Indocement Bangun PLTS 71,9 MW di Tiga Kompleks Pabrik

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Selasa, 26 Mei 2026 | 12:30:07 WIB

JAKARTA - Industri nasional terus mempercepat langkah dekarbonisasi seiring meningkatnya tuntutan pengurangan emisi di sektor industri berat.

Pemanfaatan energi terbarukan dalam skala besar kini mulai menjadi bagian dari strategi operasional jangka panjang perusahaan, bukan lagi sekadar inisiatif tambahan berbasis keberlanjutan.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menjadi salah satu perusahaan yang memperkuat agenda tersebut melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 71,9 MW di tiga kompleks pabrik utama, yakni Citeureup, Cirebon, dan Tarjun.

Kapasitas tersebut disebut sebagai yang terbesar di sektor semen Indonesia saat ini.

Instalasi PLTS tersebut diproyeksikan menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun dan menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO? per tahun.

Dampak lingkungannya disebut setara dengan 1,4 juta pohon tertanam setiap tahun.

Namun bagi Indocement, proyek ini merupakan bagian dari roadmap dekarbonisasi yang telah berjalan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan sebelumnya juga menjalankan berbagai inisiatif pengurangan emisi melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti refuse-derived fuel (RDF), optimalisasi bahan baku alternatif, pengembangan roadmap energi rendah karbon, hingga inovasi produk semen yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari grup global Heidelberg Materials, Indocement juga membawa standar keberlanjutan internasional ke dalam operasionalnya di Indonesia guna memastikan transformasi industri tetap relevan secara global.

Direktur Indocement, Holger Mørch, mengatakan industri semen saat ini tidak memiliki banyak pilihan selain melakukan transformasi operasional menuju sistem yang lebih rendah emisi. “Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dalam proyek ini, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra penyedia solusi energi terbarukan.

Director of Power SUN Jefferson Kuesar mengatakan transisi energi di sektor industri kini semakin diarahkan agar mampu berjalan beriringan dengan kebutuhan produktivitas perusahaan. “Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri,” katanya.

Proyek ini juga mencerminkan perubahan pendekatan di sektor industri, di mana agenda keberlanjutan mulai ditempatkan sebagai bagian inti strategi bisnis dan operasional perusahaan dalam jangka panjang.

Reporter: David Ilham