Perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan sering kali membingungkan banyak orang, dan tidak sedikit yang menganggap kedua jenis asuransi ini sama.
Padahal, meskipun keduanya terkait dengan perlindungan finansial, mereka memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda.
Sebagian besar orang sering kali menganggap bahwa asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah satu produk dengan fungsi yang serupa. Namun, kenyataannya, kedua produk asuransi ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Untuk kamu yang ingin memahami lebih dalam mengenai perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan, mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Dahulukan Asuransi Jiwa atau Asuransi Kesehatan?
Kedua jenis asuransi ini pada dasarnya menawarkan manfaat yang sangat penting. Namun, ketika mempertimbangkan mana yang sebaiknya didahulukan, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan yang kamu hadapi saat ini.
Jika kamu memiliki anggaran yang lebih besar, sangat disarankan untuk memiliki keduanya, yaitu asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Namun, apabila anggaran terbatas, pilihlah salah satu yang paling sesuai dengan kondisi keuanganmu saat ini.
Cara Mendapatkan Manfaat Asuransi Jiwa dan Kesehatan
Pada jenis asuransi jiwa, proses penerimaan uang pertanggungan dari perusahaan asuransi harus mengikuti prosedur sebagai berikut:
- Mengisi formulir klaim asuransi jiwa.
- Menyerahkan polis beserta endorsement atau addendum polis yang asli.
- Menyertakan surat keterangan dokter yang menjelaskan tentang penyakit kritis, terminal illness, cacat tetap total, atau penyebab kematian.
- Menyediakan surat keterangan kematian dari pihak pamong praja.
- Menyertakan surat keterangan mayat dari rumah sakit atau dinas kesehatan jika tertanggung sempat dirawat di rumah sakit.
- Menyertakan surat keterangan kecelakaan dari pihak kepolisian jika penyebab kematian adalah kecelakaan.
Setelah seluruh dokumen yang diperlukan diserahkan, perusahaan asuransi akan memberikan uang pertanggungan kepada anggota keluarga yang telah ditunjuk.
Sementara itu, pada jenis asuransi kesehatan, terdapat dua metode untuk mendapatkan manfaat asuransi, yaitu:
- Sistem kartu (cashless): Pada sistem ini, nasabah akan diberikan kartu yang memuat identitas kepemilikan dan data limit uang pertanggungan yang berlaku selama periode yang tercantum dalam polis. Dengan kartu tersebut, nasabah tidak perlu membayar biaya rawat jalan atau rawat inap di rumah sakit, karena biaya akan langsung ditangani oleh perusahaan asuransi.
- Sistem penggantian (reimbursement): Berbeda dengan sistem kartu, dalam sistem ini nasabah harus membayar terlebih dahulu biaya perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. Setelah itu, nasabah perlu mengajukan klaim dengan menyertakan bukti pembayaran yang diterima dari rumah sakit atau tempat berobat. Perusahaan asuransi kemudian akan memverifikasi data tersebut, dan jika valid, dana penggantian akan ditransfer ke rekening nasabah.
Perbedaan Asuransi Jiwa dan Kesehatan
Adapun perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan dapat dilihat dari tiga aspek utama berikut ini.
1. Dari Segi Pengertian
Asuransi jiwa merupakan jenis asuransi yang dirancang untuk memberikan perlindungan finansial kepada ahli waris jika nasabah meninggal dunia atau mengalami cacat total akibat kecelakaan.
Besarnya uang pertanggungan yang diterima ahli waris bergantung pada besaran premi yang dibayar oleh nasabah. Semakin besar uang pertanggungan, semakin tinggi pula premi yang harus dibayar.
Di sisi lain, asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang memberikan perlindungan finansial terhadap biaya kesehatan.
Perlindungan ini mencakup biaya perawatan ketika pemegang polis sakit atau mengalami kecelakaan, seperti biaya rawat inap, konsultasi dokter, obat-obatan, infus, dan pembedahan, yang disesuaikan dengan ketentuan dalam polis.
2. Dari Segi Manfaat dan Tujuan
Perbedaan antara asuransi jiwa dan asuransi kesehatan juga terlihat dari manfaat dan tujuan masing-masing.
Secara umum, manfaat asuransi bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial sesuai dengan risiko yang ditanggung, seperti yang tercantum dalam perjanjian polis.
a. Manfaat dan tujuan asuransi jiwa:
- Uang pertanggungan jika nasabah meninggal dunia.
- Sebagai tabungan untuk hari tua.
- Uang pertanggungan jika mengalami cacat tetap.
- Uang pertanggungan terkait kehilangan pekerjaan karena cacat akibat kecelakaan kerja.
b. Manfaat dan tujuan asuransi kesehatan:
- Layanan rawat jalan seperti resep obat, biaya laboratorium, dan konsultasi dokter.
- Layanan rawat inap, yang mencakup biaya kamar rumah sakit, pembedahan, biaya persalinan, layanan darurat, dan lainnya.
3. Dari Segi Cara Klaim
Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan memiliki prosedur klaim yang berbeda. Klaim asuransi jiwa umumnya dilakukan oleh ahli waris, sementara klaim asuransi kesehatan bisa dilakukan melalui dua metode, yaitu cashless dan reimbursement.
Pada asuransi jiwa, klaim dapat diajukan jika pemegang polis meninggal dunia atau mengalami kecelakaan. Ahli waris yang mengajukan klaim harus melaporkan kondisi tersebut melalui beberapa langkah berikut:
- Mengambil formulir klaim dan surat keterangan dokter dari customer service.
- Mengisi formulir klaim dan melengkapi dokumen yang diperlukan.
- Menyerahkan formulir klaim beserta dokumen pendukung kepada perusahaan asuransi.
- Perusahaan asuransi akan memverifikasi dan menganalisis data yang diberikan.
- Jika klaim diterima, perusahaan asuransi akan melakukan pembayaran. Jika ditolak, perusahaan akan mengirimkan surat penolakan.
Sementara itu, pada asuransi kesehatan, klaim dapat diajukan dengan dua metode utama: reimbursement dan cashless.
a. Reimbursement
- Peserta bebas memilih rumah sakit atau klinik yang diinginkan.
- Setelah menerima perawatan, peserta membayar biaya pengobatan dan meminta dokumen yang diperlukan.
- Dokumen klaim dikirimkan ke perusahaan asuransi dalam waktu 30 hari setelah perawatan selesai.
- Setelah perusahaan asuransi memproses klaim, pembayaran dilakukan dalam waktu 7 hari kerja setelah dokumen diterima.
b. Cashless
- Dengan metode cashless, peserta menggunakan kartu asuransi untuk membayar layanan medis di rumah sakit.
- Peserta cukup menggesekkan kartu untuk membayar seluruh biaya layanan dan obat.
- Jika biaya melebihi plafon kartu, sisanya harus dibayar secara tunai oleh peserta.
Tips Memilih Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa Terbaik
Berikut beberapa tips dalam memilih asuransi kesehatan dan asuransi jiwa:
- Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan pribadi kamu.
- Pilih produk yang menawarkan manfaat pengembalian premi.
- Lakukan riset tentang reputasi perusahaan asuransi.
- Pilih asuransi yang menyediakan manfaat Coordination of Benefit (CoB).
- Tentukan besaran premi yang sesuai dengan kemampuan finansial kamu.
- Pertimbangkan menggunakan jasa broker asuransi untuk membantu memilih produk yang tepat.
Sebagai penutup, memahami perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan sangat penting agar kamu dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuanganmu.