Produksi Migas Pertamina Internasional EP 2025 Lampaui Target RKAP

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 08 Juni 2026
Produksi Migas Pertamina Internasional EP 2025 Lampaui Target RKAP
Pertamina Internasional EP (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Pertamina Internasional EP (PIEP), yang merupakan entitas usaha pengelola produksi di luar negeri, membukukan kinerja positif sepanjang tahun 2025 lewat capaian produksi minyak dan gas bumi setara minyak yang menyentuh angka 212,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), atau setara 108% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 197,70 MBOEPD.

Hasil memuaskan ini ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada hari Jumat (5/6/2026), yang sekaligus memantapkan posisi korporasi sebagai salah satu penyokong krusial bagi ketahanan energi di tanah air.

Agenda RUPST ini turut dihadiri oleh para pemegang saham utama dari PT Pertamina Hulu Energi serta PT Pertamina Pedeve Indonesia.

Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menyatakan bahwa torehan ini memperlihatkan kesiapan korporasi dalam menanggapi beragam tantangan global yang kian dinamis.

“PIEP akan terus memperkuat fondasi operasional dan melakukan berbagai inovasi untuk menghadapi dinamika geopolitik. Kinerja 2025 menjadi bukti bahwa kami berada pada jalur yang tepat untuk melangkah lebih jauh dan berkontribusi lebih besar bagi energi nasional,” ujarnya dikutip Sabtu (6/5/2026).

Menilik aspek operasional, realisasi produksi minyak sukses menyentuh angka 108% dari target RKAP.

Peningkatan ini disokong oleh performa maksimal dari aset yang berada di Irak beserta beberapa portofolio internasional lainnya.

Pada saat yang sama, sektor produksi gas pun berhasil melewati target dengan capaian riil sebesar 107% dari RKAP.

Sepanjang tahun kemarin, PIEP berhasil mengantongi nilai key performance indicator (KPI) di angka 109,13% atau berada di atas target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Catatan performa ini memperlihatkan keefektifan strategi operasional korporasi dalam mengelola aset migas yang tersebar luas di 10 negara dan 4 benua.

Bukan cuma menorehkan kenaikan pada volume produksi, PIEP pun memperkokoh penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Kondisi tersebut ditunjukkan lewat raihan skor good corporate governance (GCG) yang menyentuh angka 87,102 dan masuk dalam level sangat baik.

Pada sektor health, safety, security, and environment (HSSE), korporasi turut menunjukkan performa yang kokoh.

Raihan angka total recordable incident rate (TRIR) berada di posisi 1,16 atau terpantau masih di bawah batas tertinggi yang ditetapkan.

Komisaris Utama PIEP Dharmawan H. Samsu menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi salah satu faktor esensial dalam membentuk daya saing korporasi di kancah global.

“Kami terus mendorong seluruh perwira PIEP untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Ini adalah fondasi penting untuk membawa PIEP menjadi perusahaan kelas dunia,” katanya.

Ketika mengoperasikan lini bisnisnya, PIEP terus memaksimalkan andil dari aset-aset migas di luar negeri untuk Indonesia lewat program strategi Bring the Barrel Home.

Langkah strategis ini diorientasikan demi memastikan seluruh hasil produksi dari berbagai area operasi internasional dapat menyerahkan kegunaan secara langsung bagi pemenuhan kebutuhan energi domestik.

Menurut Syamsu, tolok ukur kesuksesan operasional serta finansial yang diperoleh korporasi tidak sekadar dipatok dari kuantitas produksi, melainkan juga dari kapabilitas dalam menyajikan faedah strategis bagi Indonesia.

“Seluruh capaian ini merupakan kontribusi nyata PIEP dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Kami tidak hanya menghadirkan produksi, tetapi juga memastikan nilai strategisnya kembali untuk Indonesia,” tutupnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua