Envision dan IES Bangun Sistem Energi Hijau Terbesar di Laos
SHANGHAI - Envision Energy, sebagai salah satu pelaku utama teknologi hijau global, resmi menyepakati kerja sama strategis dengan Impact Electrons Siam (IES) untuk menggarap Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Monsoon di Laos.
Kemitraan ini bertujuan meningkatkan kapasitas PLTB, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta sistem penyimpanan energi skala besar demi mewujudkan Sistem Energi Masa Depan terbesar di Asia Tenggara, yaitu sebuah infrastruktur energi yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).
Melalui proyek ini, volume pasokan energi bersih yang terpadu di tingkat regional bakal melonjak tajam.
Prosesi penandatanganan kerja sama ini dihadiri secara langsung oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan (MOIC) Laos Malaythong Kommasith, Senior Vice President sekaligus President Asia-Pacific Region Envision Energy Edward Hou, serta Executive Chairman Impact Electrons Siam Peck Khamkanist.
Agenda besar ini menjadi tonggak sejarah krusial bagi Laos dalam mengubah statusnya dari eksportir listrik berbasis air menjadi pusat energi bersih yang lebih variatif di Asia Tenggara.
Program ini pun diproyeksikan mampu menjadi standar baru bagi pengelolaan energi terbarukan yang terintegrasi di kawasan ASEAN.
Berbekal rekam jejak global dalam membangun sistem energi modern dan kompleks industri bebas emisi, Envision Energy akan mengimplementasikan sistem energi bertenaga AI guna menyelaraskan serta memaksimalkan kinerja PLTB, PLTS, hingga penyimpanan daya secara pintar.
Pasokan listrik ramah lingkungan dari sistem ini dirancang bukan cuma untuk mencukupi kebutuhan domestik yang terus melonjak, tetapi juga menyokong pertumbuhan infrastruktur modern seperti kota pintar, pusat data hijau, sektor pertambangan ramah lingkungan, serta industri manufaktur tingkat lanjut.
Kedua korporasi tersebut juga berencana mengeksplorasi pemanfaatan hidrogen hijau demi memperkokoh ketahanan energi sekaligus mendukung zona industri hijau di Laos ke depannya.
Langkah ini bakal membuktikan bahwa kombinasi sistem operasional yang cerdas mampu meningkatkan keandalan, efisiensi, serta keberlanjutan energi terbarukan dalam jangka panjang.
Di samping itu, skema ini dapat dijadikan percontohan yang bisa diterapkan di negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Senior Vice President sekaligus President Asia-Pacific Region Envision Energy, Edward Hou, mengatakan, "Masa depan energi terbarukan tidak lagi bergantung pada persaingan antarteknologi secara terpisah, melainkan kemampuan mengintegrasikan berbagai sumber energi dalam satu sistem yang cerdas. Dengan menyatukan PLTB, PLTS, dan penyimpanan energi dalam skala besar, proyek ini semakin mengoptimalkan bauran energi Laos, meningkatkan stabilitas dan fleksibilitas jaringan listrik, serta memperkuat daya saing biaya listrik bersih. Proyek ini juga akan memperkuat ketahanan energi di Asia Tenggara dan menjadi model yang dapat direplikasi untuk pengembangan sistem energi regional yang lebih stabil, efisien, dan berperkelanjutan."
Executive Chairman, Impact Electrons Siam, Peck Khamkanist, menjelaskan, "Kerja sama ini merupakan perkembangan penting dalam transformasi energi Laos yang tengah beralih dari pengekspor listrik konvensional menuju ekonomi energi bersih yang lebih terdiversifikasi. Bersama Envision Energy, proyek ini menyatukan keahlian global dalam sistem energi terintegrasi guna mendukung pengembangan energi bersih yang lebih maju dan efisien di kawasan. Selain meningkatkan kapasitas pembangkitan listrik, proyek ini juga akan menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas melalui modernisasi infrastruktur, serta memperkuat peran Laos dalam kerja sama energi regional."
Envision Energy sendiri kini terpantau semakin aktif melebarkan sayap bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.
Sebelum agenda di Laos ini, Envision telah menggandeng Electricité du Cambodge (EDC) untuk mengelola proyek Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 300 MWh di Kamboja.
Tidak sekadar menopang operasional penampung daya tersebut, Sistem Energi Masa Depan bertenaga AI dari Envision juga berfungsi sebagai pusat kendali digital pada jaringan listrik nasional Kamboja yang dioperasikan EDC.
Lewat sokongan teknologi canggih ini, Envision menghadirkan sistem pintar pada struktur makro jaringan, memperkuat stabilitas distribusi, serta menyempurnakan manajemen energi secara menyeluruh.
Aktivitas ekspansi tersebut sukses mendorong transisi energi di Kamboja sekaligus memicu terciptanya ekosistem energi ASEAN yang lebih solid dan saling terhubung.