RUPST 2025: Kinerja Gemilang PIEP, Produksi Migas Capai 212,8 MBOEPD

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 08 Juni 2026
RUPST 2025: Kinerja Gemilang PIEP, Produksi Migas Capai 212,8 MBOEPD
Aset Pertamina di Irak (FOTO: NET)

JAKARTA - Situasi geopolitik global yang penuh dengan ketidakpastian tidak menjadi penghalang bagi PT Pertamina Internasional EP (PIEP) dalam mengukir performa yang luar biasa sepanjang tahun 2025.

Melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, pihak PIEP mengukuhkan eksistensinya sebagai pionir dalam ekspansi energi global tanah air sekaligus menjadi penyokong krusial bagi kedaulatan energi dalam negeri.

Agenda RUPST yang dilangsungkan tersebut menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi sekaligus memantapkan langkah strategis korporasi dalam merespons volatilitas industri energi di kancah dunia.

Forum tersebut dihadiri oleh para pemegang saham utama dari PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Pedeve Indonesia, berserta seluruh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PIEP.

Di tengah kondisi global yang kian dinamis dan penuh tantangan, PIEP sukses mengamankan pencapaian Key Performance Indicator (KPI) di angka 109,13 persen, yang berarti telah melewati target awal.

Perolehan ini menjadi bukti dari ketahanan korporasi dalam mengoperasikan portofolio bisnisnya di kancah internasional yang saat ini tersebar pada 10 negara di empat benua.

Sektor operasional menjadi penyumbang andil paling signifikan dalam keberhasilan ini.

Output minyak bumi perusahaan sukses menyentuh angka 108 persen dari target RKAP, yang disokong oleh performa maksimal dari aset utama di Irak serta beberapa area operasi global lainnya.

Pada saat yang sama, sektor produksi gas bumi pun memperlihatkan tren positif dengan capaian riil sebesar 107 persen dari target.

Secara kumulatif, total produksi minyak dan gas bumi setara minyak (MBOEPD) berhasil menyentuh 212,8 ribu barel per hari, melampaui target RKAP yang dipatok sebesar 197,70 MBOEPD atau setara dengan 108 persen.

Pencapaian luar biasa ini semakin memperkokoh fungsi penting PIEP dalam mengamankan suplai energi yang berkelanjutan untuk tanah air melalui tata kelola aset migas di luar negeri.

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, menyampaikan bahwa kesuksesan yang diraih ini menjadi pembuktian atas kesiapan korporasi dalam merespons aneka ketidakpastian global yang berdampak pada industri energi.

“Kinerja 2025 menunjukkan bahwa PIEP berada pada jalur yang tepat. Kami akan terus memperkuat fondasi operasional dan menghadirkan inovasi untuk menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi energi nasional,” ujarnya.

Bukan sekadar mengejar aspek pertumbuhan usaha semata, PIEP pun berkomitmen penuh dalam memantapkan tata kelola korporasi.

Langkah ini dibuktikan dengan raihan penilaian Good Corporate Governance (GCG) yang menyentuh angka 87,102 dan menempatkannya dalam predikat sangat baik.

Dari lini Health, Safety, Security, & Environment (HSSE), korporasi juga memperlihatkan performa yang sangat kokoh.

Perolehan Total Recordable Incident Rate (TRIR) berada di angka 1,16 atau masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan.

Bukan hanya itu, sampai dengan periode akhir tahun 2025, PIEP sukses mengumpulkan 1.845.494 jam kerja selamat yang merefleksikan kedisiplinan dalam menerapkan budaya keselamatan di lingkungan kerja.

Komisaris Utama PIEP, Dharmawan H. Samsu, mengutarakan bahwa aspek keselamatan dalam bekerja adalah pilar utama untuk menyokong daya saing korporasi di pasar global.

“Kami terus mendorong seluruh Perwira PIEP untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Budaya keselamatan yang kuat adalah modal penting untuk membawa PIEP menjadi perusahaan energi kelas dunia,” katanya.

Guna memperbesar dampak positif bagi tanah air, PIEP secara konsisten mengaplikasikan program Bring the Barrel Home, yaitu sebuah upaya untuk memastikan hasil migas dari ladang luar negeri didistribusikan demi menyokong kedaulatan dan keamanan energi dalam negeri.

Pada waktu bersamaan, korporasi juga memaksimalkan program Bring the Value Home demi menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas lewat pengelolaan portofolio internasional serta pemanfaatan momentum pasar global.

Melalui kombinasi kedua program utama tersebut, PIEP tidak sekadar berfokus pada eskalasi volume produksi, melainkan juga menggaransi agar keuntungan ekonomi serta nilai strategis dari ekspansi global bisa dinikmati kembali oleh tanah air.

“Seluruh capaian ini merupakan kontribusi nyata PIEP dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Kami tidak hanya menghadirkan produksi, tetapi juga memastikan nilai strategisnya kembali untuk Indonesia,” tutup Syamsu Yudha.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua