Zarubezhneft, Perusahaan Migas Rusia yang Siap Investasi di RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:38:34 WIB
Zarubezhneft (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemerintah terus memacu kenaikan produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi (migas) untuk memperkokoh target kemandirian energi nasional.

Salah satu upaya strategis tersebut ditempuh dengan menjajaki kelanjutan kolaborasi bersama korporasi migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft atau JSC Zarubezhneft.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menggelar pertemuan tatap muka dengan manajemen Zarubezhneft di tengah rangkaian kunjungan kerja ke Rusia guna menghadiri Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Kazan.

Dalam dialog tersebut, salah satu poin utama yang menjadi fokus pembahasan yakni kelanjutan proyek Blok Tuna di Laut Natuna yang sebelumnya sempat tertangguh.

“Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini,” ujar Yuliot usai pertemuan di Kazan, Rusia, Rabu (13/5) waktu setempat.

Zarubezhneft sendiri resmi menapakkan kaki di industri migas tanah air sejak tahun 2020 lewat anak perusahaannya, ZN Asia Ltd., dengan mencatatkan kepemilikan 50 persen hak partisipasi (participating interest/PI) pada Proyek Tuna di Laut Natuna.

Tidak sekadar meneruskan proyek yang tengah berjalan, perusahaan energi pelat merah Rusia ini pun menunjukkan ketertarikan untuk mengekspansi investasi migasnya di Indonesia.

Arah kerja sama tersebut difokuskan pada implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) guna mengoptimalkan produksi sumur tua, serta pengaktifan kembali sumur-sumur menganggur (idle) demi mendongkrak lifting migas nasional.

Minat Zarubezhneft dalam memperluas jangkauan bisnisnya di Indonesia turut diabadikan ke dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia.

Melalui dokumen resmi itu, pihak Rusia mengutarakan keinginan perusahaan untuk mempererat sinergi dengan mitra migas di Indonesia sekaligus membuka peluang pengerjaan proyek-proyek baru bersama BUMN energi nasional.

Profil Zarubezhneft

Joint Stock Company Zarubezhneft ialah entitas minyak dan gas bumi kepunyaan pemerintah Rusia yang telah eksis sejak tahun 1967.

Arti nama Zarubezhneft secara harafiah adalah “minyak luar negeri”, yang merepresentasikan perannya sejak zaman Uni Soviet selaku operator penyedia proyek energi di luar wilayah domestiknya.

Korporasi yang bermarkas besar di Moskow ini beroperasi pada pelbagai lini sektor energi, mencakup eksplorasi hingga produksi migas, pengembangan lapangan lepas pantai (offshore) maupun daratan (onshore), inovasi peningkatan produksi minyak, sampai pembangunan infrastruktur energi.

Salah satu portofolio internasional paling tersohor yang dikelola oleh Zarubezhneft yaitu Vietsovpetro, sebuah perusahaan patungan (joint venture) bersama PetroVietnam di Vietnam.

Kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari empat dasawarsa tersebut menjadi salah satu ikon ikatan strategis di bidang energi antara Rusia dan Vietnam.

Di samping di Vietnam dan Indonesia, Zarubezhneft pun menancapkan operasional bisnisnya di Kuba, Bosnia & Herzegovina, Uzbekistan, Mesir, serta kawasan domestik Rusia sendiri.

Kiprah Zarubezhneft di Indonesia barangkali belum setenar korporasi energi asal Rusia lainnya semacam Gazprom ataupun Rosneft.

Kendati demikian, perusahaan ini kian giat menjajaki peluang kemitraan migas di dalam negeri, khususnya pada segmen lepas pantai serta optimalisasi ladang minyak yang telah berproduksi.

Terkini