Sektor Pertanian Bojonegoro Tumbuh Dua Digit di Awal 2026

Sektor Pertanian Bojonegoro (FOTO: NET)
Penulis: David Ilham
Minggu, 14 Juni 2026 | 12:25:56 WIB

BOJONEGORO - Perekonomian Kabupaten Bojonegoro pada Triwulan I Tahun 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 0,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Walaupun peningkatan tersebut terlihat sangat tipis, beberapa sektor nonmigas memperlihatkan hasil yang cukup memuaskan dan berfungsi sebagai pilar utama pergerakan ekonomi daerah.

Sementara itu, bila disandingkan dengan Triwulan IV Tahun 2025 (quarter to quarter), roda ekonomi Bojonegoro justru melaju positif dengan kenaikan mencapai 2,52 persen.

Situasi ini mengindikasikan bahwa perputaran ekonomi di bermacam sektor mulai berjalan ke arah yang lebih baik pada pembuka tahun 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, memaparkan bahwa pergerakan ekonomi Bojonegoro selama beberapa tahun ke belakang masih memperlihatkan naik turun yang teramat tajam.

Bahkan pada Triwulan I Tahun 2024, kondisi ekonomi Bojonegoro sempat merosot hingga minus 3,72 persen disebabkan oleh turunnya lifting minyak dan gas bumi yang pada masa itu belum dapat ditutupi oleh performa sektor-sektor penunjang lainnya.

Memasuki Triwulan I Tahun 2026, sejumlah bidang strategis berhasil mencatatkan angka pertumbuhan yang tergolong tinggi.

Sektor pertanian memimpin dengan kenaikan mencapai 11,38 persen, diikuti oleh bidang perdagangan yang tumbuh 6,46 persen serta sektor industri pengolahan di angka 5,22 persen.

Di samping itu, bidang jasa lainnya beserta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum turut sukses mengemas angka pertumbuhan di atas 10 persen.

Kendati demikian, melesatnya performa sektor-sektor tersebut masih belum sanggup mengatrol pertumbuhan ekonomi secara masif lantaran masih terbebani oleh penurunan pada sektor pertambangan dan migas yang merosot hingga 8,78 persen.

Menurut Syawaluddin, susunan ekonomi di Bojonegoro sejauh ini masih sangat bergantung pada performa sektor pertambangan.

Hingga saat ini, besaran kontribusi dari sektor tersebut terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bojonegoro masih berada di angka 42,03 persen.

"Ketika sektor pertambangan mengalami penurunan, dampaknya langsung terasa terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan," ujarnya.

Akan tetapi, arah yang positif mulai nampak dari meningkatnya andil sektor pertanian terhadap PDRB Bojonegoro.

Jika pada periode sebelumnya hanya berkisar di angka 14 persen, saat ini kontribusinya terdongkrak naik hingga menyentuh 17,1 persen.

Pertumbuhan yang serupa juga dijumpai pada sektor perdagangan, industri pengolahan, serta bidang konstruksi yang terus memperlihatkan tren kemajuan yang positif.

Dilihat dari aspek pengeluaran, laju pertumbuhan ekonomi turut disokong oleh meningkatnya daya beli dan konsumsi dari lapisan masyarakat.

Pada Triwulan I Tahun 2026, angka konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 6 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sektor Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi terpantau naik 5 persen, sementara angka konsumsi pemerintah meroket tajam hingga mencapai 20,45 persen.

Melonjaknya realisasi belanja pemerintah tersebut salah satunya dipicu oleh bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mulai memberikan imbas positif bagi perputaran ekonomi warga.

Ditinjau dari struktur ekonomi, aktivitas konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak paling utama bagi perekonomian Bojonegoro dengan sumbangsih sebesar 46,22 persen.

Peringkat selanjutnya diisi oleh sektor net ekspor yang memberikan kontribusi sekitar 29,5 persen.

Sedangkan dari cakupan wilayah, andil perekonomian Bojonegoro terhadap total ekonomi di Jawa Timur berada di angka 3,2 persen.

Hasil tersebut menempatkan Bojonegoro pada urutan ke-9 sebagai daerah dengan sumbangsih ekonomi terbesar di wilayah Jawa Timur.

Syawaluddin memastikan bahwa kemajuan pada sektor perdagangan dan transportasi yang terus mengarah ke zona positif menjadi tanda bahwa roda ekonomi masyarakat tetap berputar secara dinamis.

Walaupun akselerasi ekonomi daerah masih tertahan akibat merosotnya sektor migas, sebagian besar sektor lainnya memperlihatkan arah pertumbuhan yang sangat menjanjikan.

"Pertumbuhan ekonomi Bojonegoro memang masih tertahan oleh sektor pertambangan, tetapi sektor-sektor lainnya terus tumbuh dan menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi daerah ke depan," pungkasnya.

Reporter: David Ilham