Bahrain Sukses Halau Serangan Rudal dan Drone Iran

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 11 Juni 2026
Bahrain Sukses Halau Serangan Rudal dan Drone Iran
Serangan Rudal dan Drone Iran (FOTO; NET)

MANAMA - Militer Bahrain mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka sukses mencegat serta melumpuhkan serangkaian serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran pada Rabu (10/6/2026).

Bahrain mengkategorikan serangan udara dari Teheran tersebut sebagai tindakan "kriminal".

Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain, sebagaimana dikutip dari Bahrain News Agency dan dilansir Al Arabiya, Rabu (10/6/2026), menuduh Iran "terus melanjutkan pendekatan permusuhan sistematisnya melalui serangan rudal dan drone kriminal, yang menargetkan warga sipil di Kerajaan Bahrain".

Pihak Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menyatakan bahwa seluruh unit pertahanan serta persenjataan mereka kini dalam posisi siaga tempur tertinggi guna mengamankan kedaulatan wilayah Bahrain.

Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain juga meminta masyarakat untuk waspada terhadap kondisi terkini.

"Komando Umum menyerukan masyarakat untuk berhati-hati terhadap benda-benda asing atau mencurigakan, yang berasal dari sisa-sisa serangan brutal Iran, dan untuk menghindari dalam mendekati atau menanganinya serta segera melaporkannya," demikian imbauan Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain.

Lebih lanjut, otoritas pertahanan Bahrain memastikan bahwa personel terkait telah bersiap menangani puing-puing serangan tersebut demi menjamin keselamatan seluruh warga negara serta penduduk Bahrain.

"Komando Umum menekankan bahwa penggunaan rudal dan drone secara sengaja untuk menargetkan warga sipil dan properti pribadi merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional," tegas Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain.

Serangan ini terjadi menyusul pengumuman Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyatakan telah menyerang pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat (AS) di Bahrain pada Rabu (10/6) dini hari.

IRGC juga mengeklaim telah menyasar pangkalan AS di Kuwait serta kompleks pangkalan al-Azraq di Yordania sebagai pembalasan atas serangan AS di wilayah Jask, Sirik, dan Qeshm.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut tindakan mereka sebelumnya merupakan serangan "pertahanan diri" usai helikopter Apache AS ditembak jatuh.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua