HUT Bhayangkara: Kapolri Beberkan Keberhasilan Berantas Mafia Migas

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 02 Juli 2026
HUT Bhayangkara: Kapolri Beberkan Keberhasilan Berantas Mafia Migas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan hormat kepada Presiden Prabowo (FOTO: NET)

BOGOR - Penegakan aturan terkait penyimpangan sektor minyak serta gas bumi merupakan hal krusial yang ditekankan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80.

Selama paruh pertama tahun 2026, pihak kepolisian mengklaim berhasil meminimalisir potensi hilangnya anggaran negara hingga menembus angka Rp756 miliar.

Prestasi tersebut diutarakan langsung oleh Kapolri sewaktu memaparkan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto ketika gelaran upacara perayaan HUT Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut dari Sumbernya, penindakan hukum pada sektor energi terus diperketat sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Dalam kurun waktu tersebut, aparat kepolisian memproses 464 perkara pidana dan menetapkan 594 orang sebagai tersangka.

Atas berbagai pengungkapan tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah masif, mencakup 669 ribu liter solar, 80 ribu liter Pertalite, serta 30 ribu tabung gas LPG dalam berbagai kapasitas.

"Dengan estimasi penyelamatan kerugian keuangan negara lebih dari Rp756 miliar," katanya.

Kapolri menjelaskan, salah satu perkara paling berdampak adalah pembongkaran praktik distribusi ilegal 120 ribu liter biosolar bersubsidi yang diduga disalahgunakan oleh pihak tertentu.

Dalam perkara tersebut, aparat mengamankan berbagai armada yang digunakan untuk mendistribusikan bahan bakar bersubsidi itu, mulai dari kapal hingga kendaraan pengangkut.

"Salah satu kasus menonjol yang berhasil kami ungkap yaitu penyalahgunaan pengangkutan 120.000 liter bio solar bersubsidi dengan barang bukti berupa 1 kapal tanker, 2 unit kapal SPOB, dan 7 truk transporter," ujar dia.

Selain menindak para pelaku kejahatan di sektor energi, dari Sumbernya memaparkan bahwa pihak kepolisian turut berupaya menyokong program swasembada energi melalui efisiensi konsumsi energi di internal organisasi.

Sebuah upaya yang ditempuh ialah menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar operasional 50 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik instansi kepolisian.

"Guna mewujudkan swasembada energi, Polri berkontribusi melalui penghematan penggunaan energi di lingkungan kantor, pemanfaatan CNG pada 50 SPPG Polri," tuturnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua