unggul yang kompeten di industri energi berbasis teknologi digital.

Ketua Departemen Teknik Elektro FTUI, Muhammad Salman, menilai kehadiran industri di lingkungan kampus memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh mahasiswa hanya dari teori di ruang kuliah. “Kehadiran PHR memberi konteks riil mengenai penerapan digitalisasi di lapangan, melampaui konsep teoretis di ruang kuliah,” jelas Salman.

Lewat agenda Disrupsi ini, PHR Regional 1 membuktikan bahwa arah masa depan dunia migas tidak sekadar bergantung pada ketersediaan alam, melainkan juga pada kecakapan mengadopsi teknologi secara fleksibel dan kreatif.

Sinergi yang kokoh antara perguruan tinggi dan korporasi menjadi faktor krusial untuk melahirkan tenaga ahli yang siap menyokong kedaulatan energi nasional pada masa digital.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua