PTK Catat Laba Bersih Rp1,32 Triliun, Naik 23 Persen

DA
David Ilham

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 17 Juni 2026
PTK Catat Laba Bersih Rp1,32 Triliun, Naik 23 Persen
PTK Catat Laba Bersih Rp1,32 Triliun, Naik 23 Persen (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengakhiri Tahun Buku 2025 dengan catatan performa impresif.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta, Senin (15/6/2026), perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,32 triliun, meningkat 23 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp1,07 triliun.

Komisaris Utama PTK, Subagjo Hari Moeljanto, menilai hasil tersebut merepresentasikan daya tahan perusahaan dalam mempertahankan pertumbuhan di tengah berbagai tantangan industri logistik maritim maupun sektor energi.

“PTK mampu mencapai pertumbuhan positif di tengah tantangan industri logistik maritim dan dinamika sektor energi nasional maupun global. Dewan Komisaris menilai, PTK berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, peningkatan profitabilitas, pengelolaan risiko, serta implementasi tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Subagjo.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, menyebutkan bahwa pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp8,4 triliun sepanjang 2025.

Hasil ini didorong oleh pertumbuhan layanan marine, keagenan, serta ekspansi bisnis baru.

“Pertumbuhan keuangan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan, terutama dari kegiatan layanan marine, keagenan, serta upaya peningkatan pendapatan melalui penambahan bisnis baru,” kata Eko.

Dari sisi operasional, PTK mengelola 370 armada dengan capaian fleet commercial days selama 358,52 hari, dengan total Commission Days sebanyak 120.118 hari serta Commercial Days mencapai 119.390 hari.

“Capaian hari kerja efektif ini mencerminkan komitmen PTK dalam menjaga setiap armada berada dalam kondisi siap layar dengan standar keamanan yang prima. Capaian ini memberikan jaminan ketersediaan armada yang tinggi, efisiensi waktu, serta layanan operasional yang maksimal bagi pemangku kepentingan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Dalam aspek tata kelola, PTK memperoleh skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,46 dengan predikat Sangat Baik.

Selain itu, perusahaan berhasil menjaga Zero Fatality dan Zero Oil Spill sepanjang 2025, sekaligus menjalankan program Green Port, Green Building, rehabilitasi mangrove, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh insan PTK dalam membangun budaya keselamatan kerja, keamanan operasi, dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan,” terang Eko.

Memasuki tahun 2026, PTK berkomitmen untuk terus meningkatkan daya saing melalui penguatan keselamatan operasional, digitalisasi, serta penerapan teknologi rendah karbon di industri perkapalan.

“PTK senantiasa menghadirkan layanan maritim yang profesional, unggul, dan berdaya saing guna mendukung keberlanjutan bisnis serta ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua