Tips Merawat Baterai Mobil Listrik Saat Cuaca Sangat Panas
JAKARTA - Hari-hari yang sangat panas, dengan suhu luar ruangan yang secara konsisten melebihi 40 derajat Celcius, menjadi "ujian berat" tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi mobil listrik, terutama kendaraan yang lebih kecil yang mengalami pengurasan baterai lebih cepat saat berkendara terus menerus di bawah sinar matahari yang terik.
Menurut para ahli otomotif, ini adalah fenomena yang sepenuhnya normal dari teknologi baterai lithium-ion saat ini, terutama ketika kendaraan harus beroperasi pada suhu lingkungan yang sangat tinggi.
Mengapa mobil listrik menguras baterainya begitu cepat dalam cuaca panas?
Berbeda dengan mobil bensin, sistem pendingin udara pada kendaraan listrik menggunakan energi langsung dari baterai utama.
Ketika kabin mobil memanas hingga 50-60 derajat Celcius setelah diparkir di luar ruangan, pendingin udara harus bekerja dengan kapasitas penuh untuk menurunkan suhu ke tingkat yang nyaman sekitar 24-26 derajat Celcius.
Selain itu, sistem manajemen termal baterai (BTMS) terus beroperasi untuk menjaga suhu baterai ideal antara 20-35 derajat Celcius.
Hal ini menyebabkan kendaraan mengonsumsi energi secara signifikan lebih cepat.
Menurut pakar otomotif Nguyen Minh Dong, seorang pemegang gelar Master dan insinyur di Pusat Desain dan Pengujian Volkswagen (Jerman), kendaraan listrik kecil seringkali memiliki kapasitas baterai yang rendah, sehingga dampaknya akan lebih terasa.
"Saat cuaca panas, pendingin ruangan sering dinyalakan pada daya maksimum, yang dapat menguras hingga 40-50% kapasitas baterai. Pada saat yang sama, kipas pendingin baterai juga beroperasi pada daya maksimum untuk melindungi sistem baterai dari panas berlebih," kata Bapak Dong.
Menurut pakar ini, ketika suhu baterai naik terlalu tinggi, kendaraan akan secara otomatis mengaktifkan mekanisme pengurangan daya atau menghentikan pengisian daya untuk memastikan keamanan paket baterai.
Hindari pengisian daya cepat terus menerus dalam cuaca panas.
Salah satu kesalahan umum yang dilakukan pengguna kendaraan listrik di musim panas adalah langsung mencolokkan pengisi daya cepat DC setelah berkendara jauh.
Menurut rekomendasi VinFast , pengguna sebaiknya mengisi daya baterai saat daya baterai sekitar 20-30% untuk menghindari penurunan kapasitas.
Hindari membiarkan baterai benar-benar habis atau mengisi daya hingga 100%.
Disarankan untuk mengatur level pengisian penuh di bawah 100% (80-90% disarankan) jika jarak tempuh harian Anda rendah, di bawah 100 km/hari.
Isi daya penuh hanya jika Anda perlu menempuh jarak jauh.
Secara khusus, pengisian daya cepat berdaya tinggi akan menyebabkan baterai lebih cepat panas, sehingga memberi tekanan signifikan pada sel baterai dan berpotensi mengurangi masa pakai baterai jika sering digunakan.
Para ahli menyarankan agar pengguna membiarkan kendaraan mereka beristirahat selama sekitar 15-30% menit setelah perjalanan panjang sebelum mengisi daya agar baterai dapat mendingin secara alami.
Dalam cuaca yang sangat panas, pengguna sebaiknya memprioritaskan pengisian daya AC lambat semalaman daripada terus-menerus menggunakan pengisian daya DC cepat.
Ini dianggap sebagai cara yang lebih lembut untuk mengisi daya baterai, membantu mengurangi degradasi baterai dalam jangka panjang.
Selain itu, Anda sebaiknya tidak mencoba mengisi daya baterai hingga 100% menggunakan pengisian cepat di musim panas.
Tingkat baterai optimal untuk pengisian cepat umumnya hanya sekitar 80%.
Pakar Nguyen Minh Dong juga menyarankan pengguna untuk memprioritaskan parkir di garasi parkir bawah tanah, area beratap, atau area teduh untuk mengurangi panas di dalam kabin dan baterai.
"Jika Anda benar-benar harus parkir di luar ruangan, Anda harus menggunakan pelindung matahari kaca depan, kaca film berkualitas baik, dan sedikit membuka jendela untuk mengurangi penumpukan panas di dalam mobil," kata Bapak Dong.
Tips menggunakan mobil listrik di musim panas untuk menghemat daya baterai.
Menurut Geely Vietnam, selain pengisian daya yang tepat, pengguna juga perlu mengubah kebiasaan berkendara mereka saat cuaca panas.
Salah satu cara yang paling efektif adalah menghindari parkir di bawah sinar matahari langsung.
Meninggalkan mobil di luar ruangan selama berjam-jam menyebabkan suhu kabin dan baterai meningkat, memaksa sistem pendingin udara dan pengaturan suhu bekerja lebih keras saat mobil beroperasi.
Pengguna sebaiknya memprioritaskan parkir di garasi parkir bawah tanah, area beratap, atau area teduh untuk mengurangi beban pada sistem pendingin.
Selain itu, jika kendaraan mendukung kontrol iklim jarak jauh, pengemudi harus menyalakan AC sekitar 5-10 menit sebelumnya saat mobil masih terhubung ke sumber listrik.
Hal ini memungkinkan mobil untuk mengambil daya langsung dari sumber daya eksternal untuk mendinginkan kabin, alih-alih menguras baterai saat mulai mengemudi.
Para ahli juga menyarankan pengemudi untuk mengemudi dengan halus dan menghindari akselerasi mendadak dalam cuaca panas, karena pelepasan arus tinggi yang terus menerus akan menyebabkan suhu baterai meningkat lebih cepat.
Kendaraan listrik modern telah diuji pada suhu ekstrem.
Menurut Geely Vietnam, sebelum dikomersialkan, model mobil listrik saat ini harus menjalani pengujian ketat dalam kondisi suhu ekstrem.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa sistem baterai telah diuji di Pusat Pengujian Suhu Tinggi Turpan – salah satu daerah terpanas di Tiongkok, di mana suhu permukaan jalan pada musim panas dapat mencapai 70-75 derajat Celcius.
Selain itu, baterai tersebut menjalani ribuan siklus pengisian-pengosongan terus menerus untuk menilai daya tahan dan kinerjanya dalam kondisi suhu tinggi.
Meskipun demikian, para ahli percaya bahwa penggunaan kendaraan yang tepat tetap penting untuk menjaga performa dan masa pakai baterai dalam jangka panjang.
Dalam konteks cuaca panas berkepanjangan di banyak daerah, memahami cara "merawat baterai" dengan benar tidak hanya membantu kendaraan listrik beroperasi lebih lancar tetapi juga memberikan ketenangan pikiran kepada pengguna di setiap perjalanan musim panas.