Bawa Celurit dan Stik Golf, 3 Remaja di Koja Ditangkap Polisi
JAKARTA - Personel gabungan Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Utara menjaring tiga orang remaja di Jalan Beting Remaja RW 19, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Sabtu, 13 Juni 2026 dini hari.
Mereka diduga kuat hendak melakukan aksi tawuran.
Adapun ketiganya terdiri dari dua anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan seorang pemuda berinisial MY (20).
Selain mengamankan para terduga pelaku, petugas juga menyita satu senjata tajam jenis celurit serta satu stik golf yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran tersebut.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, mengungkapkan bahwa awalnya Tim Patra Ki 4 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi melakukan patroli wilayah untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas pada malam hingga dini hari.
“Saat melaksanakan patroli, petugas mendapati sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran. Tim kemudian segera melakukan pembubaran dan pengamanan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Henik kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal, ketiganya diduga merencanakan tawuran dengan kelompok dari wilayah Malaka.
Namun, sebelum bentrokan terjadi, petugas lebih dulu tiba di lokasi.
Henik menuturkan bahwa patroli malam hingga dini hari terus ditingkatkan untuk menekan berbagai potensi gangguan keamanan, seperti tawuran, kejahatan jalanan, dan tindak kriminal lainnya.
“Patroli ini merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya dalam menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Setiap potensi gangguan kamtibmas akan kami respons cepat agar tidak berkembang menjadi aksi yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Setelah diamankan, dua ABH dan MY beserta barang bukti diserahkan ke Polsek Koja guna menjalani pemeriksaan serta proses penyidikan lebih lanjut.
Saat ini ketiganya telah ditahan di Polsek Koja.
Henik juga mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas putra-putrinya. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam mencegah remaja maupun pemuda terlibat tawuran,” pungkas Henik.